Alasan Kata Pertama dalam Wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah “Bacalah”

Bismillah.

Karafuru San baru pulang dari Cafe Serba Rame, punyanya Agung, yang dikelola juga oleh Sistha. Di sana, ada launching rumah baca. Pengisi Launchingnya ada Salim A. Fillah, seorang penulis best seller Jalan Cinta Para Pejuang dan buku2 lain. Nah, di salah satu bagian kata-kata dari beliau adalah tentang hikmah: Kenapa kata pertama yang disampaikan Allah via Malaikat Jibril adalah “Bacalah”?

Hm.. Iya juga, kenapa ga: “shalatlah”, atau “berdoalah”, atau “bersyukurlah”, dan -lah2 yang lain?

Apalagi ketika wakyu itu diturunin ke Muhammad, yang notabene seorang yang “ummi” alias buta menulis dan buta membaca.

Ternyata hikmahnya cukup banyak:

1. Sumber dari segala ilmu

Pepatah indonesia bilang: “Buku adalah gudang ilmu”. Itu ternyata bener. Semua buku (termasuk informasi dari internet yang positif) adalah ladang jalan ilmu, baik itu ilmu umum (kek kimia, matematika, sastra, elektro, tekstil, manajemen, dll), maupun ilmu agama. Semua itu bakal kita ngerti kalo kita baca. Termasuk shalat, doa, bersyukur, dll.. Semua bakal kita tau ilmunya kalo kita udah membaca.

2. Mengandung unsur paksaan untuk diri kita

Kata “Bacalah” disampaikan Malaikat Jibril berbarengan dengan ayat2 lain di Q.S Al-‘Alaq ayat 1-5 di Gua Hira. Pada saat itu, Rasulullah lagi merenungi tentang benyak hal di sana. Ketika Jibril dateng, yang dilakukannya adalah ‘memaksa’ Rasulullah dengan kalimat “Bacalah!”. Rasulullah menjawab “Saya tidak bisa membaca”. Jibril kembali berkata “Bacalah!”, dibalas lagi “Saya tidak bisa membaca”, sampe akhirnya berulang tiga kali, sebelum Jibril mengucapkan ayat lainnnya. Ini merupakan hikmah penekanan bahwa membaca (mencari ilmu) itu penting. Bahkan kalo perlu, kita harus memaksa diri kita untuk produktif mencari ilmu, setiap detiknya.

3. Sebagai petunjuk untuk bisa memahami isi Al-Qur’an

Buat yang ini, ada bahasan bagus di http://veeq.abatasa.com/.

Intinya adalah : Di Al-Qur’an itu banyak banget perintah Allah, nah, untuk menjalankan dan mengetahui semua isinya, tidak lain dan tidak bukan adalah dengan baca (ya iya, lah.. masa cuma ditaroh doank di lemari sampe bulukan bedebu gitu?), termasuk membaca artinya kalo kita ga ngerti bahasa Arab. Dengan kata itu, Allah memberikan petunjuk buat kita, kalo mau sukses di dunia dan akhirat, caranya: bacalah Qur’an..

4. Mengandung perintah untuk diaplikasikan

Konsep “Bacalah” bukan berarti hanya membaca, lalu ting tong: THE END. Bukan, bukan gitu. Tapi makna membaca itu sendiri adalah mengetahui informasi tentang ilmu-ilmu-Nya (baik ilmu umum maupun ilmu agama), dan mengaplikasikannya.. Nah, ini yang biasanya jaraaaaang banget kita lakuin..

http://www.smileycodes.info
So,

yuk!

“Bacalah!”

Advertisements

Say YES to GAMBARU! By Rouli Esther Pasaribu

Assalamu’alaykum..

Ada satu tulisan yang menarik dari sebuah mailing list.

Tulisan yang bikin Karafuru San pengen ngeshare ke semuanya… Tentang alasan kenapa kita sebagai bangsa Indonesia harus berjuang lebih keras…

Ini dia…

Terus terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan.

Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata penutup selalu :

motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama), motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih dan lebih lagi).

Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru.

