Kok bisa?

basmallah2

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Kemarin Karafuru San secara nggak sengaja memotret sebuah fenomena yang baru pertama kali Karafuru San lihat. Dua orang ketiduran di kelas dengan pose yang sama! (Alhamdulillah pemasangan fato udah  diizinkan oleh Fadjrin dan Yonny).

Berencara Tidur Bareng dengan pose yang sama?

Kira-kira, kenapa bisa gitu, ya?

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

padang bunga

Kebersamaan Keluarga Dalam Keajaiban Angka

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Saatnya kita refreshing lagi! Tapi refreshing kali ini butuh alat buat menghitung kalau-kalau agak sulit menghitungnya… Siap? Coba, yuk!

Pikirkan seberapa ingin kita dalam seminggu meluangkan waktu makan bersama keluarga yang kita cintai dalam satu meja.

Kalikan jumlah tadi dengan angka 2.

Tambahkan dengan angka 5.

Kalikan dengan angka 50.

Kalau hari perayaan ulang tahun kita di tahun ini telah lewat, tambahkan 1758. Kalau belum, tambahkan 1757.

Kurangi dengan bilangan tahun kelahiran kita… (Misalkan kurangi dengan 1989, 1970, dsb…)

Saat ini kita mendapatkan suatu angka dengan tiga bilangan (tiga digit).

Mau tahu hebatnya dimana!?

Angka pertama adalah berapa kali dalam seminggu kita ingin meluangkan waktu makan bersama keluarga yang kita cintai. Hayo… Tul, nggak?

Sementara angka kedua dan ketiga adalah….

UMUR KITA!

Jadi… yuk kita tingkatkan kebersamaan dengan keluarga yang kita cintai… Mumpung waktu masih ada…

Jangan sampai kita melewatkan kesempatan yang ada di depan mata, dan malah terlambat menyesali saat kesempatan itu tlah menghilang…

Jangan ragu tuk katakan pada keluarga yang kita cintai, “Aku menyayangi kalian!” atau “Aku mencintai kalian!”

Karena kalau bukan sekarang… kapan lagi…?

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

(PS : Games ini cuma berlaku di tahun 2008. Tahu kenapa? Coba cari jawabannya… :mrgreen: Hehehe…)

Coba Lihat…

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Ayo tebak...

Ayo tebak...

Tahu gambar apa ini? Coba tebak sampai cerita ‘Gajah’ di bawah ini selesai.

Ceritanya gini. Ada lima orang buta yang selama hidupnya sama sekali belum pernah tahu tentang gajah. Pada suatu hari, teman kelima orang itu menuntun mereka agar mereka bisa menyentuh gajah yang selama ini hanya ada dalam angan mereka.

Orang buta pertama memegang ekor, orang buta kedua memegang belalai, orang buta ketiga memegang gading, orang buta keempat memegang telinga, sementara orang terakhir memegang kaki.

Saat ditanya oleh teman mereka, “Gajah itu seperti apa?” Kelima orang buta ini menjawab dengan jawaban yang berbeda.

Orang buta pertama menjawab, “Seperti ular yang berbulu di ujung ekornya!”

Orang buta kedua menjawab, “Seperti selang!”

Orang buta ketiga menjawab, “Seperti tulang manusia yang ujungnya runcing!”

Orang buta keempat menjawab, “Seperti satu lapis kulit yang tebal!”

Sementara orang terakhir menjawab, “Seperti jambangan yang besar!”

Cerita ‘Gajah’nya selesai. Gambar di atas tadi tertebak? Pasti ada yang menjawab kalau itu adalah gambar kain perca merah yang disulam dengan benang biru. Mungkin ada juga yang menjawab kalau itu adalah gambar kulit strawberry yang dipotong sedemikian rupa dan ditaruh di piring putih. Atau jangan-jangan… sampai tulisan ini dibaca malah masih belum kepikiran, ya!?.

