Menunggu (dalam kesendirian) itu…

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Hh… Malam ini sendirian lagi…

Tau nggak? Kemarin siang (saat baru aja keluar dari terminal Cicaheum, Bandung) ditelepon ortu. Mereka bilang lagi ada di perjalanan menuju Bandung buat liburan!!! Padahal saat itu Karafuru San lagi di bis menuju kampung halaman. Hh… Karena udah bayar, terpaksa nerusin perjalanan (alias nggak turun en balik lagi). Yah, apa boleh buat… Miskom, sih…

Well, dalam kehidupan ini, menunggu (dalam kesendirian) itu… adalah sesuatu yang nggak enak (banget). Dari contoh di bawah ini, ada nggak yang pernah dialami?

a)    Nunggu seseorang yang janji ketemuan/rapat, tapi yang ngundangnya belum datang

b)    Nunggu hasil UAN/SNMPTN/ujian-ujian lain yang hasilnya belum ketahuan

c)     Nunggu masakan mateng

d)    Nunggu antrean yang panjang banget

e)    Nunggu toilet umum yang udah digedor-gedor tapi nggak ada yang buka

f)      Nunggu kesiapan (buat para ikhwan/cowok) buat ‘menjemput’; nunggu ‘dijemput’ (buat para akhwat/cewek)

g)    Nunggu kebangkitan peradaban yang saat ini masih tertidur 14 abad

h)    Nunggu keluarga yang lagi pada keluar rumah (belum balik lebih dari 24 jam)

i)       Nunggu, nunggu, dan nunggu yang lainnya…

 

 

Yang jelas, menunggu (dalam kesendirian) itu… dibutuhkan satu kesabaran dan keyakinan yang bisa membuat kebosanan hilang.  Kesabaran membuat segalanya tampak menjadi lebih menyenangkan, sementara keyakinan bisa membuat apa yang kita tunggu tidak lagi sebagai suatu penantian, melainkan berujung pada harapan yang menjadi nyata…

Lagi nunggu sesuatu? Sama-sama sabar dan yakin, yuk!

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Lihat Lebih Dekat (2)

(sambungan dari Lihat Lebih Dekat (1))

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Saatnya bait kedua…

Bila kau dapat mengerti

Sahabat adalah setia dalam suka dan duka

Kau kan dapat berbagi rasa untuknya…

Begitulah seharusnya jalani kehidupan

Setia… Setia… Dan tanpa terpaksa

Manusia adalah makhluk sosial yang nggak bisa hidup kalau kesendirian. Belum setuju? Coba lihat benda-benda yang ada di sekitar kita. Apa semua benda itu bikinan kita sendiri? Sebuah meja yang ada di kamar mungkin terlihat gampang dibuat sendiri. Tantangannya cuma mau atau nggaknya kita menggergaji sebuah pohon, mengolahnya menjadi gelondongan kayu, lalu memotongnya menjadi bagian-bagian yang siap dijadikan meja. Ingat, lho! Semua itu belum selesai, kita masih harus bikin sebuah mur dan baut, lem, olahan cat, dll. Butuh contoh lagi? Hm… Satu lagi, aja, ya. Pernah nggak, kita berpikir gimana caranya bikin nasi goreng? Kayaknya simple, ya? Padahal untuk bisa membuat nasi saja butuh kerja yang luar biasa (mulai dari pengolahan tanah, penanaman bibit padi, pemupukan, hingga proses panen), apalagi untuk menghasilkan kecap, kerupuk, ayam, bawang, dan tetek bengek lainnya sebelum diolah. Bisa saja bikin semua itu sendirian. Tapi pertanyaannya… Mau?

Beruntunglah karena di dunia ini masih ada para ahli pembuat kayu olahan, pembuat mur, pembuat cat, petani, peternak, dan sebagainya.

Ada satu alasan penting lainnya kenapa kita dikatakan sebagai makhluk sosial : komunikasi. Kita lahir ke dunia ini dengan berbagai macam emosi. Pada dasarnya kita mengharapkan asa, merasakan bahagia, bahkan membutuhkan cinta. Perasaan-perasaan tersebut nggak mungkin dirasakan atau ditunjukkan tanpa adanya satu komunikasi. Sementara itu, komunikasi nggak mungkin terjadi dalam satu individu (kecuali kalau ngomong sendiri). So, kita membutuhkan minimal satu orang lagi untuk dapat berbagi dan saling mengerti, karena kita adalah makhluk sosial.

