Saat Letih Menjemput

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Nggak setiap saat kehidupan kita nyaman, menyenangkan, atau membuat kita tersenyum. Sama kayak Karafuru San yang saat ini juga merasakannya… Adakalanya kita merasa capek, bosan, atau lelah dengan semua yang dihadapi. Jika itu terjadi, artinya kita berada pada sebuah keletihan.

Ada bermacam cara untuk mengatasi keletihan yang menjemput kita :

  • Istirahat

Istirahat adalah cara yang sangat ampuh buat mengatasi keletihan. Jenis istirahat banyak, tapi yang paling top adalah t-i-d-u-r alias tidur. Saat kita tidur, aliran darah akan mengalir dengan lancar ke seluruh bagian tubuh termasuk ke wilayah atas (misalnya kepala). Selain itu, dengan tidur, kita juga mengistirahatkan hampir semua bagian tubuh kita (hayooo… bagian tubuh mana saja yang nggak istirahat saat kita tidur?).

Hayo, kenapa Nobita nggak pernah ngerasa letih? –> Yup! Karena hobinya tidur… (tapi tidurnya jangan dijadikan hobi kayak Nobita, ya! :mrgreen:

 

  • Melakukan hobi yang benar-benar disenangi (tapi tetap bikin rileks)

Hobi setiap orang bermacam-macam. Mulai dari melihat pepohonan yang hijau, sampai yang ekstrim kayak terjun bebas. Tapi apapun itu, jika hobi kita memang menyenangkan dan bisa mereduksi keletihan (bukan MENAMBAH, lho!), melakukan hobi adalah salah satu hal yang bisa dicoba…

 

  • Beribadah

Kata siapa mendekatkan diri pada Ilahi nggak mengurangi keletihan? Kita bisa melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan keibadahan. Coba, deh! Sambil mencoba meraih ridho-Nya dengan menghilangkan keletihan, asyik, bukan?

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

The Real Home Sweet Home

Assalamu’alaykum wr. wb.

Pernahkah kita males diem di rumah?

Pernahkah kita ngerasa lebih asyik main di luar rumah?

Hm… Itu artinya ada yang nggak beres dengan rumah kita. Hati-hati, jangan-jangan rumah yang kita tempati bukanlah Home Sweet Home yang sebenarnya.

Mau tau apa-apa aja yang musti ada di Home Sweet Home versi Karafuru San? Tengok, yuk! Siapa tau bisa dipraktekin, nih…

 

a. Bersih

Kenapa musti bersih? Rasa nyaman akan timbul jika kondisi suatu lingkungan yang ditempatinya bersih. Semakin bersih dari segala tetek-bengek, maka semakin fresh udara yang bisa didapat. Udara bersih yang kita hirup ini nantinya akan mempengaruhi kuantitas darah yang masuk ke otak, yang ujung-ujungnya masuk ke alam bawah sadar. Jadi kalo rumah kita agak kotor, siap-siap aja ngerasa kurang nyaman. Ssst… Bahkan dalam beberapa penelitian disebutkan, bersih nggaknya seseorang mencerminkan siapa orang itu yang sebenarnya, lho! Mau tau tips bagaimana bikin rumah bersih? Coba bersihin satuu aja ruangan di rumah, misalnya kamar kita.

Pengen tau tips Beresin kamar? Klik_di_sini.

 

b. Ventilasi Oke

Sebuah rumah gede yang ventilasinya buruk nggak menjamin kebetahan dibanding rumah sempit tapi ventilasinya top abis. Jadi, coba cek dulu, apa ventilasi di rumah kita udah mantabh?

 Mau tau tips ventilasi rumah yang baik? Klik_di_sini.

 

c. Punya Daya Tarik tersendiri

Daya Tarik yang dimaksud adalah daya tarik yang bisa bikin kita betah banget ama yang namanya rumah. Misalnya buat yang hobinya baca, apa lagi daya tariknya selain buku? Atau kalo suka banget ama yang namanya surfing di internet, daya tariknya udah pasti : pasang internet di rumah. Masih belum tau daya tarik apa yang cocok? Coba tanya diri kita… Hobi favorit apa? Apa yang disuka? Insya Allah daya tarik itu bakal ketemu.

Belum nemu daya tariknya? Tanya_langsung_sama_Karafuru_San_di_sini.

