Alasan Kata Pertama dalam Wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah “Bacalah”

Bismillah.

Karafuru San baru pulang dari Cafe Serba Rame, punyanya Agung, yang dikelola juga oleh Sistha. Di sana, ada launching rumah baca. Pengisi Launchingnya ada Salim A. Fillah, seorang penulis best seller Jalan Cinta Para Pejuang dan buku2 lain. Nah, di salah satu bagian kata-kata dari beliau adalah tentang hikmah: Kenapa kata pertama yang disampaikan Allah via Malaikat Jibril adalah “Bacalah”?

Hm.. Iya juga, kenapa ga: “shalatlah”, atau “berdoalah”, atau “bersyukurlah”, dan -lah2 yang lain?

Apalagi ketika wakyu itu diturunin ke Muhammad, yang notabene seorang yang “ummi” alias buta menulis dan buta membaca.

Ternyata hikmahnya cukup banyak:

1. Sumber dari segala ilmu

Pepatah indonesia bilang: “Buku adalah gudang ilmu”. Itu ternyata bener. Semua buku (termasuk informasi dari internet yang positif) adalah ladang jalan ilmu, baik itu ilmu umum (kek kimia, matematika, sastra, elektro, tekstil, manajemen, dll), maupun ilmu agama. Semua itu bakal kita ngerti kalo kita baca. Termasuk shalat, doa, bersyukur, dll.. Semua bakal kita tau ilmunya kalo kita udah membaca.

2. Mengandung unsur paksaan untuk diri kita

Kata “Bacalah” disampaikan Malaikat Jibril berbarengan dengan ayat2 lain di Q.S Al-‘Alaq ayat 1-5 di Gua Hira. Pada saat itu, Rasulullah lagi merenungi tentang benyak hal di sana. Ketika Jibril dateng, yang dilakukannya adalah ‘memaksa’ Rasulullah dengan kalimat “Bacalah!”. Rasulullah menjawab “Saya tidak bisa membaca”. Jibril kembali berkata “Bacalah!”, dibalas lagi “Saya tidak bisa membaca”, sampe akhirnya berulang tiga kali, sebelum Jibril mengucapkan ayat lainnnya. Ini merupakan hikmah penekanan bahwa membaca (mencari ilmu) itu penting. Bahkan kalo perlu, kita harus memaksa diri kita untuk produktif mencari ilmu, setiap detiknya.

3. Sebagai petunjuk untuk bisa memahami isi Al-Qur’an

Buat yang ini, ada bahasan bagus di http://veeq.abatasa.com/.

Intinya adalah : Di Al-Qur’an itu banyak banget perintah Allah, nah, untuk menjalankan dan mengetahui semua isinya, tidak lain dan tidak bukan adalah dengan baca (ya iya, lah.. masa cuma ditaroh doank di lemari sampe bulukan bedebu gitu?), termasuk membaca artinya kalo kita ga ngerti bahasa Arab. Dengan kata itu, Allah memberikan petunjuk buat kita, kalo mau sukses di dunia dan akhirat, caranya: bacalah Qur’an..

4. Mengandung perintah untuk diaplikasikan

Konsep “Bacalah” bukan berarti hanya membaca, lalu ting tong: THE END. Bukan, bukan gitu. Tapi makna membaca itu sendiri adalah mengetahui informasi tentang ilmu-ilmu-Nya (baik ilmu umum maupun ilmu agama), dan mengaplikasikannya.. Nah, ini yang biasanya jaraaaaang banget kita lakuin..

http://www.smileycodes.info
So,

yuk!

“Bacalah!”

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s