Laptop adalah Aset

Assalamu’alaykum…

Lebih dari 5 bulan, Karafuru San ga nulis. Dan selama itu pula, keknya hanya ngegunain laptop sbagai alat pemenuh kebutuhan tugas kuliah.

Baru sadar, dulu Karafuru San pernah dapet materi dari mentor bisnis yang saat ini sudah sukses. Bliau bilang, “apapun yang kamu punya saat ini, itu harus kamu jadikan aset, bukan liabilitas. Kalo aset, apapun yang kamu lakukan terhadapnya, besar kecil pasti berpengaruh terhadap kesuksesan masa depan. Sebaliknya, kalo itu liabilitas, siap2 aja dirugiin.”

Misalkan gini. Yang Karafuru San pake buat ngetik postingan: laptop. Dulu si Compaq C-515 ini dibeli dengan harga 4,6 juta. Pastinya skarang nilainya udah turun gara2 digunain terus-terusan. Nah, kalo penggunaannya cuma buat main game, nonton2 ga jelas, atau yang lebih parah ngeliat yang seharusnya ga boleh diliat, sayang banget, tuh, udah mah nilainya turun, gada yang didapet pula. Beda kalo misalnya laptop ini dipake ngerjain tugas, lumayan, kan, dapet nilai bagus buat tugas, yang berpengaruh ke nilai IP. Atau dilakuin buat nulis sesuatu, lumayan kan, tulisannya dibaca orang dan bermanfaat buat yang baca. Yang lebih keren lagi kalo dipandang dari segi enterpreneur adalag, laptop ini digunain sbagai salah satu sarana promosi usaha. Misal, kalo bisa nyambung internet, bikin blog usaha sendiri, atau group FB usaha sendiri, misalnya.. Itu bakal lebih bagus….

Smoga dengan tulisan ini, 24-10-11, Karafuru San bisa balikin fungsi laptop ini sbagai aset…

Love U, Combi! Smoga bisa produktif bareng2 lagi! (Combi itu nama laptop Karafuru. Salam kenal buat yang belum kenal!)

Advertisements

Dia yang Benama Zaky

Bismillah..

Wah, kesibukan di lab sempet bikin Karafuru San ga nulis di blog…

Beruntung, barusan, pas mau berangkat ke mesjid, di luar pintu kosan, dari kosan sebelah, terdengar suara, “Aa Raf..” dan ternyata itu Zaky, anak berusia 6 tahun yang punya kosan sebelah.

Tadi, Karafuru San ga berangkat sendiri, ada Ka Ardi, penghuni kosan yang ditinggali Zaky. Tadi mampir ke kosan Karafuru San buat mengunjungi kosan lamanya. Yup, taun lalu dia kosan di sini, tapi karena butuh yang sistem bayarnya perbulan, dia pindah.

Nah, singkat cerita, kamipun ke mesjid. Tak dinyana, suara yang sama terdengar ketika hendak memulai shalat isya. Rupanya Zaky ngikutin! Wow.. itulah untuk yang pertama kalinya Karafuru San ngeliat dia di Mesjid Al-Bayyinah, mesjid deket kosan.

Zaky shalatnya berselang 3 orang dengan Karafuru San, tapi gerak geriknya yang slalu ‘ngintip’ gerakan Karafuru San hampir bikin ga fokus! Masya Allah.. Setelah shalat, dia ngehampirin, dan setelah ditanya, ternyata dia berangkat sendiri ke mesjid! Kenapa? “pengen ikut a araf ke mesjid..”

Wow..

Karafuru San berkata dalam hati, “Siapa saya?”

Kami baru pertama kenal kira2 sebulan yang lalu, waktu Karafuru San main ke rumahnya buat ngebenerin komputer Remon, salah satu penghuni kos yang juga pernah sekosan dengan Karafuru San. (Haha, ini untuk yang ketiga kalinya ngoprek komputer/laptop orang lain. merasa berguna, keilmuan elektro yang dimiliki) Di sana, Karafuru San, sempet terpukau sama Zaky, soalnya waktu Remon nyebut kata-kata yang ga seharusnya terucap, anak bermata agak sipit itu bilang, “kata mamah ga boleh, bahasanya kotor, ih.”

Ternyata setelah ditanya2, Zaky itu saat ini lagi bersekolah di sekolah islam. Dengan kedua orangtuanya yang juga lumayan terhadap agama. Satu minusnya, hanya kakeknya yang sering ke mesjid, ayahnya belum.. Makanya, Zaky pun belum dilatih ke mesjid..

Pengalaman Zaky shalat di mesjid itu bikin Karafuru San lebih bersemangat! Ada hikmahnya.. Kalo Zaky bisa gerak ke mesjid cuma gara2 ga sengaja ngeliat Karafuru San ke mesjid? gimana dengan temen2 yang lain?

So, ini saatnya buat lebih banyak ngasih contoh yang baik buat lingkungan sekitar… Yuk!!! ^_^

Smoga punya anak yang lebih lucu dari dia… ini fotonya:

Passion Test (Buat yang bingung akan masa depan)

Bismillah.

http://www.smileycodes.info

Masih bingung tentang pilihan hidup? Masih bingung mau jadi pebisnis atau jadi karyawan? Masih bingung mau jadi apapun di antara pilihan-pilihan yang ada? Jangan khawatir, ada Passion Test.