Kadang nggak semua yang kita rasakan mau kita bagikan pada orang lain. Saat itulah kita butuh seorang (atau lebih, tergantung kondisi) yang benar-benar nyaman. Orang ini yang biasa kita namakan sahabat.

Sahabat terbagi menjadi beberapa:

a. Sahabat biasa/teman

Sahabat biasa adalah sahabat yang baru bisa memahami apa yang kita rasakan. Biasanya dia masih cenderung enggan berbagi atau menceritakan dirinya. Sedangkan saat sahabatnya ingin menceritakan sebuah rahasia padanya, kadang sahabat tipe ini (pada kasus tertentu) susah untuk merahasiakan hal itu.

b. Sahabat dekat

Tipe sahabat dekat adalah sahabat yang sudah mau menceritakan sebagian kisah hidupnya. Bahkan beberapa jenis sahabat tipe ini biasanya sudah memiliki rasa sayang terhadap sahabatnya. Jadi, kalau ada rahasia yang ingin disimpan, minimal sahabat tipe ini cocok buat diajak curhat.

c. Sahabat spesial

Sahabat tipe ini adalah sahabat yang bisa mencintai juga mau dan mampu untuk melindungi saat sahabatnya berada dalam posisi yang kurang mengenakkan. Saat sahabatnya membutuhkan bantuannya, biasanya seorang sahabat spesial berusaha untuk memberikan bantuannya jika ia memang bisa membantu.

d. Sahabat setia/sahabat sejati/sahabat terbaik

Inilah tingkatan seorang sahabat yang paling tinggi. Saat kita mau bercerita tentang sebuah rahasia yang super rahasia, seorang sahabat setia akan merahasiakannya. Seorang yang bertipe ini nggak mau mengecewakan sahabatnya. Ia berusaha untuk memberikan bantuannya walaupun dalam keadaan yang hampir tak mungkin. Ssst… dalam beberapa kasus, tipe sahabat setia justru lebih mengenal diri sahabatnya dibanding si sahabatnya itu sendiri , lho!

Ada sebuah kalimat yang bisa membuat kita bertanya, “Sebetulnya siapa, sih, sahabat-sahabat kita saat ini?”. Kalimat itu berbunyi, Saat ingin mengetahui seseorang, lihatlah bagaimana sahabat-sahabatnya.

Ya, Sahabat terbaik (seperti dalam lirik Lihat Lebih Dekat) adalah sahabat yang mampu setia dalam suka dan duka. Dalam kehidupan ini, kita sebetulnya dituntut untuk punya minimal seorang sabahat terbaik (sahabat setia). Saat kita nggak mampu mengenal siapa diri kita sebenarnya, seorang sahabat setia kan membantu untuk itu. Dia akan mengingatkan saat kita nggak berada pada jalur yang benar, juga mendengar dan memberi saran terbaik saat kita lagi menghadapi masalah.

Hanya ada satu cara untuk mendapatkan sahabat setia. Kitalah yang harus memulainya untuk menjadi sahabat setia bagi sahabat-sahabat kita saat ini. Saat kita menjadi sahabat setia bagi mereka, saat itulah mereka akan berkata dalam hatinya bahwa kita adalah sahabat terbaiknya.

Semoga kita dikaruniai sahabat-sahabat setia yang mau dan mampu mengingatkan kita dalam kebenaran dan kesabaran mengarungi kehidupan dunia ini… Dengan setia… dan tanpa terpaksa…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

(bersambung ke Lihat Lebih Dekat (III))

Malaysia, Membangun Mimpi

Assalmu’alaykum WR. Wb.

Akhirnya untuk yang pertama kalinya bisa menulis tentang dunia. Yeah! Blog ini kan bertitel KarafuruWorld. Jadi, nggak enak kalau nggak ngebahas tantang dunia. Untuk tulisan pertama, kita mulai dengan tetangga kita, Malaysia.

Masih ingat jargon Malaysia yang sering muncul di iklan televisi kita sepanjang tahun 2007 kemarin? Yup, “Malaysia, Truly Asia”. Sejak tahun kemarin Malaysia memang mulai menggencarkan untuk membangun mimpi sebagai ‘Asia yang Sebenarnya’ dengan memantapkan sektor pariwasatanya. Terbukti, angka pendapatan devisa dari sektor pariwisata, khususnya dari wisatawan asing, meningkat sepanjang tahun 2007 (Nggak percaya? Coba cek situs resminya).

