Tersenyumlah, Akbar…

Assalamu’alaykum Wr. Wb…

Akbar…

Engkau adalah seorang sahabat…

yang sangat suka pelajaran biologi…

yang berharap meneruskan karir orang tuanya sebagai dokter…

yang optimis atas impiannya…

yang mau berjuang bersama untuk suatu cita…

yang mampu bangkit setelah terjatuh…

yang tetap tersenyum,

tersenyum walau merasakan penyakit itu dalam dirimu…

tersenyum walau tahu, bahwa hidupmu tak lama lagi…

Akan kuingat, akan kukenang perkataanmu…

“Ah, buat apa bersedih saat tahu waktu kita tinggal sedikit? Bukankah itu saat terbaik untuk menunjukkan senyum terbaik kita pada orang lain? Senyum bahwa kita menyayangi mereka… Tul, kan, Raf?”

Ya… Itu tak salah… Karena saat ini… Aku yakin kau sedang tersenyum menatap-Nya yang sedang tersenyum, menyambut kepulanganmu…

Tersenyumlah, Akbar… Tersenyumlah…

Smoga engkau mendapat tempat terbaik di sana… Tempat di mana kau tak lagi merasakan penyakit itu, melainkan sebuah kenyamanan yang amat sangat di Firdaus sana…

Sampaikan pada-Nya… aku dan kami semua… akan berjuang pula tuk melihat senyum-Nya saat kami kembali nanti…

Tersenyumlah, Akbar…

Tersenyumlah…

Foto terakhir bersama Akbar...

Foto terakhir bersama Akbar...

Wassalamu’alaykum Wr. Wb…

5 responses to “Tersenyumlah, Akbar…

  1. Innalillahi wa innailaihi roji’un
    Jangan bersedih teman, sesungguhnya kematian adalah hal yang pasti akan datang.
    Alangkah senangnya temanmu dapat bertemu dengan kekasih hati lebih awal…
    Kita pun akan menyusul, tinggal mempersiapkan bekal…

    >>Semoga kita termasuk orang yang dapat mempersiapkan bekal itu dengan sangat baik… Amin…

  2. Innaalilahi wainnaailaihi raaji’un,
    semoga saudara Akbar diberikan kelapangan dan kebahagiaan di Akhirat sana.
    (yuk, kita yang masih diberikan kesempatan tuk berjalan di bumi ini, mempergunakannya dengan sebaik mungkin kesempatan yang ada tuk bekal menghadapnya suatu saat nanti. (dzikru maut)

    >>Amin…
    Ya… Smoga qt dapat mempergunakan waktu yang qt punya sebaik mungkin…

  3. Di setiap perjuampaan akan selalu ada perpisahan, kapankah itu? Waktulah yang akan menjawabnya.
    Semoga Akabar mendapat tempat kembali yang baik. Amin.

    >>Amiiin… Smoga kita mengalami suatu perpisahan yang terbaik dengan siapapun yang dikehendakiNya… Smoga kita semua pun mendapat tempat yang terbaik di sana… Nuhun comment-nya, Kang Sum1!

  4. Innalillahi Wa’innailaihi roji’un. Semoga amal kebaikannya diterima dan segala kesalahannya diampuni oleh-NYA. amin.

    Kematian selalu menimbulkan tanya. Seperti aku yang tak pernah berhenti bertanya, ayah dan Duta, sedang apakah disana? Mungkinkah mereka tengah memancing di kolam ikan, sesuatu yang digemari mereka berdua. Saat itu juga saya tahu, bahwa Mereka pastilah berada di tempat yang lebih baik dan jauh lebih indah dari langit yang tengah saya pandangi. Ia sudah lama berjuang, dan kini saatnya ia untuk tersenyum, ya, seperti yang sahabat saya bilang, tanpa tenggat.

    Tapi yang jelas, saya selalu berdoa mereka tenang disana.

    semoga disana sahabatmu, bisa membaca komik, mendengar musik, dan melihat hujan kecil-kecil di sore hari

    >>Smg qt, org2 yg qt cinta, dan org2 yg mncntai qt mndpt ksudahan yg baik…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s