Terbaik Untukmu (Ramadhan Version)

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Sebenernya tulisan ini pengen di posting kemaren (sesuai janji ke beberapa orang…). Tapi karena ada beberaha hal, makanya baru bisa sekarang…

Tau lagu “Terbaik Untukmu” yang pernah dibawain Ada Band dan Gita Gutawa?

Coba nyanyiin versi ini, yuk!

TERBAIK UNTUKMU

Teringat setahun lalu, bulan Ramadhan itu

Sungguh tlah kulewatkan, kukecewakan

Tak ingin kulakukan lagi untuk yang kedua kalinya

Kan kucoba hiasi bulan Ramadhanku kali ini…

Kau ingin ku menjadi yeng terbaik bagi-Mu

Patuhi perintah-Mu, jauhkan godaan,

yang mungkin kulakukan dalam waktuku beranjak dewasa

Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Reff :

Allah tolonglah, sampaikan sejuta salamku untuknya…

Ku trus berjanji kan sambut Ramadhanku ini

Allah dengarlah, betapa sesungguhnya ku mencintai-Mu

Kan kubuktikan dengan menghiasi Ramadhan

Andaikan nanti malam lahirkanku kembali…

Ku inginkan suasana basuh jiwaku

Membahagiakan aku tuk rasakan Ramadhan terbaikku

Tuk banggakan diri-Mu

dengan segenap cinta dariku…

(back to reff, fade out)

SELAMAT DATANG RAMADHAN!!!!

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Lihat Lebih Dekat (3)

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Sudah lihat pembahasan sebelumnya di Lihat Lebih Dekat (I) dan Lihat Lebih Dekat (II), kan? Sekarang giliran edisi terakhir…

Mengapa bintang bersinar?

Mengapa air mengalir?

Mengapa dunia berputar?

Lihat s’galanya lebih dekat

Dan kau akan mengerti…

Pada bait ketiga, tiga baris pertama yang merupakan tiga pertanyaan terlihat seperti sebuah pertanyaan yang eksplisit. Namun sebenarnya ada unsur kiasan pada pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Mengapa bintang bersinar? Bayangkan seandainya bintang (termasuk matahari) nggak bersinar. Alam semesta berada dalam kegelapan! Selain alasan yang sudah disebutkan di Lihat Lebih Dekat (I), sebuah bintang diharuskan bersinar untuk menerangi lingkungan sekitarnya. Dalam hidup ini pun, kita membutuhkan bintang yang bisa memberikan kita contoh agar kita bisa menjadi bintang berikutnya yang memberikan cahaya dan kehangatan. Jika kita berharap cahaya (dalam hal ini contoh) pada satu bintang, maka kita akan mendapatkannya, bahkan menularkannya pada lingkungan di sekitar kita. Tapi jika kita mengharap cahaya itu datang dari sesuatu yang bukan bintang, nggak bakal ada yang kita dapat selain kegelapan.

The other view of Sun

The other view of Sun

Air yang mengalir diibaratkan perjalanan hidup yang kita tempuh. Jangan sampai saat ditanya, “Mau seperti apa hidupmu di dunia?” kita malah menjawab, “Seperti air yang mengalir…”. Air yang mengalir memang punya tujuan. Tapi kita nggak tahu apakah akan sampai ke lautan luas atau malah berhenti di suatu tempat sebelum sampai ke laut. Makanya dalam hidup ini kita harus memiliki tujuan yang jelas agar hidup kita bermakna. Bukankah lebih baik terantuk batu dan terhempas di curam tapi sampai di sungai daripada mengalir datar tapi kemudian berhenti?

Air Terjun Maribaya

Air Yang Mengalir...

Mengapa dunia berputar? Kalau nggak berputar, kita nggak bisa merasakan siang dan malam secara bergantian. Sama, kehidupan manusia pun berputar sama seperti dunia. Adakalanya kita berada di kala siang, di puncak kesuksesan, adakalanya kita berada di kala malam, di palung kegagalan. Dua-duanya memang bertolak belakang, tapi memiliki tujuan yang sama. Saat kita berada di puncak kesuksesan, saat itulah rasa syukur kita diuji. Seberapa besar kita bersyukur pada Dzat Yang Memberi Kenikmatan? Saat kita berada di palung kegagalan, saat itulah sifat sabar kita diuji. Apakah kita bisa bersabar? Jika rasa syukur itu ada, kita nggak harus kecewa berat saat kehilangan yang kita cintai. Jika rasa sabar itu ada, maka jalan untuk merasakan kebahagiaan akan semakin dekat…

Tiga pertanyaan tadi hanyalah contoh kecil saja. Kalau kita mau memikirkan lebih jauh lagi, pasti bakal muncul banyak pertanyaan yang berkaitan dengan alam, baik di langit maupun di bumi. Lihat segalanya lebih dekat! Niscaya kita akan bisa menilai segalanya lebih bijaksana. Karena sungguh, dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian siang dan malam, terdapat tanda bagi orang-orang berakal. Mereka itu adalah orang yang selalu mengingat nama Tuhannya baik duduk, berdiri, atau berbaring sambil memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.

