FaceBook, Status, dan Kontroversi

Assalamu’alaykum…

Keesaan hanya milik Allah, Nabi Muhammad adalah utusan-Nya…

Teruntuk kakak2 yang saya hormati

Teruntuk teman2 (angkatan 2007) yang saya banggakan,

Teruntuk adik2 yang kk cintai, (kalimat2 barusan kalo diucapkan serasa kembali ke masa2 SMP… ^_^)

mungkin di antara kalian ada yang pernah berkunjung ke FaceBook (FB) seorang Araf Pratamanaim dan menemukan sebuah status yang pada akhirnya (ternyata) menghasilkan sebuah kontroversi (perdebatan) yang (denger2) cukup gede. Kalau dipikir2… Iya juga, sih… Gila! 2007 udah Ta’aruf!! Keren abis!!! ^_^!

Setelah proses tabayyun (pencarian kebenaran) dari beberapa sahabat2 (pasti salah satunya ada di antara kalian), seorang Araf harus mengkonfirmasi kalau status yang ditulisnya bukanlah seperti apa yang dikira opini publik. Tapi, Seorang Araf, yang memang sejak dulu (kayaknya) paling hobi bikin kalimat bersayap, menjelaskannya hanya dengan kalimat-kalimat yang masih ambigu (dalam responnya). Sehingga apa yang dimaksudkannya nggak sampe…

Alhamdulillah, Allah mengingatkan via sahabat2 (pastinya lagi, ada di antara kalian)…

“…Raf, ta’aruf tu, walaupun secara harfiah artinya global (Mengenal dan membangun hubungan), tapi implementasinya (pengaplikasiannya) saat ini udah menyempit mengarah ke pengenalan ‘calon’…”

“…Saat seorang aktifis terlalu menggembar-gemborkan data dirinya (foto, profil, dsb) atau menghitamkan apa yang seharusnya tidak hitam, atau sengaja menyebutkan kalau dirinya hitam, maka semua hal itu bisa menjadi sarana pemanfaatan orang-orang/oknum tertentu…”

“…Kang Araf, kabar itu udah heboh di temen-temen FB, lho…” (kurang lebih kalimat2nya seperti itu, maaf ga bisa persis banget… ^_^!)

Astaghfirullah… Ternyata… Hanya dari sebuah status yang kecil, bisa menjadi sangat besar, bahkan bisa mengarahkan opini publik ke arah yang justru nggak dimaksudkan sebelumnya!!! Smoga, kejadian ini nggak terulang… Smoga media FB (yang kita gunakan) bisa kita gunakan sebagai media positif, bukan sebaliknya…

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sebetulnya ta’aruf yang dimaksud seorang Araf itu adalah yang ini, seperti yang dilantunkan EdCoustic dalam lagunya (yang saat ini menjadi top hits di KarafuruRadio), AKU INGIN MENCINTAIMU…

AKU INGIN MENCINTAIMU

Tuhan, betapa aku malu atas semua yang Kau beri

padahal diriku terlalu sering membuatMu kecewa

Entah mungkin karna ku terlena

Sementara Engkau beri aku kesempatan berulangkali

agar aku kembali…

Dalam fitrahku s’bagai manusia untuk menghambakanMu

Betapa tak ada apa-apanya aku di hadapanMu

Aku ingin mencintaiMu, setulusnya, sebenar-benar aku cinta

dalam doa, dalam ucapan, dalam setiap langkahku

Aku ingin mendekatimu selamanya, sehina apapun diriku

ku berharap untuk bertemu denganMu, yang Rabbi

…….

Itulah, makna Ta’aruf yang sebenarnya dalam status seorang Araf… (soalnya kalo ada sahabat2 yang jeli, huruf ‘D’ dalam kata ‘Dia’ itu apostrof (huruf gede), lho!) Jadi bukan seperti apa kata opini publik… Kalaupun ta’aruf yang ‘itu’… Alhamdulillah sudah ada, kok…

EITS! Jangan bikin opini publik yang baru!!! ‘Sudah ada’ maksudnya, Allah sudah menyiapkannya, entah siapa… Yang jelas, yang saat ini harus seorang Araf Pratamanaim lakukan adalah berusaha memberi yang terbaik dalam setiap amalannya, berusaha menaikkan tingkat derajatnya di sisi-Nya, juga meraih ridho-Nya… Mudah? Kata siapa??? Tapi, saat garis start sudah dilalui ke arah kebaikan-kebaikan itu, InsyaAllah akan ada kenikmatan yang tiada tara ketika menjalaninya… Sama2 berlomba berbuat kebaikan, yuk!!! ^_^ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Mahasuci Allah yang menghadiahkan Rasulullah lisan yang luar biasa… Mahasuci Allah yang juga sebetulnya menghadiahkan kita lisan yang luar biasa, walau kita sendiri yang menjadikannya biasa-biasa saja atau jauh dari kata luar biasa…