 

Gambaru itu bukan hanya sekadar berjuang2 cemen gitu2 aja yang kalo males atau ada banyak rintangan, ya udahlah ya…berhenti aja. Menurut kamus bahasa jepang sih, gambaru itu artinya : “doko made mo nintai shite doryoku suru” (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha abis-abisan)

 

Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter “keras” dan “mengencangkan”. Jadi image yang bisa didapat dari paduan karakter ini adalah “mau sesusah apapun itu persoalan yang dihadapi, kita mesti keras dan terus

mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas persoalan itu” (maksudnya jangan manja, tapi anggap semua persoalan itu adalah sebuah kewajaran dalam hidup, namanya hidup emang pada dasarnya susah, jadi jangan

ngarep gampang, persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru, titik.).

 

Terus terang aja, dua tahun gw di jepang, dua tahun juga gw ngga ngerti, kenapa orang2 jepang ini menjadikan gambaru sebagai falsafah hidupnya. Bahkan anak umur 3 tahun kayak Joanna pun udah disuruh gambaru di sekolahnya, kayak pake baju di musim dingin mesti yang tipis2 biar ngga manja terhadap cuaca dingin, di dalam sekolah ngga boleh pakai kaos kaki karena kalo telapak kaki langsung kena lantai itu baik untuk kesehatan, sakit2 dikit cuma ingus meler2 atau demam 37 derajat mah ngga usah

bolos sekolah, tetap dihimbau masuk dari pagi sampai sore, dengan alasan, anak akan kuat menghadapi penyakit jika ia melawan penyakitnya itu sendiri.

Akibatnya, kalo naik sepeda di tanjakan sambil bonceng Joanna, dan gw ngos2an kecapean, otomatis Joanna ngomong : Mama, gambare! mama faitoooo! (mama ayo berjuang, mama ayo fight!).

 

Pokoknya jangan manja sama masalah deh, gambaru sampe titik darah penghabisan it’s a must!

 

Gw bener2 baru mulai sedikit mengerti mengapa gambaru ini penting banget dalam hidup, adalah setelah terjadi tsunami dan gempa bumi dengan kekuatan 9.0 di jepang bagian timur. Gw tau, bencana alam di indonesia seperti tsunami di aceh, nias dan sekitarnya, gempa bumi di padang, letusan gunung merapi….juga bukanlah hal yang gampang untuk dihadapi. Tapi, tsunami dan gempa bumi di jepang kali ini, jauuuuuh lebih parah dari semuanya itu. Bahkan, ini

adalah gempa bumi dan tsunami terparah dan terbesar di dunia. (catatan: ini nih tulisan yang tadi dikoreksi oleh mbak Rahma di atas 😉

 

Wajaaaaaaar banget kalo kemudian pemerintah dan masyarakat jepang panik kebingungan karena bencana ini. Wajaaaaar banget kalo mereka kemudian mulai ngerasa galau, nangis2, ga tau mesti ngapain.

 

Bahkan untuk skala bencana sebesar ini, rasanya bisa “dimaafkan” jika stasiun-stasiun TV memasang sedikit musik latar ala lagu-lagu ebiet dan membuat video klip tangisan anak negeri yang berisi wajah-wajah korban bencana yang penuh kepiluan dan tatapan kosong tak punya harapan.

 

Bagaimana tidak, tsunami dan gempa bumi ini benar-benar menyapu habis seluruh kehidupan yang mereka miliki. Sangat wajar jika kemudian mereka tidak punya harapan.

 

Tapi apa yang terjadi pasca bencana mengerikan ini?

 

Dari hari pertama bencana, gw nyetel TV dan nungguin lagu-lagu ala ebiet diputar di stasiun TV. Nyari-nyari

juga di mana rekening dompet bencana alam. Video klip tangisan anak negeri juga gw tunggu2in. Tiga unsur itu (lagu ala ebiet, rekening dompet bencana, video klip tangisan anak negeri), sama sekali ngga

disiarkan di TV.

 

Jadi yang ada apaan dong?

 

Ini yang gw lihat di stasiun2 TV:

