Jangan Bersedih…

basmallah2

Assalamu’alaykum…

Wah, rupanya selain beberapa kegiatan selama liburan, Karafuru San kembali disuguhi satu lagi kegiatan! Syuting!

Syuting ini cuma buat tiga hari doank, tapi tetep aja agak mengacaukan jadwal Karafuru San. Terus kalo gitu kenapa diterima? Masalahnya adalah di sana Karafuru San berperan sebagai pembantu pemeran utama, jadi cukup penting… Dan lagi bisa sekalian promosi lagu juga (sutradaranya bilang, “berperanlah dengan sifat diri sendiri”)… Lumayan… ^_^!

Salah satu tuntutannya, di akhir film, beberapa pemain (termasuk Karafuru San) harus menyanyikan lagu EdCoustic terbaru: Jangan Bersedih. Waduh! Padahal sebelumnya Karafuru San nggak hafal lagu itu (cuma hafal yang Menjadi Diriku dan beberapa lagu EdCoustic lain)!

Untunglah, dalam waktu yang singkat, Karafuru San mencoba mendalami lirik lagunya… dan ternyata… Luar Biasa! Istilahnya, “Ini Karafuru San banget!”

Lirik lagunya gini, nih…

 

JANGAN BERSEDIH

Dunia ini masih seluas yang kau impikan

Tak perlu kau simpan luka itu

sedalam yang kau rasa

memang ada waktu agar kau bisa kembali semula

percayalah padaku, kita kan bisa melewatinya!

Chorus :

Jangan Bersedih oh kawanku

Aku masih ada di sini

Semua pasti kan berlalu

Aku ‘kan s’lalu bersamamu

 

Jalan hidup tak s’lamanya indah, ada suka ada duka

Jalani semua yang kau rasakan…

Kita pasti bisa!

(back to Chorus, fade out)

 

Ternyata mudah dihafal! Lagipula, kalau mendengar lagu ini, seolah ada kekuatan yang berkata (saat Karafuru San dalam masalah) untuk tetap bersemangat menjalani hidup!

Smoga KarafuruWorld bisa menjadi salah satu tempat untuk bisa meredakan masalah Sahabat Karafuru…

Ya, jangan bersedih, oh, kawanku, Sahabat Karafuru… Aku masih ada di sini, dan aku kan slalu bersamamu… Insya Allah…

Oh, kalo mau tahu lebih banyak, silakan mampir ke blognya EdCoustic

Wassalamu’alaykum…

Just a Glimmer Hope from Karafuruworld...

Advertisements

Sepenggal Kisah tentang Kasih Ibu…

basmallah2

Assalamu’alaykum…

Di suatu masa, di saat computer belum ditemukan, di saat sistem pemerintahan masih berupa kerajaan, hiduplah seorang remaja berusia sembilan belas tahun, bernama Fulan.

Dalam kesehariannya, Fulan adalah anak yang cerdas, tampan, penuh bakat (salah satunya pandai memasak), dan ramah pada setiap orang bahkan yang belum begitu dikenalnya.

Pada suatu pagi, Ibunya menyiapkan makanan kesukaannya. Saat melihat makanan itu, ia hanya mengucapkan “Terima kasih” dengan nada datar, singkat, disertai dengan senyuman singkat dari bibirnya. Setelah selesai memakannya untuk memulai aktifitasnya sebagai pengajar di kerajaan, ia langsung pergi setelah mengatakan, “Bu, pergi dulu…”

Fulan tiba di istana dengan sambutan hangat dari raja. Ia lalu pergi ke kamar salah satu pangeran untuk menyampaikan kupu-kupu kertas buatannya sebelum mengajari anak-anak sekitar kerajaan seperti biasa. Setelah selesai mengajar (dan berniat membantu di dapur istana sebagai asisten juru masak), ia mendengar keributan kalau salah satu pangeran kerajaan tewas. Entah bagaimana, namun di ruangan tempat pangeran tewas tersebut terdapat pisau milik Fulan penuh darah. Awalnya ia menyangkal. Namun setelah diperiksa, dalam tas yang biasa ia kenakan, pisau itu tak ditemukan. Singkat cerita, Fulan menjadi satu-satunya tersangka yang dicurigai.