Begitulah bahasan tentang lirik lagu Lihat Lebih Dekat… Walaupun terlihat sederhana, namun ternyata banyak yang bisa kita ambil dari guratan Elfa Secoria tersebut. Semoga kita dijadikan sebagai orang yang selalu mensyukuri segala karunia yang diberikan Allah SWT, termasuk keajaiban-keajaiban alam yang patut dipertanyakan untuk diambil hikmahnya…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Lihat Lebih Dekat (2)

(sambungan dari Lihat Lebih Dekat (1))

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Saatnya bait kedua…

Bila kau dapat mengerti

Sahabat adalah setia dalam suka dan duka

Kau kan dapat berbagi rasa untuknya…

Begitulah seharusnya jalani kehidupan

Setia… Setia… Dan tanpa terpaksa

Manusia adalah makhluk sosial yang nggak bisa hidup kalau kesendirian. Belum setuju? Coba lihat benda-benda yang ada di sekitar kita. Apa semua benda itu bikinan kita sendiri? Sebuah meja yang ada di kamar mungkin terlihat gampang dibuat sendiri. Tantangannya cuma mau atau nggaknya kita menggergaji sebuah pohon, mengolahnya menjadi gelondongan kayu, lalu memotongnya menjadi bagian-bagian yang siap dijadikan meja. Ingat, lho! Semua itu belum selesai, kita masih harus bikin sebuah mur dan baut, lem, olahan cat, dll. Butuh contoh lagi? Hm… Satu lagi, aja, ya. Pernah nggak, kita berpikir gimana caranya bikin nasi goreng? Kayaknya simple, ya? Padahal untuk bisa membuat nasi saja butuh kerja yang luar biasa (mulai dari pengolahan tanah, penanaman bibit padi, pemupukan, hingga proses panen), apalagi untuk menghasilkan kecap, kerupuk, ayam, bawang, dan tetek bengek lainnya sebelum diolah. Bisa saja bikin semua itu sendirian. Tapi pertanyaannya… Mau?

Beruntunglah karena di dunia ini masih ada para ahli pembuat kayu olahan, pembuat mur, pembuat cat, petani, peternak, dan sebagainya.

Ada satu alasan penting lainnya kenapa kita dikatakan sebagai makhluk sosial : komunikasi. Kita lahir ke dunia ini dengan berbagai macam emosi. Pada dasarnya kita mengharapkan asa, merasakan bahagia, bahkan membutuhkan cinta. Perasaan-perasaan tersebut nggak mungkin dirasakan atau ditunjukkan tanpa adanya satu komunikasi. Sementara itu, komunikasi nggak mungkin terjadi dalam satu individu (kecuali kalau ngomong sendiri). So, kita membutuhkan minimal satu orang lagi untuk dapat berbagi dan saling mengerti, karena kita adalah makhluk sosial.

Kadang nggak semua yang kita rasakan mau kita bagikan pada orang lain. Saat itulah kita butuh seorang (atau lebih, tergantung kondisi) yang benar-benar nyaman. Orang ini yang biasa kita namakan sahabat.

Sahabat terbagi menjadi beberapa:

a. Sahabat biasa/teman

Sahabat biasa adalah sahabat yang baru bisa memahami apa yang kita rasakan. Biasanya dia masih cenderung enggan berbagi atau menceritakan dirinya. Sedangkan saat sahabatnya ingin menceritakan sebuah rahasia padanya, kadang sahabat tipe ini (pada kasus tertentu) susah untuk merahasiakan hal itu.

b. Sahabat dekat

Tipe sahabat dekat adalah sahabat yang sudah mau menceritakan sebagian kisah hidupnya. Bahkan beberapa jenis sahabat tipe ini biasanya sudah memiliki rasa sayang terhadap sahabatnya. Jadi, kalau ada rahasia yang ingin disimpan, minimal sahabat tipe ini cocok buat diajak curhat.