Tahun ini, Malaysia kembali membangun impian dengan meluncurkan sebuah film kartun berjudul ‘Bola Kampung’ (sudah tayang di Malaysia sono). Loh, membangun impian dengan film kartun? Kok bisa? Ya! Dalam hal ini Malaysia memang cerdas. Mereka bisa belajar dari Jepang yang sukses merealisasikan mimpinya dari komik Captain Tsubasa.

Captain Tsubasa merupakan salah satu dari beberapa komik yang membangkitkan semangat rakyat Jepang di beberapa aspek dalam beberapa dekade terakhir ini. Aspek yang terlihat di antaranya adalah dunia perkomikan. Dulu, sebelum komik Detective Conan atau Naruto bisa kita baca seperti sekarang ini, yang memonopoli dunia adalah komik terbitan Marvel atau DC Comics, yang notabene milik Amrik. Tapi setelah pemerintah Jepang concern untuk membatasi impor komik asing dan gencar mempublikasikan komik-komik dalam negeri (termasuk Captain Tsubasa) sekarang ini kayaknya nggak ada satu orang pun yang nggak tau satuuu aja tokoh komik Jepang. Saat ini menjadi komikus adalah salah satu kebanggaan di negeri sakura itu. Ada impian-impian besar yang setidaknya hampir direalisasikan (khususnya dari komik Doraemon dan Captain Tsubasa). Diyakini hingga saat ini, kedua komik itu yang membangkitkan semangat ala samurai yang muncul dalam diri orang-orang Jepang untuk berprestasi di bidang robotika dan bidang olahraga sepakbola. Hasilnya? Baru-baru ini ditemukan robot yang bisa memperlihatkan ekspresi yang berbeda tergantung dari kondisi sekitarnya. Jangan lupa, dalam persepakbolaan, dalam satu dekade terakhir, Jepang adalah macan Asia yang menjadi langganan Piala Dunia.

Balik lagi ke Malaysia, ada wacana yang beredar kalau negara beribukota Kuala Lumpur itu akan membatasi rakyatnya terhadap kebudayaan asing, khususnya komik-komik atau film kartun yang beredar. Artinya, jika itu memang benar-benar terjadi, ada kemungkinan Malaysia siap mengulangi kesuksesan Jepang yang berhasil membangun impiannya. Tak hanya itu, Malaysia pun sepertinya siap untuk melahirkan komikus-komikus yang siap bersaing di mata dunia.

Dengan film kartun ‘Bola Kampung’-nya, diharapkan semangat yang sama muncul. Patut dicatat, dulu Indonesia sering banget mengalahkan Malaysia dalam pertandingan sepakbola. Tapi akhir-akhir ini kayaknya hasil seri lebih sering didapat.

Terlepas dari polemik yang terjadi antara Indonesia dengan Malaysia akhir-akhir ini, sepertinya kita dan pemerintah kita harus mengambil pelajaran penting dari impian yang ingin diraih Malaysia. Semoga program Visit Indonesia 2008 adalah langkah awal kita untuk bisa bersaing di mata dunia…


(Sssst… Sekarang film kartun ‘Bola Kampung’ tayang di TPI, lho! Mau lihat kualitas kartun Malaysia? Bisa coba dicek…)

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Lihat Lebih Dekat (1)

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Sherina MunafTepat di bulan ini delapan tahun yang lalu (kalau nggak salah) film Petualangan Sherina muncul, mem-booming, dan menjadi awal dari kebangkitan perfilman Indonesia. Salah satu Original Sountrack (OST)-nya adalah Lihat Lebih Dekat, sebuah lirik lagu yang sangat menginspirasi untuk lebih peka terhadap apa yang ada di sekitar kita. Walaupun lagu ini umurnya udah cukup tua (diciptakan oleh Elfa Secoria, muncul dan dipopulerkan oleh Sherina), tapi inspirasinya bisa dirasakan hingga sekarang, bahkan selamanya…

Terlepas dari ‘visi’ lagu ini yang sebenarnya, ada baiknya kalau kita mencoba mendalami arti atau makna liriknya bait demi bait versi Karafuru San

 

Bila kita dapat memahami

Matahari menemani kita dalam kehangatan

Hingga sang rembulan bersenandung

Meninabobokan seisi dunia dalam lelap,

Setia…. Tanpa terpaksa

 