Fulan berontak, tak percaya. Ia tahu bahwa dirinya tak mungkin melakukan itu. Sebetulnya seluruh anggota istana (termasuk raja dan para penasehat) tak ingin pula percaya. Tapi karena pisau miliknya ada di tempat kejadian, mereka mau tak mau menjadikannya sebagai tersangka. Adalah peraturan di sana bahwa seorang penghilang nyawa akan dibalas dengan nyawa dalam satu hari dengan disaksikan dengan cara digantung tepat ketika lonceng raksasa istana berbunyi pada tengah hari, setelah sebelumnya dikurung. Artinya, keesokan hari Fulan harus menerima konsekuensi itu.

Dalam kurungannya, ia terus menjerit, berteriak pada para penjaga, salah satunya untuk menyampaikan pada ibunya agar ia datang menolongnya. Dalam tangisnya ia berharap agar ibunya mau percaya kalau yang melakukan pembunuhan itu bukanlah dirinya. Ibunyalah satu-satunya orang yang bisa ia harapkan setelah ayahnya meninggal 5 tahun yang lalu.

Keesokan harinya, hari penggantungan tiba. Dengan disaksikan beribu orang yang tak percaya mendengar ‘orang hebat istana’ akan digantung, Fulan bergerak dengan langkah gontai keluar dari kurungannya. Dengan mata tertutup ia setengah diseret oleh para pengawal istana, hingga tiba di tempat penggantungan.

Matahari sudah hampir berada di puncak. Dalam keringat yang telah bercucuran, Fulan pasrah, beritanya mungkin tak sampai ke ibunya. Artinya tak ada satupun yang akan menolongnya meski hanya dengan kata-kata pada sang raja.

Ia menunggu, begitu pun dengan keluarga istana dan orang-orang yang menyaksikan.

Matahari kini sudah berada tepat di atas. Tapi lonceng kerajaan belum juga berbunyi. Padahal selama lonceng itu dibuat, belum pernah sedikitpun terlambat…

Raja akhirnya memerintahkan salah seorang pengawal untuk mengecek lonceng itu kalau-kalau rusak atau ada orang lain yang sengaja merusaknya. Dan setelah diperiksa, sang pengawal kembali dengan sebuah berita yang juga pada akhirnya sampai ke telinga Fulan.

Lonceng raksasa itu tak berbunyi bukan karena rusak, bukan pula karena ada orang lain yang merusaknya. Lonceng itu tak berbunyi karena ada satu sosok tubuh di sana. Saat ini sosok itu sudah tak bernafas lagi, menyisakan darah yang menghiasi loceng kebanggaan istana. Ternyata sosok tubuh itulah yang menghalangi pendulum lonceng untuk terbentur dengan baja, dengan sebuah pelukan yang tegar, yang mengakibatkan bagian perutnya hancur… Sosok itu adalah ibu Fulan.

“TIDAAAAAAK!!!” Fulan menjerit. Ia tak menyangka berita itu sampai pada ibunya. Ibu yang selalu memberi masakan terbaik untuknya walau ia jarang berkata terima kasih dengan tulus. Ibu yang selalu memberikan senyuman hangat setiap harinya, walau ia jarang membalas senyuman itu dengan senyuman kebanggaan dari bibirnya.

Fulan begitu menyesal… Ia begitu ingin kembali ke saat di mana ia menikmati masakan buatan ibunya, dan mengatakan, “Bu… masakan buatanmu sangaaaat enak! Tak ada duanya! Besok buat lagi, ya! Aku sayang Ibu…”

Tapi ia tau, tak mungkin… Karena tangisnya dan jasad ibunya adalah saksi yang berkata bahwa masa lalu tak mungkin kembali…

*******

Rasulullah SAW saat ditanya, “Kepada siapa aku harus berbuat yang terbaik dalam kehidupanku?”, beliau menjawab, “Ibumu” sampai tiga kali (sebelum “Ayahmu”)…