Passion Test ini baruuuu aja Karafuru San dapet di Pelatihan Kewirausahaan Salman. Tujuan dibuatnya adalah untuk mengetahui di mana hasrat kita ke depannya. Intinya sih sama kek minat dan bakat.

Caranya? Cukup jawab pertanyaan-pertanyaan berikut (bagian di bawah adalah contoh jawaban Karafuru San):

TAHAP 1

1. Pekerjaan apa yang kamu berani dan suka lakukan walau ga dibayar? Sebutin 10 buah!

Mendesain; Menyanyi; Mengedit video; Membuat Lagu; Menulis Blog; Memanaj orang; Bikin marketing tools; Ngasih materi (training); Beres-beres kamar; Masak

2. Hobi apa yang paling seneng banget dilakuin? Sebutin 10 buah!

Online; Main-main sama Corel; Denger musik; Main musik; Jadi pendengar yang baik; Nolong orang; Nyenengin orang; Bisnis; Mengambil gambar; Refleksi diri.

3. Kalo dibayar, pengen jadi apa? Sebutin 10 buah!

Owner perusahaan konveksi; Owner bisnis kuliner; Bikin sensor dengan rangkaian elektronik; Ngedesain; Nyanyi; Bikin lagu; Mengedit video; Manager HRD; Distributor ikan; Distributor Tanaman hias.

========

TAHAP 2

1. Dari nomor 1 di TAHAP 1, pilih 3 yang “gue banget!”

Mendesain; Memanaj orang; Ngasih materi (training).

2. Dari nomor 2 di TAHAP 1, pilih 3 yang “gue banget!”

Main-main sama Corel; Nyenengin orang; Bisnis.

3. Dari nomor 3 di TAHAP 1, pilih 3 yang “gue banget!”

Owner perusahaan konveksi; Owner bisnis kuliner; Ngedesain.

========

TAHAP 3

1. Dari nomor 1 di TAHAP 2, pilih 1 yang “gue banget!”

Memanaj orang

2. Dari nomor 2 di TAHAP 2, pilih 1 yang “gue banget!”

Nyenengin orang.

3. Dari nomor 3 di TAHAP 2, pilih 1 yang “gue banget!”

Ngedesain.

4. Sebutin satu concern yang pengen banget-banget-banget kamu dalemin!

Konveksi

=========

TAHAP 4

Rangkai keempat jawaban dari pertanyaan di TAHAP 3 jadi sebuah kalimat yang ngegambarin kamu banget!

Saya adalah seorang owner perusahaan konveksi yang mampu memanaj karyawan dengan baik, dan memperhatikan kesenangan konsumen dengan kualitas desain yang sangat baik.

========

Kalo TAHAP 4 ini udah terjawab dalam satu bidang yang sama, maka itulah yang bisa kamu perdalam biar bisa jadi orang yang sukses. Tapi kalo ada dua atau lebih bidang dalam kalimat itu, (misal: “saya adalah seorang pengusaha kuliner yang bisa mengisi training di berbagai tempat dengan diselingi nyanyian”) maka harus diperuncing lagi. Dipilih lagi mana yang bener-bener pengen diperdalam, apakah kulinernya? apakah jadi trainernya? ataukah jadi penyanyi?… Kalo udah dipilih, baru kita bisa fokus…

Karena, dari Passion Test ini, Semakin fokus kita pada suatu bidang, semakin dekat kita dengan kesuksesan itu… TRY! ^_^

Education Problem Today

basmallah

Assalamu’alaykum…

Yesterday, Karafuru San attended “Training for Trainer” for Profession and Leadership Orientation of School of Informatics and Electrical Engineering in Bandung Institute of Technology (TFT PLO STEI in BIT). The topic was about Education (especially in Indonesia).

School (in Indonesia means : sekolah), a big part of education, actually came from the word Sikhole (Old Greek), which is mean Free time. It’s really different now, when most of the people who attend school spend almost their whole life to go to school. Hm… Ironic…

in Indonesia, the same thing happens. Human are not learn in order to learn what they wanna learn, but learn what the system push them to learn. In another words, there must be problems.

Well… Karafuru San just wanna give the problem list and the simple solution ala Karafuru San here… ^_^

  • Distribution

Not all the people in Indonesia can learn what they wanna learn. For instance, Teacher is hard to find in region such as Papua Island.

Karafuru San’s Solution : The nation should give more incentive to someone who has willingness to teach in certain regions

  • Infrastructure

Just another problem. There were many cases when students died on their rebuilding school.

Karafuru San’s Solution : The Nation should give more attention so that the distribution of infrastructure can be held well.

  • Curriculum or methods

Hm… Curriculum of Indonesian Education is still follow curriculum in some big countries. It is REALLY NOT SUITABLE. Why? Cause in 5 years, the government always change the system (effect by government’s changing).

Karafuru San’s Solution : Though every 5 years the change of Indonesian Government happens, why don’t keep the education system?

Actually, the problems happen because of ourselves. So…

CHANGE!!! OR WE WON’T CHANGE THE WORLD…