Berani Mimpi Setinggi Langit?

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Pernah ada yang bilang kalimat ini  : “Mimpi jangan tinggi-tinggi! Soalnya kalau jatuh sakit!” ? Hm… kira-kira bener, nggak, ya?

Sebelum itu, mimpi di sini bukan berarti mimpi yang kadang-ada-kadang-nggak saat tidur, lho! Mimpi yang akan dibahas adalah sesuatu yang kita harapkan menjadi kenyataan.

Kalimat “Mimpi jangan tinggi-tinggi! Soalnya kalau jatuh sakit!” memang masuk akal kalau dianalogikan. Misalnya kita naik pesawat yang lagi terbang terus jatuh. Nggak cuma sakit yang bakal kita rasakan, tapi lebih! Salah-salah malah tinggal nama… Hiii…

Ya, orang-orang yang bilang gitu (kita namakan saja Dreamtakers) adalah orang-orang yang sayang dengan kita. Rasa sayang mereka ditunjukkan dalam bentuk kekhawatiran saat jika kita gagal meraih mimpi. Pada awalnya Dreamtakers ini senang saat tahu kalau orang yang disayanginya sedang memimpikan sesuatu. Tapi saat itu pula mereka berpandangan ke depan, dengan pandangan negatif : takut orang yang disayanginya itu gagal meraih mimpi.

Biasanya kekhawatiran itu muncul dari pengalaman yang pernah mereka hadapi atau mereka dengar. Pengalaman-pengalaman itu (kebanyakan malah berupa pengalaman kegagalan) dijadikan patokan agar orang yang mereka sayangi tidak mengulangi hal yang sama.

Hm… Ada satu hal yang bisa kita kupas. Para dreamtaker melihat dari sudut pandang seberapa sakit, bukan seberapa tinggi. Memang, jika ukurannya seberapa sakit, semakin tinggi seseorang jatuh akan semakin sakit. Tapi kalau dilihat dari seberapa tinggi, jika seseorang terjatuh dari ketinggian yang lebih tinggi maka besar sekali kemungkinan ia terjatuh sampai tempat yang lebih tinggi. Analoginya gini, misalkan seseorang yang jatuh dari tangga dengan seseorang yang jatuh dari atap rumah bertingkat dua. Dua-duanya sakit. Tapi siapa yang peluangnya lebih besar untuk jatuh ke sebuah pohon? Pasti yang jatuh dari atap, kan?

Sama halnya dengan ini : Si A mengharapkan dapat pekerjaan dengan gaji 10 juta perbulan (Wuih! Gede, ya?). Sementara Si B mengharapkan dapat pekerjaan dengan gaji 1 milyar perbulan (Wuih! Gila, ya!?). Seandainya suatu hari mimpi si A ditakdirkan tercapai 100%, maka dia bakal dapat 10 juta itu. Si B juga ditakdirkan dapat, tapi cuma 2%. Berapa yang dia dapat? Yup! Malah lebih gede! 20 juta!

Nggak cuma mimpi dalam duit-duitan kayak tadi. Misalnya dalam contoh lain, “Saya pengen keluarga saya kaya dan dihormati banyak orang”. Seberapa besar usaha yang dilakukan, ujung-ujungnya hal maksimal yang diperoleh cuma keluarga kita doank yang kaya. Tapi bayangkan dengan mimpi ini : “Saya pengen negara Indonesia kaya dan dihormati seluruh negara”. Kalaupun belum tercapai 100%, setidaknya hasilnya lebih gede, kan?

Jadi, nggak ada salahnya berani bermimpi setinggi langit. Karena hasilnya pun bisa jauh lebih tinggi daripada jika kita hanya bermimpi setinggi pohon kunyit. Ingat? Penyebaran Islam bisa menyebar ke seluruh dunia setelah adanya cita-cita besar dari seorang Muhammad SAW. Robot sedang dalam tahap pengembangan setelah timbulnya pemikiran agar manusia lebih mudah dalam segala hal…

Seorang Dreamcatcher sejati, nggak cuma melamun dan berkhayal tentang mimpi-mimpinya, melainkan berusaha memahami dan menjalankan dua syarat mudah untuk menggapai impiannya, Ikhtiar dan tawakkal…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

About these ads

5 responses to “Berani Mimpi Setinggi Langit?

  1. Klo boleh tau,,,mimpiny Araf apa ya? (selain untuk masuk surga, of course)..

    >>Akhir-akhir ini lagi mimpi aneh… Eh, itu sih mimpi saat tidur!

    Impian terbesar adalah menjadi seseorang yang ikut ambil bagian (kalaupun nggak, setidaknya yang melahirkan penerus-penerus yang rindu) untuk membangkitkan peradaban yang selama ini kita rindukan…

  2. Jadi inget kata-kata Kang Rendy Saputra:
    “Kalo kita mimpi setinggi langit, kalo jatoh paling ke atas gedung, daripada kalo dari langit-langit jatoh ke meja.” :P

    >> Bener, tuh!!! Sip!

  3. Kak … jadi, boleh ya mimpi terbang dan menari … memetik bintang … jauh tinggi di langit yang biru. Anthin suka diledekin orang kalu bicara tentang mimpi. Anthin boleh nge-ling postingan Kakak ini? Jawab dong, kak, Makacih, Anthin http://teensdreams.wordpress.com

    >>Malah mimpi trbg smbil jingkrak2 jg blh, qo..:-)
    Klo ngambil dr Pursuit of Hapiness, ‘If U hav dreams, U’ve got to protect it!’ Jd, lindungi impian qt dr para dreamtaker!
    Wah! dngn senang hati! :-)

  4. Sering kali kita mengejar MIMPI

    Seolah – olah impian itu adalah TARGET

    Susah payah penuh pengorbanan mimpi DIKEJAR

    Setelah tercapai kita akan kembali BERMIMPI

    Hidup adalah untuk IBADAH

    Ibadah itu bukanlah BERMIMPI

    Karena ibadah adalah hidup HARI INI

    Memaksimalkan HARI INI dan DETIK INI

    Masa depan adalah MISTERI

    Masa lalu adalah HISTORI

    Mimpi hanya membatasi KEMAMPUAN

    MAKSIMALKAN HARI INI UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

    http://fusion-kandagalante.blogspot.com

    >>*sigh* (Karafuru San speechless, Kang! ^_^!)
    Semua yang ada di atas bener…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s