Lirik awal pada bait pertama mengingatkan tentang makna mengapa matahari diciptakan. Matahari (selain air) diciptakan dengan tujuan utama memberikan kehidupan di muka bumi. Dengan jarak bumi-matahari yang ideal, manusia bisa merasakan kehangatannya dengan panas hanya 1/30 kali panas yang sebenarnya. Panas dengan suhu tersebut adalah panas ideal/optimum bagi tumbuhan untuk melakukan aktifitas fotosintesis. Tumbuhan yang berfotosintesis memanfaatkan energi matahari untuk membuat makanannya sendiri dengan prosedur yang rumit. Inilah yang membuatnya tumbuh sehingga bisa menjadi makanan bagi konsumen-konsumennya (mulai dari konsumen tingkat awal sampai konsumen tingkat akhir, termasuk kita sebagai manusia). Proses makan-memakan ini disebut rantai makanan yang sebetulnya adalah proses perpindahan energi dari energi matahari ke makhluk hidup, mulai dari makhluk hidup tingkat rendah ke makhluk hidup tingkat tinggi.

 

Hm… rumit, ya? Urusan beginian lebih ahli ditanyain ke orang biologi…

 

Bisa kita bayangkan seandainya panas matahari kurang atau lebih dari panas seperti saat ini, tumbuhan tak dapat melakukan fotosintesis. Dengan sendirinya kepunahan akan terjadi akibat tak dapat ‘membuat makanan’. Kepunahan tumbuhan sebagai produsen (ingat pelajaran biologi waktu SMP?) akan mengakibatkan kepunahan konsumennya.

 

Namun ada satu lagi yang mesti kita ingat. Jika setiap saat matahari terus menyinari bumi, maka akan tercipta suhu panas yang konstan. Suhu panas yang berlangsung terus menerus ini bisa menyebabkan perubahan ke arah negatif. Kita ambil contoh pada spesies kita saja alias manusia. Perubahan negatif akibat terkena matahari terus-menerus dapat berupa perubahan komposisi fenotif (yang tampak, contoh kecilnya : kulit kering, mata merah, dehidrasi tubuh) maupun perubahan komposisi genotif (yang tidak tampak, misalnya perubahan gen dalam DNA manusia). Pernah nonton dorama Jepang : Long Love Letter? Secara ilmiah (walaupun ada juga yang tidak masuk akal) dalam drama tersebut diceritakan mengenai sebagian manusia yang bermutasi akibat kondisi bumi beberapa puluh tahun ke dapan yang semakin panas. Itu baru contoh untuk manusia, belum yang lainnya. Bayangkan kalau di bumi ini siang terus…

 

Sejalan dengan bagian akhir bait pertama “Lihat Lebih Dekat”, Sang Maha Pencipta dengan luar biasa menciptakan sebuah kondisi penetral, yakni malam hari. Salah satu tujuan nyata terciptanya malam adalah sebagai waktu untuk beristirahat. Waktu ini bisa dimanfaatkan kita untuk melepas lelah setelah selama seharian menuntut ilmu, bekerja, atau kegiatan lainnya. Apalagi jika ‘dihadiahi’ bunga tidur yang cukup indah. Pastinya suasana malam akan terasa nyaman…

 

Tapi perlu dicatat, apakah malam hari perlu digunakan untuk istirahat terus? Sayang jika melewatkan malam hanya untuk memejamkan mata. Akan lebih indah jika sepertiga malam terakhir kita isi dengan bersyukur kepada-Nya… Pernahkah antara jam 3 sampai jam 4-an membuka jendela lalu menatap ke atas sana? Dinginnya udara malam & bintang yang bersinar (jika ada) menunggu kita untuk mengucapkan rasa syukur atas nikmat yang telah kita rasakan hingga saat ini… Jika setelah menatap indahnya langit malam kita isi dengan berucap syukur & bermunajat pada-Nya, Insya Allah itulah saat terbaik munculnya harapan doa bisa terkabul. Tapi awas, lho, jgn lupa tutup jendela! Ntar malah maling yang nongol…

 

Bulan, bintang, dan matahari (yang sebetulnya bintang juga) adalah suatu kesatuan yang saling mengisi satu sama lain. Mereka saling setia menjaga keseimbangan alam satu sama lain ini agar roda kehidupan tetap berputar. Kesetiaan mereka tanpa ada paksaan dari siapapun dan apapun. Mereka memang diciptakan untuk ‘menemani’ bumi dan segala isinya (termasuk kita) sejak pertama menatap dunia, hingga tiba masanya untuk kembali menutup mata. Dengan mengerti dan melaksanakan tugas masing-masing itulah mereka telah bersyukur kepada Sang Pencipta. Wajar jika selama ini berlum pernah ada berita matahari hampir tabrakan dengan bintang lain, matahari mogok kerja dari menyinari dunia, atau malah bulan dan matahari bertukar shift kerja. Keserasian yang saling mengisi satu sama lain itu adalah bentuk tugas mereka sebagai perwujudan rasa syukur kepada-Nya hingga ujung waktu….

