Aoyama Gosho masih Hidup…

Bismillah.

Penggemar Detective Conan? Kalo iya, bersyukurlah, sebab pencipta karakter Shinichi Kudo dan kawan-kawan itu masih hidup dan selamat dari gempa yang melanda Jepang 11 Maret 2011 lalu.

Aoyama malah sempet berkelakar dalam twitternya kira-kira sepekan setelah gempa. Katanya: “It shook pretty badly at my studio, but no problem! I managed to get my manuscript done on time*. (lol) P.S. The new character’s name is Sera! He’ll be a pretty important character, so be sure to look out for him ♪” atau dalam bahasa Indonesia: “Studio (gambar, -red)-nya parah banget. Tapi ga masalah! Saya masih bisa menyelesaikan manuskrip (Conan, -red) tepat waktu*. (lol) P.S Karakter baru (di Conan, -red) namanya Sera! Dia akan menjadi karakter yang sangat penting, jadi pastikan terus memperhatikannya♪”

*) Pada saat gempa terjadi, Aoyama lagi ngeberesin Detective Conan episode 610-an..

So, jangan khawatir.. Abaikan web-web yang bilang kalo Aoyama sudah tiada.. Buktikan kalo karya-karya-nya akan terus muncul dan sampe di tangan kita.

Sebagai bonus, Karafuru San udah ngupload link download untuk OST Movie 14: Overdrive (Garnet Crow). Monggo di-donlot di sini: [DOWNLOAD].

Kalo pengen donlot OST Lengkapnya, monggo klik di sini: [LINK DOWNLOAD OST DETECTIVE CONAN COMPLETE]

==========================================

Sumber-sumber berita:

http://detectiveconanfanclub.com/news/2011/03/aoyama-gosho-says-no-problem/

http://forums.dctp.ws/index.php?topic=5689.0

Advertisements

HEREAFTER: Visualisasi Hollywood tentang Kematian dan Sakaratul Maut

Bismillah…

Sekarang Karafuru San lagi nonton Hereafter, film Hollywood tentang Kematian, Sakaratul Maut, dan hal lain tentang itu. Belum bisa ngejelasin seberapa ASIKnya film ini, soalnya masih di scene 1.

Ini resensi filmnya:

==============================

Sejak zaman purbakala, kematian selalu jadi misteri yang menggoda semua orang untuk mengungkap misteri yang meliputinya. Mereka berharap mendapat jawaban dari semua pertanyaan yang bergejolak di dalam jiwa mereka. Hingga saat ini pun misteri kematian masih belum terungkap dan menghantui banyak orang termasuk George Lonegan (Matt Damon), Marie (Cécile de France), dan Marcus (Frankie/ George McLaren).

George Lonegan adalah warga Amerika Serikat dari kalangan bawah. Berbeda dengan kebanyakan orang, George ternyata punya ikatan yang sangat kuat dengan kehidupan setelah kematian. Jauh di tempat yang berbeda, Marie adalah seorang jurnalis Perancis yang sempat mengalami sendiri pengalaman menjelang kematian. Pengalaman ini begitu membekas hingga mengubah sisi pandang Marie terhadap dunia.

Di saat yang hampir bersamaan, seorang bocah Inggris bernama Marcus kehilangan orang yang begitu dekat dalam hidupnya. Jason, saudara kembar Marcus, meninggal dalam sebuah kecelakaan. Dalam kesedihan Marcus berusaha mencari tahu apa yang terjadi pada Jason setelah kematian merenggutnya dari dunia. Tiga orang yang tak saling kenal ini menempuh perjalanan yang secara tak sengaja justru malah mempertemukan mereka bertiga.

==============================

Menarik, kan? Nonton, ah… ^_^

Untukmu yang Sedang Terkena Penyakit

Assalamu’alaykum…

http://www.smileycodes.info

Lagi kena penyakit? Karafuru San pas lagi nulis ini juga gitu…

Penyakit datang karna ia ingin mengingatkanmu untuk ini:
1. Apakah penyakit itu muncul karena kamu kurang sadar akan hidup sehat?

Hiduplah dengan menjaga kesehatan: banyak minum, asupan nutrisi cukup, tidur berkualitas, dll.
2. Apakah penyakit itu muncul karena kamu terlalu sibuk?

Aturlah waktu dengan lebih membagi waktu untuk istirahat, olahraga, dan beraktivitas (kuliah, kerja, dll)…
3. Apakah penyakit itu muncul karena tak ada yang mengingatkanmu?

