Lihat Lebih Dekat (3)

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Sudah lihat pembahasan sebelumnya di Lihat Lebih Dekat (I) dan Lihat Lebih Dekat (II), kan? Sekarang giliran edisi terakhir…

Mengapa bintang bersinar?

Mengapa air mengalir?

Mengapa dunia berputar?

Lihat s’galanya lebih dekat

Dan kau akan mengerti…

Pada bait ketiga, tiga baris pertama yang merupakan tiga pertanyaan terlihat seperti sebuah pertanyaan yang eksplisit. Namun sebenarnya ada unsur kiasan pada pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Mengapa bintang bersinar? Bayangkan seandainya bintang (termasuk matahari) nggak bersinar. Alam semesta berada dalam kegelapan! Selain alasan yang sudah disebutkan di Lihat Lebih Dekat (I), sebuah bintang diharuskan bersinar untuk menerangi lingkungan sekitarnya. Dalam hidup ini pun, kita membutuhkan bintang yang bisa memberikan kita contoh agar kita bisa menjadi bintang berikutnya yang memberikan cahaya dan kehangatan. Jika kita berharap cahaya (dalam hal ini contoh) pada satu bintang, maka kita akan mendapatkannya, bahkan menularkannya pada lingkungan di sekitar kita. Tapi jika kita mengharap cahaya itu datang dari sesuatu yang bukan bintang, nggak bakal ada yang kita dapat selain kegelapan.

The other view of Sun

The other view of Sun

Air yang mengalir diibaratkan perjalanan hidup yang kita tempuh. Jangan sampai saat ditanya, “Mau seperti apa hidupmu di dunia?” kita malah menjawab, “Seperti air yang mengalir…”. Air yang mengalir memang punya tujuan. Tapi kita nggak tahu apakah akan sampai ke lautan luas atau malah berhenti di suatu tempat sebelum sampai ke laut. Makanya dalam hidup ini kita harus memiliki tujuan yang jelas agar hidup kita bermakna. Bukankah lebih baik terantuk batu dan terhempas di curam tapi sampai di sungai daripada mengalir datar tapi kemudian berhenti?

Air Terjun Maribaya

Air Yang Mengalir...

Mengapa dunia berputar? Kalau nggak berputar, kita nggak bisa merasakan siang dan malam secara bergantian. Sama, kehidupan manusia pun berputar sama seperti dunia. Adakalanya kita berada di kala siang, di puncak kesuksesan, adakalanya kita berada di kala malam, di palung kegagalan. Dua-duanya memang bertolak belakang, tapi memiliki tujuan yang sama. Saat kita berada di puncak kesuksesan, saat itulah rasa syukur kita diuji. Seberapa besar kita bersyukur pada Dzat Yang Memberi Kenikmatan? Saat kita berada di palung kegagalan, saat itulah sifat sabar kita diuji. Apakah kita bisa bersabar? Jika rasa syukur itu ada, kita nggak harus kecewa berat saat kehilangan yang kita cintai. Jika rasa sabar itu ada, maka jalan untuk merasakan kebahagiaan akan semakin dekat…

Tiga pertanyaan tadi hanyalah contoh kecil saja. Kalau kita mau memikirkan lebih jauh lagi, pasti bakal muncul banyak pertanyaan yang berkaitan dengan alam, baik di langit maupun di bumi. Lihat segalanya lebih dekat! Niscaya kita akan bisa menilai segalanya lebih bijaksana. Karena sungguh, dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian siang dan malam, terdapat tanda bagi orang-orang berakal. Mereka itu adalah orang yang selalu mengingat nama Tuhannya baik duduk, berdiri, atau berbaring sambil memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.

Begitulah bahasan tentang lirik lagu Lihat Lebih Dekat… Walaupun terlihat sederhana, namun ternyata banyak yang bisa kita ambil dari guratan Elfa Secoria tersebut. Semoga kita dijadikan sebagai orang yang selalu mensyukuri segala karunia yang diberikan Allah SWT, termasuk keajaiban-keajaiban alam yang patut dipertanyakan untuk diambil hikmahnya…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s