Sahabat KarafuruWorld, mumpung hari ibu, ni… (walau sebetulnya bisa kita lakukan kapanpun), kita gunakan kesempatan ini untuk lebih dekat kepadanya, yuk! Jangan siakan kesempatan walaupun hanya berkata, “Aku cinta Ibu” atau, “Masakan ibu enak!” atau apapun yang bisa lebih mendekatkan diri kita padanya. Akan lebih indah kalau mau memberikan suatu benda untuknya selain ungkapan perkataan dan perasaan kita…

***

Selamat hari Ibu, Ma…

Karena Waktu Tak Bisa Kembali…

basmallah
Assalamu’alaykum…

Saat tua nanti, ketika duduk bersimpuh di depan cucu-cucu, kita
mungkin akan bercerita, “Dulu kakek itu….” atau “Dulu nenek itu…”. Dan semua kisah perjalanan hidup akan kita putar untuk diperdengarkan kepada mereka dengan harap mereka mau belajar dari semua yang sekarang menjadi catatan sejarah.

Sewaktu wajah sudah mulai keriput, tak tampan atau cantik lagi, kita
mencoba memberikan senyum termanis agar tetap mempesona, “Kakek itu dulu ganteng, senyum menawan, banyak gadis yang
tertarik….” Atau, “Dulu nenek jadi primadona, banyak lelaki antri untuk
melamar…”. Dan seiring hal itu, sesungguhnya kita tengah
meratapi betapa tak berharganya keelokan wajah saat tua tiba…

Saat rapuh nanti, ketika kaki ini begitu berat untuk diangkat, kita pun
bercerita, “dulu kakek (atau nenek) anak gaul, sering pergi ke banyak tempat, banyak negara hebat…”. Dan saat itu kita pun menangis, menyesal karena selagi muda tak banyak melangkahkan kaki ke masjid, ke tempat-tempat kajian ilmu agama, atau menjelajahi rumah-rumah yatim piatu dan fakir miskin untuk mengulurkan bantuan.

Ketika mata ini rabun, tak mampu lagi membaca bahkan huruf-huruf yang diperbesar sepuluh kali lipat, kita bercerita, “kakek itu dulu kutu buku, ribuan buku sudah kakek baca sehingga banyak ilmu yang kakek
pelajari…” atau “nenek dulu up-to-date, nggak ada satupun mode pakaian baru yang terlewatkan setiap harinya dari majalah-majalah mode…”. Dan saat itu, kita pun tak kuasa membendung kesedihan, karena di antara ribuan buku yang rajin kita baca, kita lupa
menyelipkan Al-Quran diantaranya, untuk menikmati pesan-pesan terkandung di dalamnya.

Kala tua menyapa nanti, akal tak mampu lagi bekerja banyak. Pikun menjadi penyakit utama, lupa sudah apa-apa yang dulu pernah menjadi prestasi terbaik, maka kita pun memaksa bercerita, “dulu kakek…. eh lupa…” atau “Dulu nenek… Mm… Apa, ya?”. Dan satu-satunya yang kita ingat saat itu adalah, dulu ketika muda pun kita memang
kerap terlupa, lupa beribadah, lupa berzakat, lupa bersedekah dan
infak, lupa pula membenahi kekurangan dalam diri.

Sahabat Karafuruworld, sekarang, sebelum kita benar-benar tua. Selagi wajah masih tampan dan cantik, mumpung tenaga masih kuat, kaki masih mampu jauh melangkah, dan yang pasti selagi usia masih menyatu dengan raga, mari lakukan yang terbaik untuk bisa kita ceritakan kelak untuk anak dan cucu di hari tua. Agar mereka mendapatkan pelajaran berharga dari lidah-lidah yang gemetar bercerita pengalaman masa lalu yang selalu indah. Itu hanya bisa
dimulai dari sekarang, sebelum masa tua itu tiba.
Karena waktu tak bisa kembali…

Wassalamu’alaykum…

(diadaptasi dari tulisan Kang Bayu Gautama, juga dari warnaislam)
Long road

Minggu Terberat Karafuru San

basmallah2

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Minggu terberat dalam sejarah kehidupan Karafuru San akhirnya datang… Di seminggu ke depan, Karafuru San harus melakukan tugas-tugas ini dan pastinya bakal berpengaruh dengan Karafuru World… (smoga bisa diakalin, biar Karafuru World tetep mewarnai dunia minimal setiap minggunya…)

