Bimbang Memilih?

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Baru-baru ini ada pemilihan walikota Bandung yang sepertinya udah dimenangkan oleh satu dari tiga pasangan yang mencalonkan. Terlepas dari ada nggaknya beberapa keganjilan-keganjilan yang menghiasi pemilihan tersebut, ada satu fenomena yang memang biasa terjadi dalam setiap pemilihan… bimbang memilih.

Contoh tadi cuma satu dari sekian banyak fenomena yang bisa bikin seorang manusia bingung memilih. Misalnya bingung saat memilih jurusan (entah di SMA atau pas kuliahan), bingung memilih acara saat ada dua acara (atau lebih) yang terjadi saat bersamaan, bingung untuk menerima atau menolak suatu ajakan, sampai bingung dalam memilih pasangan hidup.

Semua kebingungan itu berujung pada satu hal : keputusan. Saat kita menghadapi masalah, waktu terus berlalu. Nggak adanya pengambilan keputusan justru nggak bakal menyelesaikan apapun. Tapi terburu-buru juga malah bisa menambah masalah.

Jadi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan saat kita bingung memilih…

1. Meminta referensi dari orang-orang terdekat

Masukan mereka adalah salah satu yang paling berharga. Menerima atau nggak menerima, akan semakin mendekatkan hubungan antara kita dan mereka. Saat kita menerima, mereka akan sadar kalau pendapat mereka dihargai. Saat kita nggak menerima dengan alasan yang jelas dan logis, mereka akan menghargai.

2. Mencari sendiri referensi

Lebih baik dibandingkan dengan meminta referensi, karena kita sendiri yang bakal tau lebih pasti tentang sumber kebimbangannya. Masalahnya, waktu yang dibutuhkan lebih banyak karena dalam beberapa kasus dibutuhkan referensi yang cukup banyak agar lebih detail. Tapi kombinasi keduanya (meminta referensi dan mencari sendiri) adalah jawaban terbaik.

3. Ikuti kata hati

Saat suatu hal terlihat biasa-biasa saja di mata orang lain, tapi hati kita bilang, “Ini kayaknya bakal ada sesuatu yang wah”, saat itulah kita dituntut untuk yakin terhadap apa yang kita yakini. Kita juga dituntut untuk menghapus sedikitpun rasa keraguan. Percaya atau nggak, lebih dari 90 % suatu hal bakal terjadi saat kita sebelumnya yakin kalau itu bakal terjadi! Di sinilah law of attraction berpengaruh…

4. Menyerahkan sepenuhnya pada Sang Penentu

Keyakinan kalau Allah akan memberikan yang terbaik adalah kunci dari sebuah pintu keajaiban untuk melepaskan kebimbangan. Sungguh di balik kesulitan akan ada kemudahan. Saat kita merasa terpaksa untuk memilih suatu jalan, sebuah kesabaran, ketekunan, dan keyakinan akan membawa kita pada kebahagiaan yang sebelumnya kita cari. Ssst… Kadang Ia menyiapkan suatu kejutan dibalik pilihan-pilihan yang ada…

Kuantitas dan kualitas pilihan yang ada adalah ujian bagi kita untuk meningkatkan derajat di hadapan-Nya. Semoga kita bisa memilih dan mengambil keputusan yang terbaik, yang bisa membuat siapapun yang mengenal akan tersenyum bangga pada kita… Amin.

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Menunggu (dalam kesendirian) itu…

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Hh… Malam ini sendirian lagi…

Tau nggak? Kemarin siang (saat baru aja keluar dari terminal Cicaheum, Bandung) ditelepon ortu. Mereka bilang lagi ada di perjalanan menuju Bandung buat liburan!!! Padahal saat itu Karafuru San lagi di bis menuju kampung halaman. Hh… Karena udah bayar, terpaksa nerusin perjalanan (alias nggak turun en balik lagi). Yah, apa boleh buat… Miskom, sih…

Well, dalam kehidupan ini, menunggu (dalam kesendirian) itu… adalah sesuatu yang nggak enak (banget). Dari contoh di bawah ini, ada nggak yang pernah dialami?

a)    Nunggu seseorang yang janji ketemuan/rapat, tapi yang ngundangnya belum datang

b)    Nunggu hasil UAN/SNMPTN/ujian-ujian lain yang hasilnya belum ketahuan

c)     Nunggu masakan mateng

d)    Nunggu antrean yang panjang banget

e)    Nunggu toilet umum yang udah digedor-gedor tapi nggak ada yang buka

f)      Nunggu kesiapan (buat para ikhwan/cowok) buat ‘menjemput’; nunggu ‘dijemput’ (buat para akhwat/cewek)

g)    Nunggu kebangkitan peradaban yang saat ini masih tertidur 14 abad

h)    Nunggu keluarga yang lagi pada keluar rumah (belum balik lebih dari 24 jam)

i)       Nunggu, nunggu, dan nunggu yang lainnya…

 

 

Yang jelas, menunggu (dalam kesendirian) itu… dibutuhkan satu kesabaran dan keyakinan yang bisa membuat kebosanan hilang.  Kesabaran membuat segalanya tampak menjadi lebih menyenangkan, sementara keyakinan bisa membuat apa yang kita tunggu tidak lagi sebagai suatu penantian, melainkan berujung pada harapan yang menjadi nyata…

Lagi nunggu sesuatu? Sama-sama sabar dan yakin, yuk!

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.