Minggu Terberat Karafuru San

basmallah2

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Minggu terberat dalam sejarah kehidupan Karafuru San akhirnya datang… Di seminggu ke depan, Karafuru San harus melakukan tugas-tugas ini dan pastinya bakal berpengaruh dengan Karafuru World… (smoga bisa diakalin, biar Karafuru World tetep mewarnai dunia minimal setiap minggunya…)

Daftar Tugas Minggu Ini :

Departemen Ekonomi Gamais ITB
Cukup berat. Minggu ini musti menyiapkan presentasi perdana di depan anggota Gamais angkatan 2007 mengenai langkah ke depannya mau ngapain. Belum lagi ada tugas tambahan berupa menyelesaikan jaket angkatan 2008 yang belum kelar dan tugas ‘privasi’ dari kepala Gamais…

Rumah Privat Azkiya
Paling berat. Minggu ini mesti menyelesaikan system kaderisasi pengajar baru, pendataan adik les yang jumlahnya nggak sedikit, survey ke lembaga bimbingan belajar lain, plus tugas ‘privasi’ dari General Manager…

Tugas Besar Kuliah 1 (Algoritma dan Struktur Data)
Berat. Bikin sebuah program yang mengaplikasikan semua materi kuliah. Berkelompok, sih… Tapi di antara semua anggota kelompok itu, Karafuru San yang paling lemah pemahamannya…

Tugas Besar Kuliah 2 (Sistem Digital)
Kenal bahasa VHDL? Nah, itu tugas yang musti Karafuru San buat, bikin implementasi system digital dengan bahasa VHDL! Pusing!!!!!

Ujian Akhir (Full Week)
Nggak ada yang lebih berat dari menghadapi ujian. Ujian adalah penilaian pantas nggak-nya seseorang menuju tingkat yang lebih tinggi… Masalahnya, Karafuru San belum 100% siap.

Dari kelima ‘tugas keren’ di atas, Karafuru San terlihat pesimis. Tapi bagaimana pun juga, dalam kamus orang yang sukses (paling nggak, calon orang yang sukses) nggak boleh ada kata menyerah!
So, Karafuru San akan berjuang untuk menyelesaikan semuanya dengan baik! Mohon doanya, ya…

Smoga kebaikan doa yang diberikan akan kembali kepada orang yang mendoakannya… Amiiiinnnn…

Masa-masa Ujian

Assalamu’alaykum…

Masa-masa ujian memang cukup berat…

Ada orang yang marah-marah (memang Karafuru San yang salah)…

Ada banyak amanah yang dikerjain setengah-setengah…

Ada ujian tengah semester yang persiapannya parah…

Makanya KarafuruWorld kayak jalan di tempat nggak terarah…

Doain, ya… Smoga Karafuru San bisa melewati semuanya dengan baik dan bisa bermetamorfosis menjadi sebuah kupu-kupu yang bermanfaat dengan ‘sayapnya’ buat siapapun di sekitarnya…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Aku dan Keegoisanku…

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Minggu-minggu ini adalah salah satu masa yang cukup berat…

Ujian datang satu per satu…

  1. Adanya kesalahan tempat lahir pada transkip nilai kuliah. Harusnya Ciamis malah Cisaga…
  2. Sama sekali belum bisa berbuat banyak di Departemen Ekonomi Gamais untuk mempublikasikan Pass TPB…
  3. Kurangnya SDM dan dana yang menimpa Pembinaan Adik Asuh (PAA) Gamais…
  4. Menjadi panitia Daurah Pra Kampus SMAN 3 Bandung saat acara Masa Bina Cinta (MBC) HME berlangsung…
  5. MBC HME yang cukup banyak tugasnya…
  6. Nggak enak nelen… –> Doain biar nggak sakit, ya! 🙂
  7. Penyakit hati mulai timbul (lagi)…
  8. Menyakiti hati seseorang…
  9. Dan banyak lagi…

Wah, kalau di list banyak juga, ya? Yang mau dibahas kali ini adalah mengenai poin ke delapan : Menyakiti hati seseorang.

Hanya kurang dari empat jam yang lalu, Karafuru San secara egois mengatakan sesuatu yang menyakitkan bagi orang yang dituju. Keegoisan itu muncul (mungkin) akibat ketidakberterimaan atas apa yang didengar dan dilihat. Entah kenapa penyakit itu tiba-tiba muncul dan menguasai diri.

Sebetulnya inti dari apa yang disampaikan itu baik. Tapi karena keegoismean diri yang lebih diutamakan, maka jadinya… Penyampaiannya tidak seperti apa yang seharusnya, dan akhirnya malah berujung pada penonjolan keegoisan.

