Lihat Lebih Dekat (1)

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Sherina MunafTepat di bulan ini delapan tahun yang lalu (kalau nggak salah) film Petualangan Sherina muncul, mem-booming, dan menjadi awal dari kebangkitan perfilman Indonesia. Salah satu Original Sountrack (OST)-nya adalah Lihat Lebih Dekat, sebuah lirik lagu yang sangat menginspirasi untuk lebih peka terhadap apa yang ada di sekitar kita. Walaupun lagu ini umurnya udah cukup tua (diciptakan oleh Elfa Secoria, muncul dan dipopulerkan oleh Sherina), tapi inspirasinya bisa dirasakan hingga sekarang, bahkan selamanya…

Terlepas dari ‘visi’ lagu ini yang sebenarnya, ada baiknya kalau kita mencoba mendalami arti atau makna liriknya bait demi bait versi Karafuru San

 

Bila kita dapat memahami

Matahari menemani kita dalam kehangatan

Hingga sang rembulan bersenandung

Meninabobokan seisi dunia dalam lelap,

Setia…. Tanpa terpaksa

 

Lirik awal pada bait pertama mengingatkan tentang makna mengapa matahari diciptakan. Matahari (selain air) diciptakan dengan tujuan utama memberikan kehidupan di muka bumi. Dengan jarak bumi-matahari yang ideal, manusia bisa merasakan kehangatannya dengan panas hanya 1/30 kali panas yang sebenarnya. Panas dengan suhu tersebut adalah panas ideal/optimum bagi tumbuhan untuk melakukan aktifitas fotosintesis. Tumbuhan yang berfotosintesis memanfaatkan energi matahari untuk membuat makanannya sendiri dengan prosedur yang rumit. Inilah yang membuatnya tumbuh sehingga bisa menjadi makanan bagi konsumen-konsumennya (mulai dari konsumen tingkat awal sampai konsumen tingkat akhir, termasuk kita sebagai manusia). Proses makan-memakan ini disebut rantai makanan yang sebetulnya adalah proses perpindahan energi dari energi matahari ke makhluk hidup, mulai dari makhluk hidup tingkat rendah ke makhluk hidup tingkat tinggi.

 

Hm… rumit, ya? Urusan beginian lebih ahli ditanyain ke orang biologi…

 

Bisa kita bayangkan seandainya panas matahari kurang atau lebih dari panas seperti saat ini, tumbuhan tak dapat melakukan fotosintesis. Dengan sendirinya kepunahan akan terjadi akibat tak dapat ‘membuat makanan’. Kepunahan tumbuhan sebagai produsen (ingat pelajaran biologi waktu SMP?) akan mengakibatkan kepunahan konsumennya.

 

Namun ada satu lagi yang mesti kita ingat. Jika setiap saat matahari terus menyinari bumi, maka akan tercipta suhu panas yang konstan. Suhu panas yang berlangsung terus menerus ini bisa menyebabkan perubahan ke arah negatif. Kita ambil contoh pada spesies kita saja alias manusia. Perubahan negatif akibat terkena matahari terus-menerus dapat berupa perubahan komposisi fenotif (yang tampak, contoh kecilnya : kulit kering, mata merah, dehidrasi tubuh) maupun perubahan komposisi genotif (yang tidak tampak, misalnya perubahan gen dalam DNA manusia). Pernah nonton dorama Jepang : Long Love Letter? Secara ilmiah (walaupun ada juga yang tidak masuk akal) dalam drama tersebut diceritakan mengenai sebagian manusia yang bermutasi akibat kondisi bumi beberapa puluh tahun ke dapan yang semakin panas. Itu baru contoh untuk manusia, belum yang lainnya. Bayangkan kalau di bumi ini siang terus…

 

Sejalan dengan bagian akhir bait pertama “Lihat Lebih Dekat”, Sang Maha Pencipta dengan luar biasa menciptakan sebuah kondisi penetral, yakni malam hari. Salah satu tujuan nyata terciptanya malam adalah sebagai waktu untuk beristirahat. Waktu ini bisa dimanfaatkan kita untuk melepas lelah setelah selama seharian menuntut ilmu, bekerja, atau kegiatan lainnya. Apalagi jika ‘dihadiahi’ bunga tidur yang cukup indah. Pastinya suasana malam akan terasa nyaman…

 

Tapi perlu dicatat, apakah malam hari perlu digunakan untuk istirahat terus? Sayang jika melewatkan malam hanya untuk memejamkan mata. Akan lebih indah jika sepertiga malam terakhir kita isi dengan bersyukur kepada-Nya… Pernahkah antara jam 3 sampai jam 4-an membuka jendela lalu menatap ke atas sana? Dinginnya udara malam & bintang yang bersinar (jika ada) menunggu kita untuk mengucapkan rasa syukur atas nikmat yang telah kita rasakan hingga saat ini… Jika setelah menatap indahnya langit malam kita isi dengan berucap syukur & bermunajat pada-Nya, Insya Allah itulah saat terbaik munculnya harapan doa bisa terkabul. Tapi awas, lho, jgn lupa tutup jendela! Ntar malah maling yang nongol…

 

Bulan, bintang, dan matahari (yang sebetulnya bintang juga) adalah suatu kesatuan yang saling mengisi satu sama lain. Mereka saling setia menjaga keseimbangan alam satu sama lain ini agar roda kehidupan tetap berputar. Kesetiaan mereka tanpa ada paksaan dari siapapun dan apapun. Mereka memang diciptakan untuk ‘menemani’ bumi dan segala isinya (termasuk kita) sejak pertama menatap dunia, hingga tiba masanya untuk kembali menutup mata. Dengan mengerti dan melaksanakan tugas masing-masing itulah mereka telah bersyukur kepada Sang Pencipta. Wajar jika selama ini berlum pernah ada berita matahari hampir tabrakan dengan bintang lain, matahari mogok kerja dari menyinari dunia, atau malah bulan dan matahari bertukar shift kerja. Keserasian yang saling mengisi satu sama lain itu adalah bentuk tugas mereka sebagai perwujudan rasa syukur kepada-Nya hingga ujung waktu….

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

(bersambung ke Lihat Lebih Dekat (II))

 

Lihat Lebih Dekat

(Lyric : Elfa S., Singer : Sherina)

 

Bila kita dapat memahami

Matahari menemani kita dalam kehangatan

Hingga sang rembulan bersenandung

Meninabobokan seisi dunia dalam lelap,

Setia…. Tanpa terpaksa

 

Bila kau dapat mengerti

Sahabat adalah setia dalam suka dan duka

Kau kan dapat berbagi rasa untuknya…

Begitulah seharusnya jalani kehidupan

Setia… Setia… Dan tanpa terpaksa

 

Mengapa bintang bersinar?

Mengapa air mengalir?

Mengapa dunia berputar?

Lihat s’galanya lebih dekat

Dan kau akan mengerti…

6 responses to “Lihat Lebih Dekat (1)

  1. bagaimana bisa??
    org yang cm selintas singgah dalam pusaran waktu bisa tau banyak, wah kamu salah . . .
    saya cm menduga qo . . .🙂

    >>Hm……….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s