  • Peringatan pemerintah agar setiap warga tetap waspada
  • Himbauan pemerintah agar seluruh warga jepang bahu membahu menghadapi bencana (termasuk permintaan untuk menghemat listrik agar warga di wilayah tokyo dan tohoku ngga lama-lama terkena mati lampu)
  • Permintaan maaf dari pemerintah karena terpaksa harus melakukan pemadaman listrik terencana
  • Tips-tips menghadapi bencana alam
  • Nomor telepon call centre bencana alam yang bisa dihubungi 24 jam
  • Pengiriman tim SAR dari setiap perfektur menuju daerah-daerah yang terkena bencana
  • Potret warga dan pemerintah yang bahu membahu menyelamatkan warga yang terkena bencana (sumpah sigap banget, nyawa di jepang benar-benar bernilai banget harganya)
  • Pengobaran semangat dari pemerintah yang dibawakan dengan gaya tenang dan tidak emosional : mari berjuang sama-sama menghadapi bencana, mari kita hadapi (government official pake kata norikoeru, yang kalo diterjemahkan secara harafiah : menaiki dan melewati) dengan sepenuh hati
  • Potret para warga yang terkena bencana, yang saling menyemangati : *ada yang nyari istrinya, belum ketemu2, mukanya udah galau banget, tapi tetap tenang dan ngga emosional, disemangati nenek2 yang ada di tempat pengungsian : gambatte sagasoo! kitto mitsukaru kara. Akiramenai de(ayo kita berjuang cari istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah)

 

*Tulisan di twitter : ini gempa terbesar sepanjang sejarah. Karena itu, kita mesti memberikan usaha dan cinta terbesar untuk dapat melewati bencana ini;

Gelap sekali di Sendai, lalu ada satu titik bintang terlihat terang. Itu bintang yang sangat indah. Warga Sendai, lihatlah ke atas.

 

Sebagai orang Indonesia yang tidak pernah melihat cara penanganan bencana ala gambaru kayak gini, gw bener-bener merasa malu dan di saat yang bersamaan : kagum dan hormat banget sama warga dan pemerintah Jepang.

 

Ini negeri yang luar biasa, negeri yang sumber daya alamnya terbatas banget, negeri yang alamnya keras, tapi bisa maju luar biasa dan punya mental sekuat baja, karena : falsafah gambaru-nya itu.

 

Bisa dibilang, orang-orang jepang ini ngga punya apa-apa selain GAMBARU. Dan, gambaru udah lebih dari cukup untuk menghadapi segala persoalan dalam hidup.

 

Bener banget, kita mesti berdoa, kita mesti pasrah sama Tuhan. Hanya, mental yang apa-apa “nyalahin” Tuhan, bilang2 ini semua kehendakNya, Tuhan marah pada umatNya, Tuhan marah melalui alam maka tanyalah pada rumput yang bergoyang… ..

 

I guarantee you 100 percent, selama masih mental ini yang berdiam di dalam diri kita, sampai kiamat sekalipun, gw rasa bangsa kita ngga akan bisa maju.

 

Kalau ditilik lebih jauh, “menyalahkan” Tuhan atas semua bencana dan persoalan hidup, sebenarnya adalah kata lain dari ngga berani bertanggungjawab terhadap hidup yang dianugerahkan Sang Pemilik Hidup.

 

Jika diperjelas lagi, ngga berani bertanggungjawab itu maksudnya : lari dari masalah, ngga mau ngadepin masalah, main salah2an, ngga mau berjuang dan baru ketemu sedikit rintangan aja udah nangis manja.

 

Kira-kira setahun yang lalu, ada sanak keluarga yang mempertanyakan, untuk apa gw menuntut ilmu di Jepang. Ngapain ke Jepang, ngga ada gunanya, kalo mau S2 atau S3 mah, ya di eropa atau amerika sekalian, kalo di Jepang mah

nanggung. Begitulah kata beliau.

 

Sempat terpikir juga akan perkataannya itu, iya ya, kalo mau go international ya mestinya ke amrik atau eropa sekalian, bukannya jepang ini. Toh sama-sama asia, negeri kecil pula dan kalo ga bisa bahasa jepang, ngga

akan bisa survive di sini.

Sampai sempat nyesal juga,kenapa gw ngedaleminnya sastra jepang dan bukan sastra inggris atau sastra barat lainnya.

 

Tapi sekarang, gw bisa bilang dengan yakin sama sanak keluarga yang menyatakan ngga ada gunanya gw nuntut ilmu di jepang.

 

Pernyataan beliau adalah salah sepenuhnya.

 

Mental gambaru itu yang paling megang adalah jepang. Dan menjadikan mental gambaru sebagai way of life adalah lebih berharga daripada go international dan sejenisnya itu.

 

Benar, sastra jepang, gender dan sejenisnya itu, bisa dipelajari di mana saja. Tapi, semangat juang dan mental untuk tetap berjuang abis-abisan biar udah ngga ada jalan, gw rasa, salah satu tempat yang ideal untuk

memahami semua itu adalah di jepang.