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

(bersambung ke Lihat Lebih Dekat (II))

 

Lihat Lebih Dekat

(Lyric : Elfa S., Singer : Sherina)

 

Bila kita dapat memahami

Matahari menemani kita dalam kehangatan

Hingga sang rembulan bersenandung

Meninabobokan seisi dunia dalam lelap,

Setia…. Tanpa terpaksa

 

Bila kau dapat mengerti

Sahabat adalah setia dalam suka dan duka

Kau kan dapat berbagi rasa untuknya…

Begitulah seharusnya jalani kehidupan

Setia… Setia… Dan tanpa terpaksa

 

Mengapa bintang bersinar?

Mengapa air mengalir?

Mengapa dunia berputar?

Lihat s’galanya lebih dekat

Dan kau akan mengerti…

Kenalkan Mereka Tentang Alam

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Pulang dari kolamKemarin sore, saya dan dua sepupu yang masih kecil (yang satu kelas satu SD, kakaknya kelas dua SD) pergi ke kolam ikan yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari rumah. Mereka sangat antusias terutama saat melemparkan hu-ut (bahasa Sunda, artinya dedak untuk ikan). Saat pulang, kepuasan mereka terlihat dengan tak henti-hentinya saling melemparkan senyum dan canda. Ya, itulah pengalaman yang belum pernah mereka rasakan selama hidup dan tinggal di kota Ungaran, dekat dengan Semarang.

Pada dasarnya manusia diciptakan dari tanah, yang notabene adalah bagian dari alam. Secara alamiah, kita memiliki kecintaan pada alam. Namun kenyataannya, bukti dari rasa cinta terhadap alam itu akan muncul tergantung dari seberapa besar kita berteman dengan alam.

Masih teringat saat saya menonton sebuah dorama Jepang berjudul Long Love Letter yang menceritakan tentang kondisi bumi yang sangat mengerikan pada beberapa puluh tahun ke depan. Kondisi mengerikan yang paling terlihat (dalam dorama Long Love Letter) adalah tidak adanya air, sebagai akibat dari ulah manusia yang sejak dulu acuh tak acuh terhadap lingkungannya.

Satu hal yang pernah kita pelajari adalah adanya siklus (daur ulang air) yang tidak mungkin membuat air habis. Tapi… Jika melihat pada kenyataan saat ini, dengan luas area hutan yang makin berkurang, dengan banyaknya sampah yang tak terurus, dengan semakin banyaknya manusia yang tak peduli tentang lingkungan, apakah kita yakin bumi kita masih layak ditempati beberapa dekade ke depan?

Generasi kita dan generasi-generasi berikutnya harus paham tentang seberapa penting alam bagi kita. Dua kegiatan ala Karafuru San ini bisa kita coba untuk diaplikasikan bagi kita, dan bisa diajarkan bagi adik-adik kita atau anak-anak kita nantinya…

 

1.      Melakukan jalan-jalan ke alam secara rutin

Ini adalah kegiatan yang komplit. Selain sebagai bentuk perkenalan pada alam, juga bentuk olahraga!

Aplikasi untuk kita : Lebih asyik kalau bareng-bareng keluarga, teman, apalagi sahabat-sahabat dekat. Araf Pratamanaim

 Soalnya, di sini kita bisa tahu seperti apa mereka ‘yang sebenarnya’.

Aplikasi untuk adik-adik atau anak-anak kita nantinya : Akan lebih baik sambil diadakan games agar perjalanannya semakin menyenangkan di mata mereka. 

 

 

 

2.    Merawat kebun, halaman rumah, kolam ikan, dan sejenisnya kalau ada

Ini efektif! Kita (atau adik-adik dan anak-anak kita) langsung menghadapi bagian kecil dari alam dan mempelajari bagaimana cara merawatnya. Walaupun saat ini mungkin saja kita enggan, tapi jika dibiasakan, hal itu justru malah akan menimbulkan kesenangan. Ingat, pada dasarnya kita adalah manusia yang memiliki kecintaan tentang alam.

Aplikasinya : bisa dengan apa yang bakal diperoleh kalau kegiatan itu selesai, misalnya dengan mendapatkan hadiah yang jenisnya bisa ditentukan sendiri.