Smoga, di detik-detik terakhirnya yang sesaat lagi akan berakhir itu, seorang Araf Pratamanaim bisa lebih bijak lagi dalam mengetik status di FB (khususnya) dan dalam mengutarakan kata demi kata dalam setiap yang terucap (umumnya)…

Manusia itu tak ubahnya seperti teko… Teko hanya mengeluarkan apa yang ada di dalamnya. Jika air di dalamnya kotor, penuh dedak atau tanah, maka yang keluar adalah air yang kotor, berdedak, atau penuh tanah. Sebaliknya, jika air yang di dalamnya bersih, bening, dan menyegarkan, maka yang keluar adalah air yang bersih, bening, dan menyegarkan bagi siapapun yang meminumnya… Setiap kata yang dikeluarkan manusia, menggambarkan seperti apa manusia itu sebenarnya…

Mahabenar Allah yang Mahaagung… Smoga banyak hikmah yang bisa diambil dari secarik guratan hitam di atas putih ini… Dari seseorang yang jauh dari kata sempurna, Araf Pratamanaim, dari KarafuruWorld…

(PS: Sekedar twist, Status yang sekarang kayaknya masih kontroversial, ya…? ^_^!)

Wassalamu’alaykum…

Menjadi Diriku…

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

MENJADI DIRIKU… (EdCoustic)

Tak seperti bintang di langit

Tak seperti indah pelangi

Kar’na diriku bukanlah mereka

Ku apa adanya…

Wajahku kan memang begini

Sikapku jelas tak sempurna

Kuakui ku bukanlah mereka

Ku apa adanya…

Menjadi diriku dengan segala kekurangan

Menjadi diriku atas kelebihanku…

Terimalah aku seperti apa adanya

Aku hanya insan biasa, tak mungkin sempurna

Tetap ku bangga atas apa yang kupunya

Setiap waktu kunikmati, anugerah hidup yang kumiliki…

Lirik yang bersahaja, sederhana, tapi dalem banget! Ada makna yang luar biasa dibalik nada penuh semangat dari lagunya EdCoustic ini.

Walaupun secara sekilas mirip pernyataan seseorang buat lawan jenis, tapi kalo kita lihat dari sudut pandang yang lain, lirik “Menjadi Diriku” ini bisa juga loh, menyatakan penghambaan seseorang kepada Tuhannya…

Tapi, mau dari sudut pandang apapun kita menilainya, makna lagu ini keren abis. Dua bait pertama menggambarkan kekurangan diri yang dibandingkan dengan keindahan alam yang nggak ada duanya (bintang dan pelangi). Penyebutan kekurangan di awal itu menggambarkan keikhlasan menerima kekurangan yang ada di dalam diri.

Satu bait setelahnya (Menjadi diriku dengan segala kekurangan, Menjadi diriku atas kelebihanku) adalah sebuah keyakinan bahwa selain memiliki kekurangan, juga ada kelebihan yang betul-betul “gue banget!”. Kedua hal itu disebutkan beriringan dengan maksud kekurangan yang ada harus dicoba tuk dihilangkan, sementara kelebihan yang ada harus dicoba tuk dikembangkan. Dengan catatan, perubahan itu masih tetap dirasa enak buat yang pengen berubah…

Bait terakhir (yang juga adalah chorus-nya), menyatakan pengharapan. Di dunia ini nggak ada yang sempurna, tapi harapan untuk menuju mendekati kesempurnaan tetap ada. Selain itu, ada juga harapan agar siapapun bisa menerima kekurangan yang masih ada. Karena untuk berubah ke arah yang lebih baik itu butuh waktu. Lirik “Tetap ku bangga atas apa yang kupunya” menggambarkan bahwa selagi melakukan proses perubahan, ia tetap bangga atas apa yang ia miliki. Sampai waktu mempertemukannya dengan dirinya yang lebih baik!

So… Perkenalkan, tapat di pergantian hari menuju tanggal 11/09/08 ini Karafuru San dengan bangga memutuskan mengangkat Theme Song Karafuruworld (setelah lagunya Yama-P yang berjudul : Karafuru) : MENJADI DIRIKU!

NB: Buat Akang-Akang EdCoustic, izin, ya…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.