Coba Lihat…

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Ayo tebak...

Ayo tebak...

Tahu gambar apa ini? Coba tebak sampai cerita ‘Gajah’ di bawah ini selesai.

Ceritanya gini. Ada lima orang buta yang selama hidupnya sama sekali belum pernah tahu tentang gajah. Pada suatu hari, teman kelima orang itu menuntun mereka agar mereka bisa menyentuh gajah yang selama ini hanya ada dalam angan mereka.

Orang buta pertama memegang ekor, orang buta kedua memegang belalai, orang buta ketiga memegang gading, orang buta keempat memegang telinga, sementara orang terakhir memegang kaki.

Saat ditanya oleh teman mereka, “Gajah itu seperti apa?” Kelima orang buta ini menjawab dengan jawaban yang berbeda.

Orang buta pertama menjawab, “Seperti ular yang berbulu di ujung ekornya!”

Orang buta kedua menjawab, “Seperti selang!”

Orang buta ketiga menjawab, “Seperti tulang manusia yang ujungnya runcing!”

Orang buta keempat menjawab, “Seperti satu lapis kulit yang tebal!”

Sementara orang terakhir menjawab, “Seperti jambangan yang besar!”

Cerita ‘Gajah’nya selesai. Gambar di atas tadi tertebak? Pasti ada yang menjawab kalau itu adalah gambar kain perca merah yang disulam dengan benang biru. Mungkin ada juga yang menjawab kalau itu adalah gambar kulit strawberry yang dipotong sedemikian rupa dan ditaruh di piring putih. Atau jangan-jangan… sampai tulisan ini dibaca malah masih belum kepikiran, ya!?.

Padahal kalau diperjelas, bakal terlihat itu adalah taji ayam. Kalau gambar itu kembali diperjelas, akan muncul gambar dua orang anak yang melihat ayam dari jendela. Tapi saat gambar itu diperjelas, bagian gambar yang tadi hanyalah bagian kecil pemandangan desa. Dan saat diperjelas untuk kesekiankalinya, terlihat bahwa pemandangan desa itu hanyalah sebuah mainan yang sedang diatur oleh tangan manusia.

Ada satu hal yang bisa kita petik dari kedua contoh tadi (‘Gajah’ dan Gambar yang Berkelanjutan): Sudut Pandang. Saat kita melihat sesuatu hanya dari satu sudut pandang, maka segitulah garis batas pandang apa yang bisa kita lihat. Tapi saat kita melihat dari sudut pandang yang berbeda, saat itu garis batas pandang kita menjadi berubah.

Sama seperti saat kita mendapat masalah. Jika kita hanya melihat masalah itu dari satu sudut pandang saja, kita pasti hanya bisa memecahkannya sebatas sudut pandang yang kita punya. Misalnya seperti pada contoh ‘Gajah’ tadi. Saat orang buta pertama memegang ekor gajah, wajar kalau dia mengira gajah itu seperti ular. Begitu pula dengan orang buta kedua, ketiga, dan seterusnya yang mengira dengan perkiraan yang berbeda. Tapi bayangkan seandainya mereka mau menyentuh bagian yang disentuh teman-temannya yang lain! Mereka akan berkata kompak dengan bayangan yang sama dalam otaknya, “Oh… Jadi ini yang namanya Gajah…”

Satu masalah nggak boleh hanya dilihat dari satu bagian kecil saja, melainkan musti merupakan penggabungan titik-titik kecil. Jadi inget kata teman, Untuk membuat sebuah lukisan yang indah, nggak cukup dari satu garis! Apalagi satu titik! Butuh banyak rangkaian kesatuan untuk bisa merangkai makna sebuah lukisan.

Sama! Untuk memecahkan suatu masalah, nggak cukup cuma mendengar, mengerti, atau meyakini hanya satu bagian saja. Kita harus mencoba melihat dari bagian-bagian lain yang berbeda dan merangkainya agar kita bisa mengerti dengan tepat bagaiamana cara menyelesaikan permasalahan tersebut…

Terus, bagaimana caranya agar kita bisa terlatih untuk melihat suatu permasalahan dari sudut pandang yang berbeda? Boleh dicoba, nih:

Belajar dari pengalaman

Jangan siakan yang satu ini! Semakin kita sering terjatuh di lubang yang sama, semakin bertambah besar lubang itu! Jadikan kegagalan memecahkan masalah sebagai sebuah pelajaran untuk menghadapi masalah berikutnya yang sudah pasti akan datang…

Minta pendapat orang yang ada di dekat kita

Kadang pendapat mereka memang belum tentu lebih baik, tapi pasti menambah sudut pandang pemecahan permasalahannya.

Berdoa

Tampak kurang begitu penting, tapi justru ini yang paling penting! Saat kita berharap untuk ditunjukkan sudut pandang yang berbeda dan yakin atas itu, saat itulah Allah mempersiapkan suatu sudut pandang pemecahan masalah yang sama sekali belum pernah terbayangkan dari dua poin sebelumnya… Karena dibalik kesulitan selalu ada kemudahan… Sungguh, dibalik kesulitan selalu ada kemudahan…

Smoga kita sama-sama dijadikan sebagai orang yang tidak melihat sesuatu hanya dari satu sudut pandang saja…

{Btw, gambar di atas baru 7 dari 30 rangkaian gambar yang ada, lho! Kira-kira, ada yang tau gambar ketujuh ma kedelapannya apa?}

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s