Juara Dua!!!

Assalamu’alaykum Wr. Wb…

Alhamdulillah… Setelah latihan hampir tiap hari (untungnya nggak sampe bolos kuliah… Mm… apa bolos, ya?), tim nasyid N-STEIN (akronim dari Nada STEI Nasyid) berhasil meraih juara dua Lomba Ramadhan 1429 H kemarin!!!!!

Piagam itu sendiri baru kami (N-STEIN) terima dua hari yang lalu, dan hari ini giliran disimpan di kamar kos Karafuru San…

Semoga bisa menjadi lebih baik lagi…

Pengennya sih, N-STEIN ini jadi tim nasyid profesional… Doakan, ya…

Eh, iya, hampir lupa… Anggotanya belum tau, kan? Ada M. Iqbal Faruqi (Informatika 07); Yanwar Arditiyas (Elektro 07); Feiza Alfi (Elektro 07); Rino Ferdian (Elektro 07);  Agung W.M.A (Elektro 07); dan… <jreng…. jreng…>

Karafuru San!

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Wisuda dan Perbedaan bagi Karafuru San

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Tadi siang acara wisuda untuk beberapa angkatan (yang belum diwisuda).

Dibanding wisudaan sekarang (bulan Oktober) sama yang sebelumnya (Juli), ada beberapa perbedaan. Perbedaan itu…

a. Amanahnya…

Kalo di bulan Juli dapat bagian ngarak, kalo sekarang jadi LO orang tua.

b. Mataharinya…

Bulan Juli kemaren panas banget! Tapi nggak tahu kenapa tadi siang adem… Malah terkesan mendung.

c. Capeknya…

Yang namanya ngarak wisudawan pasti sambil bikin barikade, sambil nyanyi-nyanyi (plus teriak), apalagi kalo panas! Bikin haus! Tapi,,, selama jadi LO orangtua, bolak-balik nganterin orang tuanya itu yang bikin agak capek…

d. Feel-nya…

Saat hampir masuk bagian acara basah-basahan, saat jadi barikade Bulan Juli kemaren, Karafuru San agak was-was takut basay kuyup. Tapi tadi siang, karena musti jaga barang-barang wisudawan yang di-LO-in, feel itu nggak dapet. Malah agak pengen niggalin barang dan terjun ke ‘perang air’…

Yah, apapun perbedaannya, tetap ada satu kesamaan…. Acara wisudaan keduanya bikin pengen cepet-cepet diwisuda!! Semoga dimudahkan dan diberikan yang terbaik…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

(NB: Bulan Maret nanti dapet amanah dimana, ya…….?)

Masa-masa Ujian

Assalamu’alaykum…

Masa-masa ujian memang cukup berat…

Ada orang yang marah-marah (memang Karafuru San yang salah)…

Ada banyak amanah yang dikerjain setengah-setengah…

Ada ujian tengah semester yang persiapannya parah…

Makanya KarafuruWorld kayak jalan di tempat nggak terarah…

Doain, ya… Smoga Karafuru San bisa melewati semuanya dengan baik dan bisa bermetamorfosis menjadi sebuah kupu-kupu yang bermanfaat dengan ‘sayapnya’ buat siapapun di sekitarnya…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

I’m Home

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Finally I’m Home…

“I’m home, my healhty!”… Hampir dua minggu kena gejala thypes… nggak enak banget! Melakukan apapun nggak bisa optimal. Salah satu yang parah adalah menelantarkan karafuruworld!!!

“I’m home, karafuruworld!”… Gara-gara sakit tadi… Makanya blog ini sempet terlantar. Tapi, Alhamdulillah sakitnya sudah hilang. So, this karafuruworld is BACK!

“I’m home, Ciamis!”… Pulang kampung! Mau lebaran, sih…

Sebenernya, masih ada satu kalimat “I’m home” lagi yang ingin diucapkan. Tapi… Karena belum ngerasa jadi seorang Karafuru San yang bener-bener baru, kata itu nggak bisa terucap.

Semoga kita bisa mengucapkan kata itu… “I’m home, my better new me!!!”

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Aku dan Keegoisanku…

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Minggu-minggu ini adalah salah satu masa yang cukup berat…

Ujian datang satu per satu…

  1. Adanya kesalahan tempat lahir pada transkip nilai kuliah. Harusnya Ciamis malah Cisaga…
  2. Sama sekali belum bisa berbuat banyak di Departemen Ekonomi Gamais untuk mempublikasikan Pass TPB…
  3. Kurangnya SDM dan dana yang menimpa Pembinaan Adik Asuh (PAA) Gamais…
  4. Menjadi panitia Daurah Pra Kampus SMAN 3 Bandung saat acara Masa Bina Cinta (MBC) HME berlangsung…
  5. MBC HME yang cukup banyak tugasnya…
  6. Nggak enak nelen… –> Doain biar nggak sakit, ya! 🙂
  7. Penyakit hati mulai timbul (lagi)…
  8. Menyakiti hati seseorang…
  9. Dan banyak lagi…

Wah, kalau di list banyak juga, ya? Yang mau dibahas kali ini adalah mengenai poin ke delapan : Menyakiti hati seseorang.

Hanya kurang dari empat jam yang lalu, Karafuru San secara egois mengatakan sesuatu yang menyakitkan bagi orang yang dituju. Keegoisan itu muncul (mungkin) akibat ketidakberterimaan atas apa yang didengar dan dilihat. Entah kenapa penyakit itu tiba-tiba muncul dan menguasai diri.