 

Dan gw bersyukur ada di sini, saat ini. Maka, mulai hari ini, jika gw mendengar kata gambaru, entah di kampus, di mall, di iklan-iklan TV, di supermarket, di sekolahnya joanna atau di mana pun itu, gw tidak akan

lagi merasa muak jiwa raga.

 

Sebaliknya, gw akan berucap dengan rendah hati :

Indonesia jin no watashi ni gambaru no seishin to imi wo oshietekudasatte, kokoro kara kansha itashimasu. Nihon jin no minasan no yoo ni, gambaru seishin wo mi ni tsukeraremasu yoo ni, hibi gambatteikitai to omoimasu.

(Saya ucapkan terima kasih dari dasar hati saya karena telah mengajarkan arti dan mental gambaru bagi saya, seorang Indonesia. Saya akan berjuang tiap hari, agar mental gambaru merasuk dalam diri saya, seperti kalian

semuanya, orang-orang Jepang).

 

Say YES to GAMBARU!

 

Faith

basmallah

Assalamu’alaykum…

I just found this note…

An Atheist Professor of Philosophy speaks to his class on the problem Science has with GOD, the ALMIGHTY.
He asks one of his New Christian Students to stand and . . .

Professor : You are a Christian, aren’t you, son ?
Student : Yes, sir.
Professor : So you Believe in GOD ?
Student : Absolutely, sir.
Professor : Is GOD Good ?
Student : Sure.
Professor : Is GOD ALL – POWERFUL ?
Student : Yes.
Professor : My Brother died of Cancer even though he Prayed to GOD to Heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But GOD didn’t. How is this GOD good then? Hmm?

( Student is silent )

Professor : You can’t answer, can you ? Let’s start again, Young Fella. Is GOD Good?
Student : Yes.
Professor : Is Satan good ?
Student : No.
Professor : Where does Satan come from ?
Student : From . . . GOD . . .
Professor : That’s right. Tell me son, is there evil in this World?
Student : Yes.
Professor : Evil is everywhere, isn’t it ? And GOD did make everything. Correct?
Student : Yes.
Professor : So who created evil ?

(Student does not answer)

Professor : Is there Sickness? Immorality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the World, don’t they?
Student : Yes, sir.
Professor : So, who Created them ?

( Student has no answer )

Professor : Science says you have 5 Senses you use to Identify and Observe the World around you. Tell me, son . . . Have you ever Seen GOD?
Student : No, sir.
Professor : Tell us if you have ever Heard your GOD?
Student : No , sir.
Professor : Have you ever Felt your GOD, Tasted your GOD, Smelt your GOD? Have you ever had any Sensory Perception of GOD for that matter?
Student : No, sir. I’m afraid I haven’t.
Professor : Yet you still Believe in HIM?
Student : Yes.
Professor : According to Empirical, Testable, Demonstrable Protocol, Science says your GOD doesn’t exist. What do you say to that, son?
Student : Nothing. I only have my Faith.
Professor : Yes, Faith. And that is the Problem Science has.
Student : Professor, is there such a thing as Heat?
Professor : Yes.
Student : And is there such a thing as Cold?
Professor : Yes.
Student : No sir. There isn’t.

( The Lecture Theatre becomes very quiet with this turn of events )

Student : Sir, you can have Lots of Heat, even More Heat, Superheat, Mega Heat, White Heat, a Little Heat or No Heat…
But we don’t have anything called Cold. We can hit 458 Degrees below Zero which is No Heat, but we can’t go any further after that. There is no such thing as Cold. Cold is only a Word we use to describe the Absence of Heat.
We cannot Measure Cold.
Heat is Energy.
Cold is Not the Opposite of Heat, sir, just the Absence of it.

( There is Pin – Drop Silence in the Lecture Theatre )