Padahal kalau diperjelas, bakal terlihat itu adalah taji ayam. Kalau gambar itu kembali diperjelas, akan muncul gambar dua orang anak yang melihat ayam dari jendela. Tapi saat gambar itu diperjelas, bagian gambar yang tadi hanyalah bagian kecil pemandangan desa. Dan saat diperjelas untuk kesekiankalinya, terlihat bahwa pemandangan desa itu hanyalah sebuah mainan yang sedang diatur oleh tangan manusia.

Ada satu hal yang bisa kita petik dari kedua contoh tadi (‘Gajah’ dan Gambar yang Berkelanjutan): Sudut Pandang. Saat kita melihat sesuatu hanya dari satu sudut pandang, maka segitulah garis batas pandang apa yang bisa kita lihat. Tapi saat kita melihat dari sudut pandang yang berbeda, saat itu garis batas pandang kita menjadi berubah.

Sama seperti saat kita mendapat masalah. Jika kita hanya melihat masalah itu dari satu sudut pandang saja, kita pasti hanya bisa memecahkannya sebatas sudut pandang yang kita punya. Misalnya seperti pada contoh ‘Gajah’ tadi. Saat orang buta pertama memegang ekor gajah, wajar kalau dia mengira gajah itu seperti ular. Begitu pula dengan orang buta kedua, ketiga, dan seterusnya yang mengira dengan perkiraan yang berbeda. Tapi bayangkan seandainya mereka mau menyentuh bagian yang disentuh teman-temannya yang lain! Mereka akan berkata kompak dengan bayangan yang sama dalam otaknya, “Oh… Jadi ini yang namanya Gajah…”

Satu masalah nggak boleh hanya dilihat dari satu bagian kecil saja, melainkan musti merupakan penggabungan titik-titik kecil. Jadi inget kata teman, Untuk membuat sebuah lukisan yang indah, nggak cukup dari satu garis! Apalagi satu titik! Butuh banyak rangkaian kesatuan untuk bisa merangkai makna sebuah lukisan.

Sama! Untuk memecahkan suatu masalah, nggak cukup cuma mendengar, mengerti, atau meyakini hanya satu bagian saja. Kita harus mencoba melihat dari bagian-bagian lain yang berbeda dan merangkainya agar kita bisa mengerti dengan tepat bagaiamana cara menyelesaikan permasalahan tersebut…

Terus, bagaimana caranya agar kita bisa terlatih untuk melihat suatu permasalahan dari sudut pandang yang berbeda? Boleh dicoba, nih:

Belajar dari pengalaman

Jangan siakan yang satu ini! Semakin kita sering terjatuh di lubang yang sama, semakin bertambah besar lubang itu! Jadikan kegagalan memecahkan masalah sebagai sebuah pelajaran untuk menghadapi masalah berikutnya yang sudah pasti akan datang…

Minta pendapat orang yang ada di dekat kita

Kadang pendapat mereka memang belum tentu lebih baik, tapi pasti menambah sudut pandang pemecahan permasalahannya.

Berdoa

Tampak kurang begitu penting, tapi justru ini yang paling penting! Saat kita berharap untuk ditunjukkan sudut pandang yang berbeda dan yakin atas itu, saat itulah Allah mempersiapkan suatu sudut pandang pemecahan masalah yang sama sekali belum pernah terbayangkan dari dua poin sebelumnya… Karena dibalik kesulitan selalu ada kemudahan… Sungguh, dibalik kesulitan selalu ada kemudahan…

Smoga kita sama-sama dijadikan sebagai orang yang tidak melihat sesuatu hanya dari satu sudut pandang saja…

{Btw, gambar di atas baru 7 dari 30 rangkaian gambar yang ada, lho! Kira-kira, ada yang tau gambar ketujuh ma kedelapannya apa?}

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Nama Jepang (Gara-Gara Kang Hangga)

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Yah, mungkin tulisan kali ini kurang begitu penting. Namanya juga mumpung masih libur…

Kalo dipikir-pikir nggak ada salahnya refreshing, kan? “Refreshing” ini didapat dari Kang Hangga, tuh…

Btw… Nama Jepangku : Fujiwara Kazuma (Fujiwara:Wisteria fields; Kazuma: take part in reality)…

Mau refreshing dengan cara tau nama Jepangmu? Coba di sini.

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.