Michaelangelo dan ‘The Masterpiece’

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Michaelangelo adalah nama salah satu tokoh komik Teenage Mutant Ninja Turtle (TMNT) alias Kura-Kura Ninja. Tapi yang akan diceritakan kali ini bukan Michaelangelo yang itu, melainkan Michaelangelo sang pelukis sekaligus pemahat besar asal Italia. Namanya sama karena nama-nama tokoh yang ada di TMNT diambil dari tokoh penghasil karya-karya besar.

Pada suatu hari saat usianya menginjak masa-masa senja, Michaelangelo merencanakan untuk mambuat sebuah maha karya. Ia mencari kayu terbaik dari penjuru dunia demi karya terbaiknya. Setelah menemukan yang dicari, ia menyimpan kayu itu di halaman rumahnya.

Keesokan harinya, Michaelangelo mulai memahat kayu itu. Tanpa disadari, perbuatannya diketahui oleh salah seorang cucunya. Ia memperhatikan apa yang dilakukan kakeknya setiap hari sampai karyanya itu tercipta dengan sangat luar biasa.

Saat orang-orang suka dan bangga dengan mengatakannya sebagai The Masterpiece, dalam sebuah kesempatan si cucu bertanya pada Michaelangelo, “Kek, kok Kakek bisa, sih, nyiptain karya yang bagus banget kayak gitu?”

Di luar dugaan, Michaelangelo malah menjawab, “Cu, kata siapa kakek nyiptain itu? Kakek nggak pernah nyiptain, kok!”

“Ah, Kakek bohong! Dari pertama Kakek bikin karya itu sampai selesai, saya selalu lihat, kok! Sudah jelas Kakek yang bikin!”

Dengan sebuah senyuman, Michaelangelo menjelaskan, “Kakek nggak pernah menciptakannya… Sebetulnya dalam kayu itu sebelumnya sudah ada karya besar. Kakek hanya membuang atau memahat potongan-potongan kayu yang nggak diperlukan saja…”

 

Sungguh jawaban yang luar biasa. Tidak hanya karena untaian kata-katanya, tetapi juga dari makna yang tersirat di dalamnya.

‘The Masterpiece’ mirip dengan manusia yang memang adalah The Masterpiece milik Sang Pencipta. Sejak awal mula diciptakan, manusia dibekali akal, rohani, dan jasmani untuk menghadapi kehidupan. Namun potensi-potensi yang dimiliki itu terbelenggu oleh semua sikap negatif yang ada.

Setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi The Masterpiece. Pada perjalanannya, yang membedakan hanyalah seberapa besar ia bisa membuang atau memahat potongan-potongan sikap negatif yang dimilikinya. Semakin banyak potongan-potongan yang tak diperlukan itu dipahat, maka semakin besar kesempatan menjadi sebuah The Masterpiece. Semoga kita bisa menjadi The Masterpiece yang bisa membanggakan siapapun yang melihatnya…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

One response to “Michaelangelo dan ‘The Masterpiece’

  1. assalamu alaikum terimakasih sudah dimasukkan di linknya..
    semoga kita bisa belajar dr bijaknya masterpiece..
    Btw mas profilnya yg urlnya diisi ya, supaya jika mas sudah mampir ke blog orang lain, orang tsb bisa berkunjung balik ke blog mas yg bagus ini..

    >> Wa’alaykum salam, Kang!
    Sip! Maklum, Kang… Baru tau blog itu kayak apa…
    Hehehe…
    Makasih, Kang!
    Smoga qta saling bersilaturahmi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s