Semoga kecintaan kita, adik-adik kita, atau anak-anak kita nantinya terhadap alam dapat terus tumbuh seiring dengan dilakukannya kegiatan-kegiatan di atas sebagai bentuk aplikasi dari berteman dengan alam.

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

 

Colors of Nature

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

 

Colors of Nature

It’s brown, the one and the only one stalk I’ve found…

It’s orange, the sun I see from a rift of branch…

It’s green, when the leaves fall by the wind…

It’s yellow, when the sunflowers gather in a row…

It’s white, the pigeon who started a seed fight…

It’s gray, as a rabbit chews grass in his way…

It’s black, a little stone I wanna take…

It’s red, the roses that I wanna get…

It’s blue, as a wonderful sky like you…

 

It’s color, in a beautiful picture

A picture of hope, for human with love

It’s so deep, but we rare to thanks for it

Shall we wait… Until the eyes being dislodged?

 

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

The Real Home Sweet Home

Assalamu’alaykum wr. wb.

Pernahkah kita males diem di rumah?

Pernahkah kita ngerasa lebih asyik main di luar rumah?

Hm… Itu artinya ada yang nggak beres dengan rumah kita. Hati-hati, jangan-jangan rumah yang kita tempati bukanlah Home Sweet Home yang sebenarnya.

Mau tau apa-apa aja yang musti ada di Home Sweet Home versi Karafuru San? Tengok, yuk! Siapa tau bisa dipraktekin, nih…

 

a. Bersih

Kenapa musti bersih? Rasa nyaman akan timbul jika kondisi suatu lingkungan yang ditempatinya bersih. Semakin bersih dari segala tetek-bengek, maka semakin fresh udara yang bisa didapat. Udara bersih yang kita hirup ini nantinya akan mempengaruhi kuantitas darah yang masuk ke otak, yang ujung-ujungnya masuk ke alam bawah sadar. Jadi kalo rumah kita agak kotor, siap-siap aja ngerasa kurang nyaman. Ssst… Bahkan dalam beberapa penelitian disebutkan, bersih nggaknya seseorang mencerminkan siapa orang itu yang sebenarnya, lho! Mau tau tips bagaimana bikin rumah bersih? Coba bersihin satuu aja ruangan di rumah, misalnya kamar kita.

Pengen tau tips Beresin kamar? Klik_di_sini.

 

b. Ventilasi Oke

Sebuah rumah gede yang ventilasinya buruk nggak menjamin kebetahan dibanding rumah sempit tapi ventilasinya top abis. Jadi, coba cek dulu, apa ventilasi di rumah kita udah mantabh?

 Mau tau tips ventilasi rumah yang baik? Klik_di_sini.

 

c. Punya Daya Tarik tersendiri

Daya Tarik yang dimaksud adalah daya tarik yang bisa bikin kita betah banget ama yang namanya rumah. Misalnya buat yang hobinya baca, apa lagi daya tariknya selain buku? Atau kalo suka banget ama yang namanya surfing di internet, daya tariknya udah pasti : pasang internet di rumah. Masih belum tau daya tarik apa yang cocok? Coba tanya diri kita… Hobi favorit apa? Apa yang disuka? Insya Allah daya tarik itu bakal ketemu.

Belum nemu daya tariknya? Tanya_langsung_sama_Karafuru_San_di_sini.

 

d. Kondisi Lingkungan Sekitar Rumah Cocok

Ssst… Faktor dari luar rumah berpengaruh juga, lho! Misal, kita adalah seseorang yang cocoknya dengan suasana tenang. Pasti nggak nyaman banget kalau tetangga kita berisik, kan? Terus… Gimana kalo kita udah dapet (misalnya) kondisi lingkungan yang nggak cocok? Kita bisa mengusahakannya, lho. (Misalnya dari contoh tadi) Kita bisa bicara baik-baik dengan tetangga, atau kalo punya uang banyak, kenapa nggak nyoba pindah? (Idiiih ampe segitunya, ya?)

Bingung sama lingkungan yang kurang cocok? Tanya_langsung_sama_Karafuru_San_di_sini.

 

Semoga empat syarat buat jadi The Real Home Sweet Home di atas bisa membantu. Ingat, sebuah tempat tinggal yang nyaman, tidak selalu harus berupa istana. Asalkan kita bisa mengolahnya, rumah yang sesederhana mungkin pun bisa menjadi istana untuk kita…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.