Cobalah untuk memperhatikan orang-orang terdekatmu, yang mencintaimu, atau yan kamu cintai.. Kadang perhatian kita ke mereka suatu saat akan dibalas lebih oleh mereka..
4. Apakah penyakit itu muncul karena kesalahan yang kamu buat pada-NYA di masa terdahulu?

Kadang ini bisa terjadi. Kita sudah menerapkan pola hidup sehat. Kita sudah membagi waktu kita sebaik mungkin. Dan kita sudah memberikan cinta pada orang-orang terdekat kita, sehingga mereka pun menjaga kita. Tapi kita lupa. Ada Dzat Lain Yang Tak Terlihat.. Mungkin saja, penyakit ini Ia turunkan, agar Ia bisa menghapus kesalahan-kesalahanmu pada-Nya dengan kesabaranmu..

Maka, bersabarlah,,, dan berjuanglah untuk sembuh! ^_^

Cara Meningkatkan Pengunjung Blog

Assalamu’alaykum..

Hai! Hai! Sahabat Karafuru yang lagi sengaja berkunjung ke sini… (atau malah nyasar?)

Tenang, mau disengajain, atau nyasar, isi blog ini gada yang nyampah ko.. Blog ini, Insya Allah beda dari banyak blog atau bahkan web, yang isinya ga sesuai dengan apa yang kita harapkan, atau malah ga ada sama sekali isinya.

Ko bisa? Ya, itu adalah salah satu trik mereka: Strategi Tag. Ngeliat tag di bawah judul tulisan  ini mulai dari “blogwalking” sampe “memanfaatkan jejaring sosial”? Nah, itulah tag. Para penipu2 itu biasanya manfaatin tag mereka dengan kata-kata yang banyaaaaak banget. Padahal kadang tag-nya ga sesuai dengan isi tulisannya. Kadang malah isinya gada sama sekali. Nyebelin, kan?

http://www.smileycodes.info

But anyway, strategi tag ini adalah salah satu cara biar bisa menaikkan pengunjung. Mau tahu lengkapnya? Ini dia….

  • Buat tulisan yang menarik

Tulisan yang menarik, parameternya, banyak orang yang nyari via google, sebagai media mesin pencari teryahud saat ini. Kalo mau nulis sesuatu, tulis yang kira2 banyak orang yang bakal nyari itu di google. Contohnya, sahabat Karafuru bisa liat di sebelah kanan blog ini, di bagian Most Favourite Colorworld, dua tertinggi adalah tentang Term of Reference (TOR) dan OST Detective Conan (complete!!). Ko bisa? Ternyata banyak banget yang belum tau tentang TOR, dan banyak banget fans Detective Conan yang ngiler pengen ngumpulin OST-nya. So, mangga digali kira-kira, selain itu, apa, ya, yang bikin orang tertarik ngetik di google? Bikin tulisannya!

  • Masukkan tag judul yang banyak, tapi tetap berkaitan dengan isi tulisan

Ini tadi udah dibahas dikit. Intinya, mirip yang pertama, si tag-tag ini nantinya juga bakal muncul di google. Misalnya, kita bikin tulisan tentang gempa Sendai Jepang. Maka, tulis aja tagnya sebanyak mungkin, misalnya kek gini: Gempa Sendai, Gempa Jepang, korban gempa, dan masih banyak lagi.. (awas, ‘dan masih banyak lagi’ ga usah ditulis. Hehe)

  • Optimalisasi link

Maksudnya gimana? Ini lebih ke kalo kita punya banyak link yang juga punya blog. Bikin link di tulisan kita ke blog mereka. Misal, kek gini: “Wah, gempa di Jepang bener-bener bikin kita terenyuh. Bukan begitu, Taufiq? Adjie? WEWSistha? Sri? Ul? NnaDuin?”. Coba perhatiin, di nama-nama yang barusan saya sebut, kalo kursor mouse ditaroh di atas dan diklik, kita pasti bakal pindah ke blog mereka. Artinya, bakal disampein ke mereka kalo kita nge-link mereka di tulisan ini. Pastinya mereka bakal penasaran, kan? Jadi, we, berkunjung.. ^_^

  • Optimalisasi jejaring sosial

Saya termasuk anggota facebook. Di facebook, ada fasilitas buat ngepublish blog kita di wall. Akibatnya, kalo kita nulis blog, pasti temen2 kita di jejaring itu bakal tau kalo kita udah nulis sesuatu. Dan biasanya mereka penasaran apa yang kita tulis.. Nah, ini kudu dioptimalkan..