 

d. Kondisi Lingkungan Sekitar Rumah Cocok

Ssst… Faktor dari luar rumah berpengaruh juga, lho! Misal, kita adalah seseorang yang cocoknya dengan suasana tenang. Pasti nggak nyaman banget kalau tetangga kita berisik, kan? Terus… Gimana kalo kita udah dapet (misalnya) kondisi lingkungan yang nggak cocok? Kita bisa mengusahakannya, lho. (Misalnya dari contoh tadi) Kita bisa bicara baik-baik dengan tetangga, atau kalo punya uang banyak, kenapa nggak nyoba pindah? (Idiiih ampe segitunya, ya?)

Bingung sama lingkungan yang kurang cocok? Tanya_langsung_sama_Karafuru_San_di_sini.

 

Semoga empat syarat buat jadi The Real Home Sweet Home di atas bisa membantu. Ingat, sebuah tempat tinggal yang nyaman, tidak selalu harus berupa istana. Asalkan kita bisa mengolahnya, rumah yang sesederhana mungkin pun bisa menjadi istana untuk kita…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Term of Reference (TOR)

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Pagi yang indah harus kulalui dengan rapat!!! Agendanya bikin TOR suatu acara…

Hm… Ternyata pas rapat ada yang belum tau TOR… Kesempatan, nih, buat tulisan perdana!!! à pas rapat malah ngetik ini… ^^!

 Term of Reference alias TOR adalah segala batasan yang berguna untuk setiap pengisi (pemateri/pembicara) agar sesuai dengan apa yang diharapkan panitia yang mengundangnya. Pokonya, kalau pernah ngisi materi alias cuap-cuap di suatu acara pasti udah pernah dikasih TOR (kecuali acaranya kurang profesional. Tul, nggak?)

Biasanya TOR mengandung beberapa poin penting yang kudu diperhatikan si pengisi materi. Poin-poin tersebut di antaranya :

·         Judul

Ini wajib and mutlak kudu ada. Tanpa ini, ibarat orang tanpa muka. Kita nggak bakal tau siapa orang itu kalo kita nggak tau wajahnya. Tul, kan? Makanya, acara tanpa judul… Nggak, deh!

·         Tujuan Umum

Tujuan utama mengapa materi tertentu ingin disampaikan dalam suatu acara.

·         Tujuan Khusus

Kalo ini tujuan khususnya mengapa materi tertentu ingin disampaikan dalam acara tersebut. Tujuan-tujuan di sini harus selaras dengan tujuan umum agar si tujuan umumnya itu sendiri tercapai.

·         Hari / tanggal & waktu

Kalo panitia nggak ngasih hari, tanggal, dan waktu acara disampaikan, kira-kira kapan si pemateri/pembicara harus datang?

·         Resume

Hampir mirip dengan tujuan khusus, tapi lebih bersifat teknis. Dalam arti lain bisa menjawab pertanyaan : bagaimana cara agar tujuan khusus tercapai?

·         Kondisi

‘Kondisi’ di sini menggambarkan kondisi objek yang akan diberi materi saat penyampaian materi. Harus diperhatikan siapa peserta yang bakal diberi materi, sehingga penyampaiannya tepat. Biasanya bisa berupa jawaban dari beberapa pertanyaan ini : pesertanya siapa? pekerjaannya apa? Gendernya apa? range usianya berapa? Hobinya apa? Dari suku/negara mana?

·         Metode

Metode ini biasanya berupa rangkaian bentuk materi dalam pembagian waktu tertentu. Misalnya, dari total waktu 2 jam, pemateri/pembicara diberikan kesempatan untuk menyampaikan dengan metode materi selama 1,5 jam, sementara setengah jam berikutnya diisi dengan metode simulasi dan tanya jawab.

·         Keterangan

Apapun yang perlu ditambahkan sebagai pesan untuk pemateri/pembicara biasanya ditulis di sini. Kebanyakan berupa harapan-harapan mengenai teknis saat cuap-cuap. Kadang disebutkan juga peralatan-peralatan (apakah disediakan oleh panitia atau disarankan pemateri/pembicara yang bawa?) yang menunjang penyampaian materi.

Cukup membantu? Selamat bikin TOR buat para panitia!!!

Ups… Pemimpin rapatnya curiga… Udah dulu, ah…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.