Sebetulnya inti dari apa yang disampaikan itu baik. Tapi karena keegoismean diri yang lebih diutamakan, maka jadinya… Penyampaiannya tidak seperti apa yang seharusnya, dan akhirnya malah berujung pada penonjolan keegoisan.

Sebagai seseorang yang sebetulnya cukup sering (biasa) menonjolkan keegoisan, hal itu seharusnya bisa ditahan. Tapi kadang, seperti contoh yang dialami tadi sore, adanya kebutaan hati untuk menerima kenyataan dan ketersediaan kebenaran nggak bisa menahannya. Alhasil, saat ini seseorang tadi pasti enggan mengingat pemilik KarafuruWorld ini.

Yah, bagaimanapun juga itu adalah kesalahan pribadi yang egois.

Karakter yang memiliki ego tinggi biasanya nggak bisa menahan perasaan saat ada sesuatu yang mengusik hatinya. Sama seperti pohon pinus yang rapuh jika terkena hujan dan badai, seseorang yang memiliki ego tinggi cenderung untuk memperlihatkan emosinya secara langsung baik tersembunyi ataupun nggak. Kadangkala pemaksaan kehendak pun menjadi salah satu sifat pemilik ego tinggi.

Biasanya, pemilik ego tinggi agak sulit diubah. Kebiasaan yang diturunkan dari salah satu orang tua, adanya lingkungan yang memang bisa cocokuntuk itu, dan tidak adanya minimal seseorang yang selalu mengingatkan menjadi faktor yang menyebabkan sulitnya mengubah ego.

Untuk orang-orang di sekitarnya pun dituntut untuk bisa senggaknya mengingatkan agar mereka bisa terhindar dari perwujudan ego itu…

Ceritanya sama dengan seperti saat kita ingin menyebrangkan sepeda ke seberang jalan. Sepeda merupakan analogi dari sesuatu yang baik. Saat kita hanya melihat ada nggaknya kendaraan dari satu arah saja dan langsung menyeberang, maka kita akan celaka.

Sama, jika kehendak kita (walaupun pada dasarnya amat baik) disampaikan dengan cara yang salah (hanya melihat dari sisi apa yang terjadi saat ini, nggak juga melihat apa yang akan terjadi setelah ini) maka kita akan celaka tertabrak oleh sebuah kesalahpahaman yang bisa menimbulkan penyesalan…

Semoga siapapun yang memiliki sifat dasar ego yang tinggi bisa mengontrol kehendaknya.

Harapan pribadi, semoga seseorang yang dalam empat jam ini merasa telah tersakiti dapat memaafkan keegoisan yang sangat tampak dari seorang Karafuru San… Afwan, jiddan, ya… Maaf…

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Michaelangelo dan ‘The Masterpiece’

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Michaelangelo adalah nama salah satu tokoh komik Teenage Mutant Ninja Turtle (TMNT) alias Kura-Kura Ninja. Tapi yang akan diceritakan kali ini bukan Michaelangelo yang itu, melainkan Michaelangelo sang pelukis sekaligus pemahat besar asal Italia. Namanya sama karena nama-nama tokoh yang ada di TMNT diambil dari tokoh penghasil karya-karya besar.

Pada suatu hari saat usianya menginjak masa-masa senja, Michaelangelo merencanakan untuk mambuat sebuah maha karya. Ia mencari kayu terbaik dari penjuru dunia demi karya terbaiknya. Setelah menemukan yang dicari, ia menyimpan kayu itu di halaman rumahnya.

Keesokan harinya, Michaelangelo mulai memahat kayu itu. Tanpa disadari, perbuatannya diketahui oleh salah seorang cucunya. Ia memperhatikan apa yang dilakukan kakeknya setiap hari sampai karyanya itu tercipta dengan sangat luar biasa.

Saat orang-orang suka dan bangga dengan mengatakannya sebagai The Masterpiece, dalam sebuah kesempatan si cucu bertanya pada Michaelangelo, “Kek, kok Kakek bisa, sih, nyiptain karya yang bagus banget kayak gitu?”

Di luar dugaan, Michaelangelo malah menjawab, “Cu, kata siapa kakek nyiptain itu? Kakek nggak pernah nyiptain, kok!”

“Ah, Kakek bohong! Dari pertama Kakek bikin karya itu sampai selesai, saya selalu lihat, kok! Sudah jelas Kakek yang bikin!”

Dengan sebuah senyuman, Michaelangelo menjelaskan, “Kakek nggak pernah menciptakannya… Sebetulnya dalam kayu itu sebelumnya sudah ada karya besar. Kakek hanya membuang atau memahat potongan-potongan kayu yang nggak diperlukan saja…”

 

Sungguh jawaban yang luar biasa. Tidak hanya karena untaian kata-katanya, tetapi juga dari makna yang tersirat di dalamnya.

‘The Masterpiece’ mirip dengan manusia yang memang adalah The Masterpiece milik Sang Pencipta. Sejak awal mula diciptakan, manusia dibekali akal, rohani, dan jasmani untuk menghadapi kehidupan. Namun potensi-potensi yang dimiliki itu terbelenggu oleh semua sikap negatif yang ada.

Setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi The Masterpiece. Pada perjalanannya, yang membedakan hanyalah seberapa besar ia bisa membuang atau memahat potongan-potongan sikap negatif yang dimilikinya. Semakin banyak potongan-potongan yang tak diperlukan itu dipahat, maka semakin besar kesempatan menjadi sebuah The Masterpiece. Semoga kita bisa menjadi The Masterpiece yang bisa membanggakan siapapun yang melihatnya…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.