  • Blogwalking

Jalan-jalan ke blog orang alias blogwalking juga perlu. Dan yang WAJIB adalah ngasih komentar. Patut dicatet juga, kalo bisa ngasih komentarnya ke orang-orang yang emang pengunjungnya dateng. Ada kemungkinan setelah kita meninggalkan jejak di sana, ada orang-orang yang tertarik dateng ke blog kita. Apalagi kalo komennya seru. Hehe. Seperti yang saya lakukan ke blognya Kang Ucup, Mas Ahsin, atau Mas Hangga.

Sok, ah, silakan dicoba 5 hal tadi.. ^_^

Mari kita buat  pengunjung blog kita meningkat!
http://www.smileycodes.info

Hikmah Tidak Istiqamah

Assalamu’alaykum.

http://www.smileycodes.info
“Menyebalkan!”

Mungkin itu yang dirasakan Karafuru San, setelah gagal di UTS sore barusan. Sebenernya yang dimaksud gagal di sini bukan berarti ga ngerti. Itu semua soal yang keluar sebenernya gampang. Tapi entah kenapa seolah nggak ditakdirkan untuk dapet bagus. Mulai dari salah sangka, harusnya dikurang malah ditambah, sampe harusnya kurang tanda “-” buat angka negatif.

Akhirnya Karafuru San mikir: “kenapa, ya, dapet kejadian itu?”
Mungkin ada banyak penyebabnya:
– memulai hari dengan ibadah ga tepat waktu
– memulai hari ga mengucap doa
– ga menjaga pandangan
– belum melakukan sesuatu yang diamanahin Nisa
– belum minta doa ke orangtua.

Nah, mungkin yang terakhir yang paling kena… Soalnya, biasanya Karafuru San selalu ngasihtau keluarga terutama orangtua kalo ada ujian, dan biasanya langsung didoakan, salah satunya dengan parameter balasan sms: “Iya, pasti didoain.. Smoga dimudahkan, ya, ujiannya.”

Tapi hari ini, entah mengapa hal itu terlupakan.. Padahal mungkin aja, ini merupakan satu amalan yang disukai oleh-Nya.. Apalagi, dengan meminta pada-Nya membuktikan kalo kita memang membutuhkan-Nya. lebih ‘apalagi’, kalo yang meminta itu ga cuma seorang, melainkan banyak (dalam kasus ini, Karafuru San, ayah, ibu, dan adik2nya)..

Smoga ke depannya, hal ini ga terulang, sehingga Karafuru San bisa dapet nilai SEMPURNA! Amiiiinnnn..
http://www.smileycodes.info

Say YES to GAMBARU! By Rouli Esther Pasaribu

Assalamu’alaykum..

Ada satu tulisan yang menarik dari sebuah mailing list.

Tulisan yang bikin Karafuru San pengen ngeshare ke semuanya… Tentang alasan kenapa kita sebagai bangsa Indonesia harus berjuang lebih keras…

Ini dia…

Terus terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan.

Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata penutup selalu :

motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama), motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih dan lebih lagi).

Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru.

 

Gambaru itu bukan hanya sekadar berjuang2 cemen gitu2 aja yang kalo males atau ada banyak rintangan, ya udahlah ya…berhenti aja. Menurut kamus bahasa jepang sih, gambaru itu artinya : “doko made mo nintai shite doryoku suru” (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha abis-abisan)

 

Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter “keras” dan “mengencangkan”. Jadi image yang bisa didapat dari paduan karakter ini adalah “mau sesusah apapun itu persoalan yang dihadapi, kita mesti keras dan terus

mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas persoalan itu” (maksudnya jangan manja, tapi anggap semua persoalan itu adalah sebuah kewajaran dalam hidup, namanya hidup emang pada dasarnya susah, jadi jangan

ngarep gampang, persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru, titik.).

 

Terus terang aja, dua tahun gw di jepang, dua tahun juga gw ngga ngerti, kenapa orang2 jepang ini menjadikan gambaru sebagai falsafah hidupnya. Bahkan anak umur 3 tahun kayak Joanna pun udah disuruh gambaru di sekolahnya, kayak pake baju di musim dingin mesti yang tipis2 biar ngga manja terhadap cuaca dingin, di dalam sekolah ngga boleh pakai kaos kaki karena kalo telapak kaki langsung kena lantai itu baik untuk kesehatan, sakit2 dikit cuma ingus meler2 atau demam 37 derajat mah ngga usah

bolos sekolah, tetap dihimbau masuk dari pagi sampai sore, dengan alasan, anak akan kuat menghadapi penyakit jika ia melawan penyakitnya itu sendiri.

