Mentoring 2: Syirik?

basmallah

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Apa kabar adik-adik mentor?

Buat yang kemarin nggak datang, nih, Karafuru San berikan materinya…

Syirik itu ada dua jenisnya, syirik asgar (syirik kecil) dan syirik akbar (syirik besar). Nah, yang Insya Allah akan sedikit dibahas kali ini adalah syirik akbar, khususnya sihir.

Rasanya belum hilang di telinga kita tentang kabar bahwa Gugun Gondrong (salah satu entertainer Indonesia) menderita sakit akibat adanya guna-guna dari seseorang…

Guna-guna (sihir) itu termasuk syirik? Sebetulnya sihir itu ada nggak sih?

Kalau kita tinjau dari salah satu surah di Al-Quran (tepatnya Al-Falaq [113] : 1-5), maka di sana tertulis dengan nyata kalau sihir itu ada.

Sihir (berbeda dengan sulap, lho!) merupakan salah satu kejahatan (perbuatan) syirik akbar, karena jelas sekali mengandung unsur kepercayaan terhadap sesuatu atau seseorang yang bukan Allah. Padahal Allah amat nggak suka jika disekutukan. Dalam kebanyakan kasus, sihir memanfaatkan kepercayaan pada dukun (yang notabene ada yang bekerjasama dengan jin).

Bahayanya, selain menimbulkan antipati dari Allah, sihir juga bisa menghancurkan hubungan antar manusia! Persahabatan, cinta (bahkan antara suami dengan istri) bisa hancur karena sihir! Uih… Ngeri, ya!?

Untunglah, Allah Yang Mahaadil sudah menyediakan penangkal dari bahaya tersebut.

Salah satu penangkal yang mudah untuk kita lakukan adalah dengan berdoa setiap pagi dan petang (walau sebetulnya nggak dilarang untuk berdoa kapanpun).

Berdoa di pagi hari dimaksud agar Allah senantiasa menjaga kita untuk memilihkan langkah yang terbaik saat kita harus menghadapi pilihan pada hari itu. Selain itu juga sebagai bentuk rasa syukur karena Allah telah menjaga kita saat malam.

Nah, kalau berdoa saat malam nggak kalah penting! Kenapa di Al-Falaq disebutkan untuk berlindung dari kejahatan (khususnya) malam? Karena pada dasarnya kemungkinan terjadinya kejahatan itu paling besar pada malam hari. Makanya Rasulullah sering mencontohkan untuk berdoa sebelum tidur agar kita dijauhkan dari segala macam gangguan pada malam hari, termasuk sihir…

Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang yang senantiasa mengingat-Nya kapanpun itu…

Semoga Allah senantiasa melindungi kita dalam setiap jalan yang kita tempuh…

Karafuruhometown

Mentoring 1 : Tawazzun itu….

basmallah

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Alhamdulillah, akhirnya bisa memulai menulis materi mentoring yang Karafuru San sampaikan di kelompok mentoringnya. Semoga bisa menambah ilmu bagi siapapun yang membacanya, dan bagi Karafuru San sendiri (kalo ada saran, kritik, atau pertanyaan sampaikan aja, ya!)…

Tawazzun itu kalo bahasa sehari-hari di dunia kita adalah seimbang. Nah, seimbang yang dimaksud di sini adalah seimbang dalam 3 potensi yang dimiliki manusia. Kok harus seimbang? Gini… Kemuliaan seseorang bisa dilihat dari seberapa besar ia bisa tawazzun, lho! Nggak percaya? Coba tengok…

Tiga potensi yang musti diseimbangkan dan dikasih ‘makan’ :

a. Akal

Dalam agama Islam, ayat pertama yang diturunkan Allah pada Nabi Muhammad SAW adalah “Iqra…” atau “Bacalah…” (Al-‘Alaq [96] : 1). Kenapa Allah nggak memerintahkan “Shalatlah” atau “Puasalah”? Kenapa malah “Bacalah…”? Salah satu makna yang bisa kita ambil adalah karena dengan membaca, pengetahuan apapun bisa kita dapatkan. Kesuksesan apapun (dunia atau akhirat) bisa kita raih, dengan memberi akal ‘makanan’ berupa ilmu…

b. Ruh

Ruh kita juga butuh makanan. Beda dengan akan yang ‘makanan’nya ilmu, ruh butuh waktu dimana kita dekat dengan Sang Pencipta. Dari zaman dulu banyak orang yang akalnya hebat, tapi nol dalam ruh. Jadinya, mereka percaya kalau mereka diciptakan dengan sendirinya. Ini pemahaman yang salah, soalnya apapun di dunia ini yang ada (termasuk manusia), pasti ada karena ada yang menciptakan. Tul? So, yang harus kita lakukan untuk menjaga ruh itu adalah dengan memberinya ‘makanan’ berupa kedekatan dengan-Nya.

c. Jasad

Kayaknya percuma kalo kita punya akal tokcer, ruh bagus, tapi sakit. Apapun yang kita lakukan kalau sakit pastinya nggak enak dilakukan. Jasad juga butuh makanan berupa makanan yang bergizi dan olahraga! Kalau dalam Islam sendiri, ada suatu hadits yang mengatakan kalau Allah lebih menyukai muslim yang kuat dibanding muslim yang lemah.

Smoga kita termasuk sebagai orang yang tawazzun, yang dapat menyeimbangkan ketiga potensi di atas…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Long road