Jadi Manager!!

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

24 Agustus 2008 alias tadi pagi, 09:10 WIB.

Tiba-tiba datang sms yang bilang, “Asw.karafuru san,bs ktm hr selasa ini jm 1?u ngbicarain ttg jobdesc karafuru san sbg manager sdm rpa.”

Kontan aja langsung teriak kegirangan!

Gini ceritanya… Beberapa minggu yang lalu nyoba apply di sebuah rumah privat (untuk SD, SMP, SMA) sebagai pengajar, namanya Rumah Privat Azkiya. Niatnya nyari pengalaman sbg seorang pengajar. Eh, Alhamdulillah, dua hari yang lalu, datang sms yang bilang kalo Karafuru San diterima untuk bergabung dengan rumah privat tersebut. Cuma, di smsnya nggak ada keterangan kapan seleksi wawancaranya. Bingung, kan? Nah, tapi rasa bingung itu nggak membuat nanya hal itu. Di sms blsn cuma bilang kurang lebih, “Alhamdulillah! Insya Allah siap bergabung!”

Tapi… Allah memang luar biasa… Memberi sebuah kejutan di tengah keletihan yang ada… (pengen terhindar dari rasa letih? Klik di sini). Ya, dibalik kesulitan slalu ada kemudahan… Hanya dengan sebuah kalimat yang ditambahkan di akhir email berisikan CV Karafuro San, akhirnya bisa berbuah manis…

Alhamdulillah!!! Mulai hari Minggu besok, Karafuru San akan berpetualang menjadi seorang manager!!! Doakan, ya!!!

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Just say Hello!

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Finally!!! This is the first time I write somethin’ in English!!!

Since a lot of people who came into this blog are from around the world, Karafuru San try to make somethin’ new! Though not good in speaking or writing in English, Karafuru San will try to give the best!

Yup! Karafuru San is happy to share this Karafuruworld!!!

Mm, Well, don’t know what to say today… except this one…

You can try to answer ‘simple’ questions on ‘Sebuah Tantangan!’ Make sure that U are the 1st one who put Your own name there!!! Hehehe… Night!!

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Kebersamaan Keluarga Dalam Keajaiban Angka

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Saatnya kita refreshing lagi! Tapi refreshing kali ini butuh alat buat menghitung kalau-kalau agak sulit menghitungnya… Siap? Coba, yuk!

Pikirkan seberapa ingin kita dalam seminggu meluangkan waktu makan bersama keluarga yang kita cintai dalam satu meja.

Kalikan jumlah tadi dengan angka 2.

Tambahkan dengan angka 5.

Kalikan dengan angka 50.

Kalau hari perayaan ulang tahun kita di tahun ini telah lewat, tambahkan 1758. Kalau belum, tambahkan 1757.

Kurangi dengan bilangan tahun kelahiran kita… (Misalkan kurangi dengan 1989, 1970, dsb…)

Saat ini kita mendapatkan suatu angka dengan tiga bilangan (tiga digit).

Mau tahu hebatnya dimana!?

Angka pertama adalah berapa kali dalam seminggu kita ingin meluangkan waktu makan bersama keluarga yang kita cintai. Hayo… Tul, nggak?

Sementara angka kedua dan ketiga adalah….

UMUR KITA!

Jadi… yuk kita tingkatkan kebersamaan dengan keluarga yang kita cintai… Mumpung waktu masih ada…

Jangan sampai kita melewatkan kesempatan yang ada di depan mata, dan malah terlambat menyesali saat kesempatan itu tlah menghilang…

Jangan ragu tuk katakan pada keluarga yang kita cintai, “Aku menyayangi kalian!” atau “Aku mencintai kalian!”

Karena kalau bukan sekarang… kapan lagi…?

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

(PS : Games ini cuma berlaku di tahun 2008. Tahu kenapa? Coba cari jawabannya… :mrgreen: Hehehe…)

Tersenyumlah, Akbar…

Assalamu’alaykum Wr. Wb…

Akbar…

Engkau adalah seorang sahabat…

yang sangat suka pelajaran biologi…

yang berharap meneruskan karir orang tuanya sebagai dokter…

yang optimis atas impiannya…

yang mau berjuang bersama untuk suatu cita…

yang mampu bangkit setelah terjatuh…

yang tetap tersenyum,

tersenyum walau merasakan penyakit itu dalam dirimu…

tersenyum walau tahu, bahwa hidupmu tak lama lagi…

Akan kuingat, akan kukenang perkataanmu…

“Ah, buat apa bersedih saat tahu waktu kita tinggal sedikit? Bukankah itu saat terbaik untuk menunjukkan senyum terbaik kita pada orang lain? Senyum bahwa kita menyayangi mereka… Tul, kan, Raf?”

Ya… Itu tak salah… Karena saat ini… Aku yakin kau sedang tersenyum menatap-Nya yang sedang tersenyum, menyambut kepulanganmu…

Tersenyumlah, Akbar… Tersenyumlah…

Smoga engkau mendapat tempat terbaik di sana… Tempat di mana kau tak lagi merasakan penyakit itu, melainkan sebuah kenyamanan yang amat sangat di Firdaus sana…

Sampaikan pada-Nya… aku dan kami semua… akan berjuang pula tuk melihat senyum-Nya saat kami kembali nanti…

Tersenyumlah, Akbar…

Tersenyumlah…

Foto terakhir bersama Akbar...