Akibatnya, kalo naik sepeda di tanjakan sambil bonceng Joanna, dan gw ngos2an kecapean, otomatis Joanna ngomong : Mama, gambare! mama faitoooo! (mama ayo berjuang, mama ayo fight!).

 

Pokoknya jangan manja sama masalah deh, gambaru sampe titik darah penghabisan it’s a must!

 

Gw bener2 baru mulai sedikit mengerti mengapa gambaru ini penting banget dalam hidup, adalah setelah terjadi tsunami dan gempa bumi dengan kekuatan 9.0 di jepang bagian timur. Gw tau, bencana alam di indonesia seperti tsunami di aceh, nias dan sekitarnya, gempa bumi di padang, letusan gunung merapi….juga bukanlah hal yang gampang untuk dihadapi. Tapi, tsunami dan gempa bumi di jepang kali ini, jauuuuuh lebih parah dari semuanya itu. Bahkan, ini

adalah gempa bumi dan tsunami terparah dan terbesar di dunia. (catatan: ini nih tulisan yang tadi dikoreksi oleh mbak Rahma di atas 😉

 

Wajaaaaaaar banget kalo kemudian pemerintah dan masyarakat jepang panik kebingungan karena bencana ini. Wajaaaaar banget kalo mereka kemudian mulai ngerasa galau, nangis2, ga tau mesti ngapain.

 

Bahkan untuk skala bencana sebesar ini, rasanya bisa “dimaafkan” jika stasiun-stasiun TV memasang sedikit musik latar ala lagu-lagu ebiet dan membuat video klip tangisan anak negeri yang berisi wajah-wajah korban bencana yang penuh kepiluan dan tatapan kosong tak punya harapan.

 

Bagaimana tidak, tsunami dan gempa bumi ini benar-benar menyapu habis seluruh kehidupan yang mereka miliki. Sangat wajar jika kemudian mereka tidak punya harapan.

 

Tapi apa yang terjadi pasca bencana mengerikan ini?

 

Dari hari pertama bencana, gw nyetel TV dan nungguin lagu-lagu ala ebiet diputar di stasiun TV. Nyari-nyari

juga di mana rekening dompet bencana alam. Video klip tangisan anak negeri juga gw tunggu2in. Tiga unsur itu (lagu ala ebiet, rekening dompet bencana, video klip tangisan anak negeri), sama sekali ngga

disiarkan di TV.

 

Jadi yang ada apaan dong?

 

Ini yang gw lihat di stasiun2 TV:

  • Peringatan pemerintah agar setiap warga tetap waspada
  • Himbauan pemerintah agar seluruh warga jepang bahu membahu menghadapi bencana (termasuk permintaan untuk menghemat listrik agar warga di wilayah tokyo dan tohoku ngga lama-lama terkena mati lampu)
  • Permintaan maaf dari pemerintah karena terpaksa harus melakukan pemadaman listrik terencana
  • Tips-tips menghadapi bencana alam
  • Nomor telepon call centre bencana alam yang bisa dihubungi 24 jam
  • Pengiriman tim SAR dari setiap perfektur menuju daerah-daerah yang terkena bencana
  • Potret warga dan pemerintah yang bahu membahu menyelamatkan warga yang terkena bencana (sumpah sigap banget, nyawa di jepang benar-benar bernilai banget harganya)
  • Pengobaran semangat dari pemerintah yang dibawakan dengan gaya tenang dan tidak emosional : mari berjuang sama-sama menghadapi bencana, mari kita hadapi (government official pake kata norikoeru, yang kalo diterjemahkan secara harafiah : menaiki dan melewati) dengan sepenuh hati
  • Potret para warga yang terkena bencana, yang saling menyemangati : *ada yang nyari istrinya, belum ketemu2, mukanya udah galau banget, tapi tetap tenang dan ngga emosional, disemangati nenek2 yang ada di tempat pengungsian : gambatte sagasoo! kitto mitsukaru kara. Akiramenai de(ayo kita berjuang cari istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah)

 

*Tulisan di twitter : ini gempa terbesar sepanjang sejarah. Karena itu, kita mesti memberikan usaha dan cinta terbesar untuk dapat melewati bencana ini;

Gelap sekali di Sendai, lalu ada satu titik bintang terlihat terang. Itu bintang yang sangat indah. Warga Sendai, lihatlah ke atas.