Student : What about Darkness, Professor? Is there such a thing as Darkness?
Professor : Yes. What is Night if there isn’t Darkness?
Student : You’re wrong again, sir.
Darkness is the Absence of Something
You can have Low Light, Normal Light, Bright Light, Flashing Light . . .
But if you have No Light constantly, you have nothing and its called
Darkness, isn’t it? In reality, Darkness isn’t.
If it is, were you would be able to make Darkness Darker, wouldn’t you?
Professor : So what is the point you are making, Young Man ?
Student : Sir, my point is your Philosophical Premise is flawed.
Professor : Flawed ? Can you explain how?
Student : Sir, you are working on the Premise of Duality.
You argue there is Life and then there is Death,
a Good GOD and a Bad GOD.
You are viewing the Concept of GOD as something finite,
something we can measure.
Sir, Science can’t even explain a Thought.
It uses Electricity and Magnetism, but has never seen,
much less fully understood either one.
To view Death as the Opposite of Life is to be ignorant of the fact that
Death cannot exist as a Substantive Thing.
Death is Not the Opposite of Life: just the Absence of it.
Now tell me, Professor, do you teach your Students that they evolved from a Monkey?
Professor : If you are referring to the Natural Evolutionary Process, yes, of course, I do.
Student : Have you ever observed Evolution with your own eyes, sir?

( The Professor shakes his head with a Smile, beginning to realize where the Argument is going )

Student : Since no one has ever observed the Process of Evolution at work and
Cannot even prove that this Process is an On – Going Endeavor,
Are you not teaching your Opinion, sir?
Are you not a Scientist but a Preacher?

( The Class is in Uproar )

Student : Is there anyone in the Class who has ever seen the Professor’s Brain?

( The Class breaks out into Laughter )

Student : Is there anyone here who has ever heard the Professor’s Brain, Felt it, touched or Smelt it? . . .
No one appears to have done so.
So, according to the Established Rules of Empirical, Stable,
Demonstrable Protocol, Science says that you have No Brain, sir.
With all due respect, sir, how do we then Trust your Lectures, sir?

(The Room is Silent. The Professor stares at the Student, his face unfathomable. )

Professor : I guess you’ll have to take them on Faith, son.
Student : That is it sir . . .
The Link between Man & GOD is FAITH.
That is all that Keeps Things Moving & Alive.
NB:
I believe you have enjoyed the Conversation . . . and if so . . .
You’ll probably want your Friends / Colleagues to enjoy the same . . . won’t you?
Forward them to Increase their Knowledge . . . or FAITH.
It turned out later that the student is Albert Einstein.

Another Story of Mom…

basmallah2

Assalamu’alaykum…

This post tells us about another story of Mom…

A few days ago, Karafuru San got this from a friend,

For add, It’s Naadhira Ali who read this verse…

My Mom Is Amazing

She wakes up early in the morning with a smile
And she holds my head up high
Don’t you ever let anybody put you down
Cos you are my little angelThen she makes something warm for me to drink
Cos it’s cold out there, she thinks
Then she walks me to school, Yes I aint no fool
I just think my Mom is amazing

She makes me feel
Like I can do anything
and when she’s with me
there’s no where else, I’d rather be…

After School, she’s waiting by the gate
I’m so happy that I just can’t wait
To get home to tell her how my day went
And eat the yummy food, only my Mom makes

Then I wind her up cos I don’t wanna bath
And we run around the house with a laugh
No matter what I say, she gets her way
I think my Mom is amazing

She makes me feel
Like I can do anything
and when she’s with me
there’s no where else, I’d rather be…

In the evening, she tucks me into bed
And I wrap my arms around her head
Then she tells me a tale of a girl far away
Who one day became a princess

I‘m so happy, I don’t want her to leave
So she lies in bed with me
As I close my eyes, how lucky am I
To have a Mom that’s so amazing

She makes me feel
Like I can do anything
and when she’s with me
there’s no where else, I’d rather be…

Then I wake up in the morning, she’s not there
And I realize she never was
And I’m still here in this lonely orphanage
With so many just like me

And as my dreams begin to fade
I try hard to look forward to my day
But there’s a pain in my heart that’s a craving
How I wish I had a Mom that’s amazing
Would be amazing

Well… If you, Karafuru Friends, still have parents (especially Mom), why you delay your “I love you” or “Thanks God you’re still here” or “Thank you for your love” or even say nothing?

Last Breath…

basmallah

Assalamu’alaykum…

“Raf, Raf, sini!”

“Huahhh… Apaan, si?”

“Nonton video ini, nih… Nasyid… Bisa mengingatkan tentang kematian…”

“Ah! Nggak! Nggak! Belum siap!!!”

–> Pada akhirnya nonton juga… Dan ternyata, video itu berisikan suatu lagu yang liriknya bener2 dahsyat…

Nasyid Ahmed Bukhatir, dengan judul : Last Breath…

From those around I hear a Cry,
A muffled sob, a Hopeless sigh,
I hear their footsteps leaving slow,
And then I know my soul must Fly!
A chilly wind begins to blow,
within my soul, from Head to Toe,
And then, Last Breath escapes my lips,
It’s Time to leave. And I must Go!
So, it is True (But it’s too Late)
They said: Each soul has its Given Date,
When it must leave its body’s core,
And meet with its Eternal Fate.