Daftar Tugas Minggu Ini :

Departemen Ekonomi Gamais ITB
Cukup berat. Minggu ini musti menyiapkan presentasi perdana di depan anggota Gamais angkatan 2007 mengenai langkah ke depannya mau ngapain. Belum lagi ada tugas tambahan berupa menyelesaikan jaket angkatan 2008 yang belum kelar dan tugas ‘privasi’ dari kepala Gamais…

Rumah Privat Azkiya
Paling berat. Minggu ini mesti menyelesaikan system kaderisasi pengajar baru, pendataan adik les yang jumlahnya nggak sedikit, survey ke lembaga bimbingan belajar lain, plus tugas ‘privasi’ dari General Manager…

Tugas Besar Kuliah 1 (Algoritma dan Struktur Data)
Berat. Bikin sebuah program yang mengaplikasikan semua materi kuliah. Berkelompok, sih… Tapi di antara semua anggota kelompok itu, Karafuru San yang paling lemah pemahamannya…

Tugas Besar Kuliah 2 (Sistem Digital)
Kenal bahasa VHDL? Nah, itu tugas yang musti Karafuru San buat, bikin implementasi system digital dengan bahasa VHDL! Pusing!!!!!

Ujian Akhir (Full Week)
Nggak ada yang lebih berat dari menghadapi ujian. Ujian adalah penilaian pantas nggak-nya seseorang menuju tingkat yang lebih tinggi… Masalahnya, Karafuru San belum 100% siap.

Dari kelima ‘tugas keren’ di atas, Karafuru San terlihat pesimis. Tapi bagaimana pun juga, dalam kamus orang yang sukses (paling nggak, calon orang yang sukses) nggak boleh ada kata menyerah!
So, Karafuru San akan berjuang untuk menyelesaikan semuanya dengan baik! Mohon doanya, ya…

Smoga kebaikan doa yang diberikan akan kembali kepada orang yang mendoakannya… Amiiiinnnn…

Target Tercapai Lebih Cepat

basmallah

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Alhamdulillah, tulisan sebelumnya (13 Sifat Laki-Laki yang Nggak disukai perempuan) menjadi tulisan ke-55. Padahal (kalo Sahabat Karafuru baca postingan pertama) 55 tulisan itu adalah target Karafuru San yang tadinya ingin dicapai dalam waktu setahun. Eh, ternyata malah tercapai lebih cepat (6 bulan kurang 8 hari)…

Kenapa bisa gitu?

Alasannya, selain keinginan yang kuat adalah apa yang Karafuru San inginkan TERTULIS. Seandainya target itu nggak ditulis, bukan nggak mungkin targetnya gagal tercapai…

Mau tau keajaiban dibalik menuliskan impian-impian kita? Sabar, ya… Karafuru San lagi ‘bersemedi’ dulu…

(Ceritanya nyari impian sebanyak mungkin setelah beberapa hari yang lalu dapat video dari sahabat di Jepang yang berhasil mencapai 146 impiannya setelah ia MENULIS semua impian itu…)

Tunggu, ya… Insya Allah…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb…

padang bunga

13 Sifat Perempuan yang nggak disukai laki-laki

basmallah2

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Setelah sebelumnya Karafuru San menyampaikan tentang 13 Sifat Laki-laki yang nggak disukai perempuan, sekarang giliran sebaliknya, 13 Sifat Perempuan yang nggak disukai laki-laki… Tengok, yuk!

Pertama, perempuan yang kelaki-lakian

Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling nggak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan yang berkeyakinan bahwa laki-laki itu menyukai perempuan “yang memiliki sifat perkasa”. Padahal justru sebaliknya, hampir semua laki-laki mengatakan kalau perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah.