 

Sebagai orang Indonesia yang tidak pernah melihat cara penanganan bencana ala gambaru kayak gini, gw bener-bener merasa malu dan di saat yang bersamaan : kagum dan hormat banget sama warga dan pemerintah Jepang.

 

Ini negeri yang luar biasa, negeri yang sumber daya alamnya terbatas banget, negeri yang alamnya keras, tapi bisa maju luar biasa dan punya mental sekuat baja, karena : falsafah gambaru-nya itu.

 

Bisa dibilang, orang-orang jepang ini ngga punya apa-apa selain GAMBARU. Dan, gambaru udah lebih dari cukup untuk menghadapi segala persoalan dalam hidup.

 

Bener banget, kita mesti berdoa, kita mesti pasrah sama Tuhan. Hanya, mental yang apa-apa “nyalahin” Tuhan, bilang2 ini semua kehendakNya, Tuhan marah pada umatNya, Tuhan marah melalui alam maka tanyalah pada rumput yang bergoyang… ..

 

I guarantee you 100 percent, selama masih mental ini yang berdiam di dalam diri kita, sampai kiamat sekalipun, gw rasa bangsa kita ngga akan bisa maju.

 

Kalau ditilik lebih jauh, “menyalahkan” Tuhan atas semua bencana dan persoalan hidup, sebenarnya adalah kata lain dari ngga berani bertanggungjawab terhadap hidup yang dianugerahkan Sang Pemilik Hidup.

 

Jika diperjelas lagi, ngga berani bertanggungjawab itu maksudnya : lari dari masalah, ngga mau ngadepin masalah, main salah2an, ngga mau berjuang dan baru ketemu sedikit rintangan aja udah nangis manja.

 

Kira-kira setahun yang lalu, ada sanak keluarga yang mempertanyakan, untuk apa gw menuntut ilmu di Jepang. Ngapain ke Jepang, ngga ada gunanya, kalo mau S2 atau S3 mah, ya di eropa atau amerika sekalian, kalo di Jepang mah

nanggung. Begitulah kata beliau.

 

Sempat terpikir juga akan perkataannya itu, iya ya, kalo mau go international ya mestinya ke amrik atau eropa sekalian, bukannya jepang ini. Toh sama-sama asia, negeri kecil pula dan kalo ga bisa bahasa jepang, ngga

akan bisa survive di sini.

Sampai sempat nyesal juga,kenapa gw ngedaleminnya sastra jepang dan bukan sastra inggris atau sastra barat lainnya.

 

Tapi sekarang, gw bisa bilang dengan yakin sama sanak keluarga yang menyatakan ngga ada gunanya gw nuntut ilmu di jepang.

 

Pernyataan beliau adalah salah sepenuhnya.

 

Mental gambaru itu yang paling megang adalah jepang. Dan menjadikan mental gambaru sebagai way of life adalah lebih berharga daripada go international dan sejenisnya itu.

 

Benar, sastra jepang, gender dan sejenisnya itu, bisa dipelajari di mana saja. Tapi, semangat juang dan mental untuk tetap berjuang abis-abisan biar udah ngga ada jalan, gw rasa, salah satu tempat yang ideal untuk

memahami semua itu adalah di jepang.

 

Dan gw bersyukur ada di sini, saat ini. Maka, mulai hari ini, jika gw mendengar kata gambaru, entah di kampus, di mall, di iklan-iklan TV, di supermarket, di sekolahnya joanna atau di mana pun itu, gw tidak akan

lagi merasa muak jiwa raga.

 

Sebaliknya, gw akan berucap dengan rendah hati :

Indonesia jin no watashi ni gambaru no seishin to imi wo oshietekudasatte, kokoro kara kansha itashimasu. Nihon jin no minasan no yoo ni, gambaru seishin wo mi ni tsukeraremasu yoo ni, hibi gambatteikitai to omoimasu.

(Saya ucapkan terima kasih dari dasar hati saya karena telah mengajarkan arti dan mental gambaru bagi saya, seorang Indonesia. Saya akan berjuang tiap hari, agar mental gambaru merasuk dalam diri saya, seperti kalian

semuanya, orang-orang Jepang).

 

Say YES to GAMBARU!