Foto terakhir bersama Akbar...

Wassalamu’alaykum Wr. Wb…

Bimbang Memilih?

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Baru-baru ini ada pemilihan walikota Bandung yang sepertinya udah dimenangkan oleh satu dari tiga pasangan yang mencalonkan. Terlepas dari ada nggaknya beberapa keganjilan-keganjilan yang menghiasi pemilihan tersebut, ada satu fenomena yang memang biasa terjadi dalam setiap pemilihan… bimbang memilih.

Contoh tadi cuma satu dari sekian banyak fenomena yang bisa bikin seorang manusia bingung memilih. Misalnya bingung saat memilih jurusan (entah di SMA atau pas kuliahan), bingung memilih acara saat ada dua acara (atau lebih) yang terjadi saat bersamaan, bingung untuk menerima atau menolak suatu ajakan, sampai bingung dalam memilih pasangan hidup.

Semua kebingungan itu berujung pada satu hal : keputusan. Saat kita menghadapi masalah, waktu terus berlalu. Nggak adanya pengambilan keputusan justru nggak bakal menyelesaikan apapun. Tapi terburu-buru juga malah bisa menambah masalah.

Jadi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan saat kita bingung memilih…

1. Meminta referensi dari orang-orang terdekat

Masukan mereka adalah salah satu yang paling berharga. Menerima atau nggak menerima, akan semakin mendekatkan hubungan antara kita dan mereka. Saat kita menerima, mereka akan sadar kalau pendapat mereka dihargai. Saat kita nggak menerima dengan alasan yang jelas dan logis, mereka akan menghargai.

2. Mencari sendiri referensi

Lebih baik dibandingkan dengan meminta referensi, karena kita sendiri yang bakal tau lebih pasti tentang sumber kebimbangannya. Masalahnya, waktu yang dibutuhkan lebih banyak karena dalam beberapa kasus dibutuhkan referensi yang cukup banyak agar lebih detail. Tapi kombinasi keduanya (meminta referensi dan mencari sendiri) adalah jawaban terbaik.

3. Ikuti kata hati

Saat suatu hal terlihat biasa-biasa saja di mata orang lain, tapi hati kita bilang, “Ini kayaknya bakal ada sesuatu yang wah”, saat itulah kita dituntut untuk yakin terhadap apa yang kita yakini. Kita juga dituntut untuk menghapus sedikitpun rasa keraguan. Percaya atau nggak, lebih dari 90 % suatu hal bakal terjadi saat kita sebelumnya yakin kalau itu bakal terjadi! Di sinilah law of attraction berpengaruh…

4. Menyerahkan sepenuhnya pada Sang Penentu

Keyakinan kalau Allah akan memberikan yang terbaik adalah kunci dari sebuah pintu keajaiban untuk melepaskan kebimbangan. Sungguh di balik kesulitan akan ada kemudahan. Saat kita merasa terpaksa untuk memilih suatu jalan, sebuah kesabaran, ketekunan, dan keyakinan akan membawa kita pada kebahagiaan yang sebelumnya kita cari. Ssst… Kadang Ia menyiapkan suatu kejutan dibalik pilihan-pilihan yang ada…

Kuantitas dan kualitas pilihan yang ada adalah ujian bagi kita untuk meningkatkan derajat di hadapan-Nya. Semoga kita bisa memilih dan mengambil keputusan yang terbaik, yang bisa membuat siapapun yang mengenal akan tersenyum bangga pada kita… Amin.

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Saat Letih Menjemput

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Nggak setiap saat kehidupan kita nyaman, menyenangkan, atau membuat kita tersenyum. Sama kayak Karafuru San yang saat ini juga merasakannya… Adakalanya kita merasa capek, bosan, atau lelah dengan semua yang dihadapi. Jika itu terjadi, artinya kita berada pada sebuah keletihan.

Ada bermacam cara untuk mengatasi keletihan yang menjemput kita :

  • Istirahat

Istirahat adalah cara yang sangat ampuh buat mengatasi keletihan. Jenis istirahat banyak, tapi yang paling top adalah t-i-d-u-r alias tidur. Saat kita tidur, aliran darah akan mengalir dengan lancar ke seluruh bagian tubuh termasuk ke wilayah atas (misalnya kepala). Selain itu, dengan tidur, kita juga mengistirahatkan hampir semua bagian tubuh kita (hayooo… bagian tubuh mana saja yang nggak istirahat saat kita tidur?).

Hayo, kenapa Nobita nggak pernah ngerasa letih? –> Yup! Karena hobinya tidur… (tapi tidurnya jangan dijadikan hobi kayak Nobita, ya! :mrgreen:

 

  • Melakukan hobi yang benar-benar disenangi (tapi tetap bikin rileks)

Hobi setiap orang bermacam-macam. Mulai dari melihat pepohonan yang hijau, sampai yang ekstrim kayak terjun bebas. Tapi apapun itu, jika hobi kita memang menyenangkan dan bisa mereduksi keletihan (bukan MENAMBAH, lho!), melakukan hobi adalah salah satu hal yang bisa dicoba…

 

  • Beribadah

Kata siapa mendekatkan diri pada Ilahi nggak mengurangi keletihan? Kita bisa melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan keibadahan. Coba, deh! Sambil mencoba meraih ridho-Nya dengan menghilangkan keletihan, asyik, bukan?

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.