Malaysia, Membangun Mimpi

Assalmu’alaykum WR. Wb.

Akhirnya untuk yang pertama kalinya bisa menulis tentang dunia. Yeah! Blog ini kan bertitel KarafuruWorld. Jadi, nggak enak kalau nggak ngebahas tantang dunia. Untuk tulisan pertama, kita mulai dengan tetangga kita, Malaysia.

Masih ingat jargon Malaysia yang sering muncul di iklan televisi kita sepanjang tahun 2007 kemarin? Yup, “Malaysia, Truly Asia”. Sejak tahun kemarin Malaysia memang mulai menggencarkan untuk membangun mimpi sebagai ‘Asia yang Sebenarnya’ dengan memantapkan sektor pariwasatanya. Terbukti, angka pendapatan devisa dari sektor pariwisata, khususnya dari wisatawan asing, meningkat sepanjang tahun 2007 (Nggak percaya? Coba cek situs resminya).

Tahun ini, Malaysia kembali membangun impian dengan meluncurkan sebuah film kartun berjudul ‘Bola Kampung’ (sudah tayang di Malaysia sono). Loh, membangun impian dengan film kartun? Kok bisa? Ya! Dalam hal ini Malaysia memang cerdas. Mereka bisa belajar dari Jepang yang sukses merealisasikan mimpinya dari komik Captain Tsubasa.

Captain Tsubasa merupakan salah satu dari beberapa komik yang membangkitkan semangat rakyat Jepang di beberapa aspek dalam beberapa dekade terakhir ini. Aspek yang terlihat di antaranya adalah dunia perkomikan. Dulu, sebelum komik Detective Conan atau Naruto bisa kita baca seperti sekarang ini, yang memonopoli dunia adalah komik terbitan Marvel atau DC Comics, yang notabene milik Amrik. Tapi setelah pemerintah Jepang concern untuk membatasi impor komik asing dan gencar mempublikasikan komik-komik dalam negeri (termasuk Captain Tsubasa) sekarang ini kayaknya nggak ada satu orang pun yang nggak tau satuuu aja tokoh komik Jepang. Saat ini menjadi komikus adalah salah satu kebanggaan di negeri sakura itu. Ada impian-impian besar yang setidaknya hampir direalisasikan (khususnya dari komik Doraemon dan Captain Tsubasa). Diyakini hingga saat ini, kedua komik itu yang membangkitkan semangat ala samurai yang muncul dalam diri orang-orang Jepang untuk berprestasi di bidang robotika dan bidang olahraga sepakbola. Hasilnya? Baru-baru ini ditemukan robot yang bisa memperlihatkan ekspresi yang berbeda tergantung dari kondisi sekitarnya. Jangan lupa, dalam persepakbolaan, dalam satu dekade terakhir, Jepang adalah macan Asia yang menjadi langganan Piala Dunia.

Balik lagi ke Malaysia, ada wacana yang beredar kalau negara beribukota Kuala Lumpur itu akan membatasi rakyatnya terhadap kebudayaan asing, khususnya komik-komik atau film kartun yang beredar. Artinya, jika itu memang benar-benar terjadi, ada kemungkinan Malaysia siap mengulangi kesuksesan Jepang yang berhasil membangun impiannya. Tak hanya itu, Malaysia pun sepertinya siap untuk melahirkan komikus-komikus yang siap bersaing di mata dunia.

Dengan film kartun ‘Bola Kampung’-nya, diharapkan semangat yang sama muncul. Patut dicatat, dulu Indonesia sering banget mengalahkan Malaysia dalam pertandingan sepakbola. Tapi akhir-akhir ini kayaknya hasil seri lebih sering didapat.

Terlepas dari polemik yang terjadi antara Indonesia dengan Malaysia akhir-akhir ini, sepertinya kita dan pemerintah kita harus mengambil pelajaran penting dari impian yang ingin diraih Malaysia. Semoga program Visit Indonesia 2008 adalah langkah awal kita untuk bisa bersaing di mata dunia…


(Sssst… Sekarang film kartun ‘Bola Kampung’ tayang di TPI, lho! Mau lihat kualitas kartun Malaysia? Bisa coba dicek…)

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

One response to “Malaysia, Membangun Mimpi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s