Oh mark the words that I do say,
Who knows? Tomorrow could be your Day,
At last, it comes to Heaven or Hell
Decide which now, Do NOT delay !
Come on my brothers let’s pray
Decide which now, Do NOT delay !

Oh God! Oh God! I cannot see !
My eyes are Blind! Am I still Me
Or has my soul been led astray,
And forced to pay a Priceless Fee
Alas to Dust we all return,
Some shall rejoice, while others burn,
If only I knew that before
The line grew short, and came my Turn!
And now, as beneath the sod
They lay me (with my record flawed),
They cry, not knowing I cry worse,
For, they go home, I face my God!

Oh mark the words that I do say,
Who knows, Tomorrow could be your Day,
At last, it comes to Heaven or Hell
Decide which now, Do NOT delay !
Come on my brothers let’s pray
Decide which now, do not delay ….

menyesal

Renungan buat Para Akhwat (dan ikhwan juga)

Karafuru says, ~~Buat Ikhwan juga boleh, ko… ~~

(Renungan buat Para Akhwat oleh Dwina Lubna)

Assalamu’alaykum…

Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka, hati, fikiran, perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walaupun sudah ada segala-galanya. Apalagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s. Tetap merindukan Siti Hawa.

Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, istri atau puteri. Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau lelaki sendiri yang tidak lurus, tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.

Tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus. Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah, karena mereka diciptakan begitu rupa oleh mereka. Didiklah mereka dengan panduan darinya:
Jangan coba jinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin liar, jangan
hiburkan mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita,
Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah, Kenalkan mereka kepada Allah, Zat Yang Kekal, di situlah kuncinya.

Akal setipis rambutnya, tebalkan dengan ilmu, hati serapuh kaca, kuatkan dengan iman, perasaan selembut sutera, hiasilah dengan akhlak.

Suburkanlah karena dari situlah nanti merka akan nampak penilaian dan keadilan Tuhan. Akan terhibur dan berbahagialah mereka, walaupun tidak jadi
ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana mentri negara atau women gladiator. Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan. Itu bukan diskriminasi Tuhan. Sebaliknya disitulah kasih sayang

Tuhan, karena rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan lelaki2
wajah: negarawan, karyawan, jutawan dan wan-wan lain.

Tidak akan lahir superman tanpa superwoman. Wanita yang lupa hakikat
kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan.

Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan, bahkan
mereka pula membengkokkan.

Lebih banyak lelaki yang dirusakkan oleh perempuan daripada perempuan yang
dirusakkan oleh lelaki. Sebodoh-bodoh perempuan pun bisa menundukkan sepandai-pandai lelaki.

Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal Tuhan. Mereka tidak akan kenal
diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini bukan saja banyak boss telah kehilangan secretary, bahkan anakpun akan kehilangan ibu, suami kehilangan istri dan bapa akan kehilangan puteri.

Bila wanita durhaka dunia akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah, rusaklah
jantung, hati dan limpa.

We Will not Go Down!

Assalamu’alaykum…

Alhamdulillah!!! Akhirnya berhasil mendapatkan lagu ini setelah hampir dua minggu Karafuru San mencarinya…

Karafuru San nggak akan banyak berkomentar, karena satu kalimat (You can burn up our mosques and our homes and our schools; But our spirit will never die) saja sudah cukup membuat Karafuru San bergetar karena teringat akan wajah-wajah orang-orang Palestina yang menderita… Walaupun tanpa adanya bantuan banyak dari negara-negara tetangga, mereka tetap berjuang, dengan semangat Menang atau Syahid!

(Ups… Malah berkomentar… ^_^!)

Sebelum membaca liriknya, ada pesan dari sang penyanyi (Michael Heart). Ia berharap kita bisa menyumbang (apapun itu, termasuk bantuan langsung berupa dana atau doa) ke saudara-saudara kita di Gaza…

Silakan liriknya…

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza) Lyrics
(Composed and Copyright 2009 by Michael Heart)

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

=================

Smoga perdamaian segera tercipta di jalur gaza…

Buat yang mau download We Will Not Go Down, silakan… download di sini.