Kisah Dibalik Foto

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Rasanya kurang baik jika kenyataan dibalik salah satu foto yang terdapat pada tulisan “Pikirkan Sebelum Kita Mengeluh” tidak disampaikan…

Semoga dapat menjadi renungan…

“Pulitzer Prize” winning photo

“Pulitzer Prize” winning photo

The photo is the “Pulitzer Prize” winning photo taken in 1994 during the Sudan famine. The picture depicts a famine stricken child crawling towards an United Nations food camp, located a kilometer away. The vulture is waiting for the child to die so that it can eat it. This picture shocked the whole world. No one knows what happened to the child, including the photographer Kevin Carter who left the place as soon as the photograph was taken. Three months later Kevin Carter commited suicide due to depression.

Foto tersebut adalah pemenang perlombaan foto “Pulitzer Prize” yang diambil pada tahun 1994 selama tragedi kelaparan di Sudan.

Foto tersebut menggambarkan seorang anak yang kelaparan saat merangkak menuju sebuah perkemahan dengan banyak makanan yang terletak berkilo-kilo jauhnya.

Foto ini menggambarkan burung bangkai yang menunggu anak itu meninggal untuk disantap.

Foto ini mengejutkan dunia. Tak ada yang tahu apa yang terjadi dengan anak itu setelahnya karena Kevin Carter, sang fotografer, langsung meninggalkan tempat itu sesaat setelah mengambil gambar tersebut.

Tiga bulan kemudian, Kevin Carter melakukan bunuh diri akibat depresi yang ia rasakan…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

(PS : Lagi-lagi sumbernya nggak jelas. Ada yang tahu?)

6 responses to “Kisah Dibalik Foto

  1. udah difoto, gak ditolong.. menang Pulitzer..
    hmmmm.. jadi beban mental tuh ya, makanya bunuh diri..
    tega amat! teganya teganya teganya….

    lam kenal

    >> He-eh, tuh…
    Wah, jadi inget lagunya Bang Meggy Z, nih. Hehehe…
    **pura-pura megang mic trus nyanyi…**

    Lam kenal juga, Kang!

  2. ya ampun ngeri banget…

    >> Emang ngeri banget, Kang purpurin…
    >> Kata Kang Rachavidya bukan Kang, tapi Teh… Maaf, ya Teh Purpurin udah disangka Kang…:)

  3. dunia terkejut, bahkan sang pengambil foto pun ikut terkejut, melihat pemandangan yang mengenaskan. mungkin wajar aja yak, karena terbiasa dengan “dunia lain” yang aman dan mewah. semoga ini menggerakkan hati kita untuk peduli sesama…

    >> Betul, Kang! Mari kita sama-sama mencoba untuk melihat sesama dan membantu mereka!

  4. Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

    komen pertamaku di sini…
    Astaghfirullah…
    saya g tahu mau ngomong apa…
    yang jelas, mari kita saling membantu sesama manusia,,
    menajamkan kepedulian dan bertindak segera
    dari hal kecil, dimulai sekarang

    btw,, araf, tuh purpurin bukan mas, tapi teh
    tu si Happy

    Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

    >> Bener, Kang rachavidya! Mari kita mulai dari sekarang…
    Oh… berarti harusnya dipanggil ‘Teh’, ya?

  5. wuihhhh!!!!! fotonya sadissss booo!!!!
    tapi keren!!!
    hikmah yang bisa di ambil:
    – sukseskan gamais peduli
    – sukseskan pengabdian masyarakat
    – sukseskan makanan
    – sukseskan hewan-hewan yang ada di itb(naon c teu jelas pisan)

    >>Satu lagi, sukseskan program mengurangi gepeng di Indonesia!

    Btw, di ITB ada hewan apaan? Kuda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s