Kedua, perempuan yang tidak bisa menahan lisannya

Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang nggak disukai laki-laki, karena perempuan yang banyak omong dan nggak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, kebanyakan lebih banyak memaksa dan egois. Padahal, ada kalanya laki-laki ingin agar perempuan yang ada di depannya bisa menjadi pendengar yang baik saat dia berbicara…

Ketiga, perempuan materialistis

Sifat ini sebetulnya adalah sifat dasar perempuan yang nggak bisa dipungkiri. Cuma, mungkin perlu dibatasi aja. Soalnya tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi, yang segala sesuatunya dinilai dengan harga dan uang nggak disukai kebanyakan laki-laki.

Keempat, perempuan pemalas

Hm… Kalau perempuan pemalas, gimana laki-lakinya? Padahal secara alamiyah, perempuan seharusnya lebih giat, lho…

Kelima, perempuan bodoh

Eits! Sabar… Maksud bodoh di sini adalah tipe perempuan yang nggak punya pendapat saat dibutuhkan, juga nggak punya ide dan hanya bersikap pasif. Hm… Kesimpulannya perempuan yang pintar itu adalah perempuan yang ‘berbicara’ pada saat yang tepat. (betul?)

Keenam, perempuan pembohong


Tipe perempuan yang nggak bisa dipercaya, suka berbohong, nggak berkata sebenarnya, (baik menyangkut masalah serius, besar atau masalah sepele dan remah sekalipun) AMAT NGGAK DISUKAI laki-laki. Kenapa? Soalnya Nggak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya…

Ketujuh, perempuan yang mengaku serba hebat

Hati-hati, saat seorang perempuan bersikap merasa lebih hebat, itu biasanya yang menjadi penyebab rusaknya hubungan (mulai dari persahabat sampai pernikahan) antara dia dan laki-laki yang dikenalnya.

Kedelapan, perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminya

Tipe perempuan yang ini selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat. Hm… Mau jadi rambowati, ya? ^_^!

Kesembilan, perempuan yang iri dengan perempuan lainnya.

Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain. Hm… Ada kaitannya dengan lidah juga, karena biasanya kalau seorang perempuan kurang suka dengan orang lain, ia cenderung untuk membagi kisah itu dengan yang lain… Ini kurang disukai laki-laki…

Kesepuluh, perempuan murahan

Tipe perempuan pasaran yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat. Padahal perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan sebaliknya… (Wah, ini sudah menyangkut masalah pernikahan! ^_^!)

Kesebelas, perempuan yang mudah menangis

Tipe perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki terpukul dan terpengaruh semenjak awal. Suami menjadi (biasanya) nggak enak dengan sikap cengengnya.

Keduabelas, perempuan pencemburu yang berlebihan

Sifat ini bisa menyebabkan suasana rumah tangga (buat yang udah…) berada dalam perselisihan, persengketaan tak berkesudahan. (Terus buat yang belum? Tenang… Lumayan, bonus ilmu! ^_^!)

Ketigabelas, perempuan fanatis

Model perempuan yang nggak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan walaupun benar. Mungkin termasuk keras kepala, kali, ya…

Yah, apapun itu, semoga sikap seperti ini bisa dihindari oleh perempuan-perempuan yang ingin menjadi lebih baik setiap harinya…

(Sumber referensi : Kebunhikmah, dakwatuna)

Kuantitas Berkurang, Kualitas?

basmallah

Assalamu’alaykum Wr. Wb…

Dua hari terakhir! Ya, dua hari terakhir ini Karafuru San hanya tidur nggak lebih dari 4 jam. Bahkan malam ini hanya dua jam. Bukan apa-apa, tuntutan buat mengganti malam-malam yang dulu lebih banyak diisi di tempat tidur (hayooo kira-kira ngapain?)

Tapi… Alhamdulillah sampai saat ini belum dirasakan keletihan (smoga jangan sampai), malah enak! Badan rasanya seger terus… Masih harus dipantau juga, sih…

Smoga kejadian ini berlangsung terus! Kapan lagi bisa melakukan sesuatu malam hari saat kebanyakan belum bisa melakukannya?

Semangat!!!!!!!!

(PS. Kira-kira Karafuru San bakal berevolusi jadi makhluk malam, nggak, ya?)