c. Sahabat spesial

Sahabat tipe ini adalah sahabat yang bisa mencintai juga mau dan mampu untuk melindungi saat sahabatnya berada dalam posisi yang kurang mengenakkan. Saat sahabatnya membutuhkan bantuannya, biasanya seorang sahabat spesial berusaha untuk memberikan bantuannya jika ia memang bisa membantu.

d. Sahabat setia/sahabat sejati/sahabat terbaik

Inilah tingkatan seorang sahabat yang paling tinggi. Saat kita mau bercerita tentang sebuah rahasia yang super rahasia, seorang sahabat setia akan merahasiakannya. Seorang yang bertipe ini nggak mau mengecewakan sahabatnya. Ia berusaha untuk memberikan bantuannya walaupun dalam keadaan yang hampir tak mungkin. Ssst… dalam beberapa kasus, tipe sahabat setia justru lebih mengenal diri sahabatnya dibanding si sahabatnya itu sendiri , lho!

Ada sebuah kalimat yang bisa membuat kita bertanya, “Sebetulnya siapa, sih, sahabat-sahabat kita saat ini?”. Kalimat itu berbunyi, Saat ingin mengetahui seseorang, lihatlah bagaimana sahabat-sahabatnya.

Ya, Sahabat terbaik (seperti dalam lirik Lihat Lebih Dekat) adalah sahabat yang mampu setia dalam suka dan duka. Dalam kehidupan ini, kita sebetulnya dituntut untuk punya minimal seorang sabahat terbaik (sahabat setia). Saat kita nggak mampu mengenal siapa diri kita sebenarnya, seorang sahabat setia kan membantu untuk itu. Dia akan mengingatkan saat kita nggak berada pada jalur yang benar, juga mendengar dan memberi saran terbaik saat kita lagi menghadapi masalah.

Hanya ada satu cara untuk mendapatkan sahabat setia. Kitalah yang harus memulainya untuk menjadi sahabat setia bagi sahabat-sahabat kita saat ini. Saat kita menjadi sahabat setia bagi mereka, saat itulah mereka akan berkata dalam hatinya bahwa kita adalah sahabat terbaiknya.

Semoga kita dikaruniai sahabat-sahabat setia yang mau dan mampu mengingatkan kita dalam kebenaran dan kesabaran mengarungi kehidupan dunia ini… Dengan setia… dan tanpa terpaksa…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

(bersambung ke Lihat Lebih Dekat (III))

Lihat Lebih Dekat (1)

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Sherina MunafTepat di bulan ini delapan tahun yang lalu (kalau nggak salah) film Petualangan Sherina muncul, mem-booming, dan menjadi awal dari kebangkitan perfilman Indonesia. Salah satu Original Sountrack (OST)-nya adalah Lihat Lebih Dekat, sebuah lirik lagu yang sangat menginspirasi untuk lebih peka terhadap apa yang ada di sekitar kita. Walaupun lagu ini umurnya udah cukup tua (diciptakan oleh Elfa Secoria, muncul dan dipopulerkan oleh Sherina), tapi inspirasinya bisa dirasakan hingga sekarang, bahkan selamanya…

Terlepas dari ‘visi’ lagu ini yang sebenarnya, ada baiknya kalau kita mencoba mendalami arti atau makna liriknya bait demi bait versi Karafuru San

 

Bila kita dapat memahami

Matahari menemani kita dalam kehangatan

Hingga sang rembulan bersenandung

Meninabobokan seisi dunia dalam lelap,

Setia…. Tanpa terpaksa

 

Lirik awal pada bait pertama mengingatkan tentang makna mengapa matahari diciptakan. Matahari (selain air) diciptakan dengan tujuan utama memberikan kehidupan di muka bumi. Dengan jarak bumi-matahari yang ideal, manusia bisa merasakan kehangatannya dengan panas hanya 1/30 kali panas yang sebenarnya. Panas dengan suhu tersebut adalah panas ideal/optimum bagi tumbuhan untuk melakukan aktifitas fotosintesis. Tumbuhan yang berfotosintesis memanfaatkan energi matahari untuk membuat makanannya sendiri dengan prosedur yang rumit. Inilah yang membuatnya tumbuh sehingga bisa menjadi makanan bagi konsumen-konsumennya (mulai dari konsumen tingkat awal sampai konsumen tingkat akhir, termasuk kita sebagai manusia). Proses makan-memakan ini disebut rantai makanan yang sebetulnya adalah proses perpindahan energi dari energi matahari ke makhluk hidup, mulai dari makhluk hidup tingkat rendah ke makhluk hidup tingkat tinggi.