Sebagai seseorang yang sebetulnya cukup sering (biasa) menonjolkan keegoisan, hal itu seharusnya bisa ditahan. Tapi kadang, seperti contoh yang dialami tadi sore, adanya kebutaan hati untuk menerima kenyataan dan ketersediaan kebenaran nggak bisa menahannya. Alhasil, saat ini seseorang tadi pasti enggan mengingat pemilik KarafuruWorld ini.

Yah, bagaimanapun juga itu adalah kesalahan pribadi yang egois.

Karakter yang memiliki ego tinggi biasanya nggak bisa menahan perasaan saat ada sesuatu yang mengusik hatinya. Sama seperti pohon pinus yang rapuh jika terkena hujan dan badai, seseorang yang memiliki ego tinggi cenderung untuk memperlihatkan emosinya secara langsung baik tersembunyi ataupun nggak. Kadangkala pemaksaan kehendak pun menjadi salah satu sifat pemilik ego tinggi.

Biasanya, pemilik ego tinggi agak sulit diubah. Kebiasaan yang diturunkan dari salah satu orang tua, adanya lingkungan yang memang bisa cocokuntuk itu, dan tidak adanya minimal seseorang yang selalu mengingatkan menjadi faktor yang menyebabkan sulitnya mengubah ego.

Untuk orang-orang di sekitarnya pun dituntut untuk bisa senggaknya mengingatkan agar mereka bisa terhindar dari perwujudan ego itu…

Ceritanya sama dengan seperti saat kita ingin menyebrangkan sepeda ke seberang jalan. Sepeda merupakan analogi dari sesuatu yang baik. Saat kita hanya melihat ada nggaknya kendaraan dari satu arah saja dan langsung menyeberang, maka kita akan celaka.

Sama, jika kehendak kita (walaupun pada dasarnya amat baik) disampaikan dengan cara yang salah (hanya melihat dari sisi apa yang terjadi saat ini, nggak juga melihat apa yang akan terjadi setelah ini) maka kita akan celaka tertabrak oleh sebuah kesalahpahaman yang bisa menimbulkan penyesalan…

Semoga siapapun yang memiliki sifat dasar ego yang tinggi bisa mengontrol kehendaknya.

Harapan pribadi, semoga seseorang yang dalam empat jam ini merasa telah tersakiti dapat memaafkan keegoisan yang sangat tampak dari seorang Karafuru San… Afwan, jiddan, ya… Maaf…

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Menunggu (dalam kesendirian) itu…

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Hh… Malam ini sendirian lagi…

Tau nggak? Kemarin siang (saat baru aja keluar dari terminal Cicaheum, Bandung) ditelepon ortu. Mereka bilang lagi ada di perjalanan menuju Bandung buat liburan!!! Padahal saat itu Karafuru San lagi di bis menuju kampung halaman. Hh… Karena udah bayar, terpaksa nerusin perjalanan (alias nggak turun en balik lagi). Yah, apa boleh buat… Miskom, sih…

Well, dalam kehidupan ini, menunggu (dalam kesendirian) itu… adalah sesuatu yang nggak enak (banget). Dari contoh di bawah ini, ada nggak yang pernah dialami?

a)    Nunggu seseorang yang janji ketemuan/rapat, tapi yang ngundangnya belum datang

b)    Nunggu hasil UAN/SNMPTN/ujian-ujian lain yang hasilnya belum ketahuan

c)     Nunggu masakan mateng

d)    Nunggu antrean yang panjang banget

e)    Nunggu toilet umum yang udah digedor-gedor tapi nggak ada yang buka

f)      Nunggu kesiapan (buat para ikhwan/cowok) buat ‘menjemput’; nunggu ‘dijemput’ (buat para akhwat/cewek)

g)    Nunggu kebangkitan peradaban yang saat ini masih tertidur 14 abad

h)    Nunggu keluarga yang lagi pada keluar rumah (belum balik lebih dari 24 jam)

i)       Nunggu, nunggu, dan nunggu yang lainnya…

 

 

Yang jelas, menunggu (dalam kesendirian) itu… dibutuhkan satu kesabaran dan keyakinan yang bisa membuat kebosanan hilang.  Kesabaran membuat segalanya tampak menjadi lebih menyenangkan, sementara keyakinan bisa membuat apa yang kita tunggu tidak lagi sebagai suatu penantian, melainkan berujung pada harapan yang menjadi nyata…

Lagi nunggu sesuatu? Sama-sama sabar dan yakin, yuk!

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.