 

Hm… rumit, ya? Urusan beginian lebih ahli ditanyain ke orang biologi…

 

Bisa kita bayangkan seandainya panas matahari kurang atau lebih dari panas seperti saat ini, tumbuhan tak dapat melakukan fotosintesis. Dengan sendirinya kepunahan akan terjadi akibat tak dapat ‘membuat makanan’. Kepunahan tumbuhan sebagai produsen (ingat pelajaran biologi waktu SMP?) akan mengakibatkan kepunahan konsumennya.

 

Namun ada satu lagi yang mesti kita ingat. Jika setiap saat matahari terus menyinari bumi, maka akan tercipta suhu panas yang konstan. Suhu panas yang berlangsung terus menerus ini bisa menyebabkan perubahan ke arah negatif. Kita ambil contoh pada spesies kita saja alias manusia. Perubahan negatif akibat terkena matahari terus-menerus dapat berupa perubahan komposisi fenotif (yang tampak, contoh kecilnya : kulit kering, mata merah, dehidrasi tubuh) maupun perubahan komposisi genotif (yang tidak tampak, misalnya perubahan gen dalam DNA manusia). Pernah nonton dorama Jepang : Long Love Letter? Secara ilmiah (walaupun ada juga yang tidak masuk akal) dalam drama tersebut diceritakan mengenai sebagian manusia yang bermutasi akibat kondisi bumi beberapa puluh tahun ke dapan yang semakin panas. Itu baru contoh untuk manusia, belum yang lainnya. Bayangkan kalau di bumi ini siang terus…

 

Sejalan dengan bagian akhir bait pertama “Lihat Lebih Dekat”, Sang Maha Pencipta dengan luar biasa menciptakan sebuah kondisi penetral, yakni malam hari. Salah satu tujuan nyata terciptanya malam adalah sebagai waktu untuk beristirahat. Waktu ini bisa dimanfaatkan kita untuk melepas lelah setelah selama seharian menuntut ilmu, bekerja, atau kegiatan lainnya. Apalagi jika ‘dihadiahi’ bunga tidur yang cukup indah. Pastinya suasana malam akan terasa nyaman…

 

Tapi perlu dicatat, apakah malam hari perlu digunakan untuk istirahat terus? Sayang jika melewatkan malam hanya untuk memejamkan mata. Akan lebih indah jika sepertiga malam terakhir kita isi dengan bersyukur kepada-Nya… Pernahkah antara jam 3 sampai jam 4-an membuka jendela lalu menatap ke atas sana? Dinginnya udara malam & bintang yang bersinar (jika ada) menunggu kita untuk mengucapkan rasa syukur atas nikmat yang telah kita rasakan hingga saat ini… Jika setelah menatap indahnya langit malam kita isi dengan berucap syukur & bermunajat pada-Nya, Insya Allah itulah saat terbaik munculnya harapan doa bisa terkabul. Tapi awas, lho, jgn lupa tutup jendela! Ntar malah maling yang nongol…

 

Bulan, bintang, dan matahari (yang sebetulnya bintang juga) adalah suatu kesatuan yang saling mengisi satu sama lain. Mereka saling setia menjaga keseimbangan alam satu sama lain ini agar roda kehidupan tetap berputar. Kesetiaan mereka tanpa ada paksaan dari siapapun dan apapun. Mereka memang diciptakan untuk ‘menemani’ bumi dan segala isinya (termasuk kita) sejak pertama menatap dunia, hingga tiba masanya untuk kembali menutup mata. Dengan mengerti dan melaksanakan tugas masing-masing itulah mereka telah bersyukur kepada Sang Pencipta. Wajar jika selama ini berlum pernah ada berita matahari hampir tabrakan dengan bintang lain, matahari mogok kerja dari menyinari dunia, atau malah bulan dan matahari bertukar shift kerja. Keserasian yang saling mengisi satu sama lain itu adalah bentuk tugas mereka sebagai perwujudan rasa syukur kepada-Nya hingga ujung waktu….

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

(bersambung ke Lihat Lebih Dekat (II))

 

Lihat Lebih Dekat

(Lyric : Elfa S., Singer : Sherina)

 

Bila kita dapat memahami

Matahari menemani kita dalam kehangatan

Hingga sang rembulan bersenandung

Meninabobokan seisi dunia dalam lelap,

Setia…. Tanpa terpaksa

 

Bila kau dapat mengerti

Sahabat adalah setia dalam suka dan duka

Kau kan dapat berbagi rasa untuknya…

Begitulah seharusnya jalani kehidupan

Setia… Setia… Dan tanpa terpaksa

 

Mengapa bintang bersinar?

Mengapa air mengalir?

Mengapa dunia berputar?

Lihat s’galanya lebih dekat

Dan kau akan mengerti…